#BesokSenin: Dibajak, Ditipu & Diretas

3 min read

Minggu ini tidak buruk, tapi tidak bagus juga, terlalu banyak emosi, marah iya, kesal juga iya, tapi minggu ini ada momen menenangkan juga, ada yang bikin semangatnya juga.

Banyak topik yang pengen dibahas, tapi sepertinya akan lebih banyak bahas yang terkait dengan judul. Gimana dalam 3 hari, chrome saya dibajak, percobaan penipuan atas nama Shopee dan yang agak bikin sakit hati adalah 2 fanpage facebook yang diretas.


Makian Gratis

Saya bersyukur berada di lingkungan yang positif, entah itu lingkungan offline ataupun online. Saya memang jarang keluar rumah dan kalaupun keluar rumah dan ketemu teman, kita lebih banyak bicara soal ide, daripada bicara sampah.

Lingkungan online pun sama, tentu kalau online kita bisa mengontrolnya. Yang bicara sampah kita mute atau blocked, sehingga yang muncul di timeline adalah orang-orang bicara soal idenya, soal opininya yang menginspirasi.

Beberapa hari lalu saya dapat makian gratis di jalanan, saya yang salah ngambil jalan orang karena buru-buru. Hingga keluarlah makian itu..

“HEY… ******”

(Salah satu makian di daerah saya)

Bukan marah, tapi saya kaget. Pertama mungkin karena saya jarang dimaki. (eh emang ada ya orang yang sering dimaki?). Kedua, kata itu terakhir kali saya dengar adalah saat masih kuliah. Beberapa teman menyelipkan kata itu untuk mengungkapkan kekesalannya.

Jadi ya, dapat makian gratis bukannya kesal malah jadi bersyukur karena diingatkan kalau selama ini saya sudah ada di lingkungan yang positif.


Tak ada tempat aman

Punya lingkungan yang bagus aja ternyata gak cukup, karena kita pasti akan selalu bersinggungan dengan orang-orang jahat dan bermulut sampah. Kali ini saya bersinggungan dengan para penjahat.

Dibajak.

Tiga hari yang lalu saya coba install aplikasi puffin browser di laptop. Lebih ke cari suasana baru saat browsing aja dan udah lama gak pakai puffin, jadi pengen cobain aplikasi pc terbarunya, kali aja kekurangan yang dulu udah dibagusin.

Kesalahan saya adalah download aplikasinya bukan dari situs resminya, jadi ketika install saya gak merhatiin aplikasi apa yang terpasang. Puffin bisa dibuka tapi tidak bisa terkoneksi dengan internet, padahal di browser lain bisa. Akhirnya saya uninstall lagi aplikasinya.

Besoknya nyalain laptop, ada aplikasi aneh di desktop, pas cek di programs, ada 3 aplikasi baru yang gak tau untuk apa. Masih belum ngeh, di uninstall lagi 3 aplikasi itu. Pas buka browser chrome makin aneh lagi, tiba-tiba saya keluar dari akun google dan diminta untuk login lagi.

Tidak langsung login, saya cek pengaturan browser karena homepage saya juga berubah. Saya kaget lihat ada tulisan Browser dikelola oleh organisasi anda. Dan keterangannya tertulis admin bisa mengelola browser dari jarak jauh. Pada poin itu saya sadar browser saya sudah dibajak.

Kesalahan saya lagi, tapi karena sudah berulang mari kita sebut ini kegoblokan. Saya langsung uninstall chrome dan tidak langsung mengganti password email dan sosial media karena merasa tidak perlu dan juga ribet. Saya tidak menyangka kegoblokan ini berdampak besar.

Ditipu.

Lebih tepatnya percobaan penipuan. Kemarin malam saya ditelpon oleh nomor baru. Yang mana itu aneh, karena nomer saya pun baru dan yang tahu hanya keluarga dan beberapa teman saja, tapi orang ditelepon ini tahu nama saya dan mengaku sebagai karyawan Shopee.

Saya tahu itu penipuan, jadi beberapa kali saat bicara saya pura-pura bilang kalau suaranya putus-putus dan menutup teleponnya, lagi pula saat itu saya sedang buang air. Jangan menganggu orang yang sedang buang air!

Pantang menyerah si penipu ini mengirimkan chat whatsapp dan meminta kode OTP akun Shopee saya. Dilama-lamain tuh balesnya. Cuma karena lagi males nanggapin penipu, saya bilang aja kalau nomer dia udah di trace sama kakak saya yang polisi di divisi cybercrime.

Kok dia tau saya tukang parkir ya?

Abis itu langsung di blokir dong. Hadeuuhh dikiranya saya bodoh apa ya, bisa ditipu.

Diretas.

Ya, ternyata saya memang bodoh.

Sabtu sore yang mendung, saya tidur-tiduran di kamar sambil nonton youtube. Tak lama, saya dapat email dari facebook bahwa saya sudah di hapus dari pengelola bisnis facebook oleh saya sendiri. Padahal saat itu saya masih nonton, gak buka facebook, gak buka laptop. PANIK!

Dihapus oleh diri sendiri. Apakah aku Thanos?

Pikiran pertama saat itu adalah halaman facebook saya diambil alih oleh orang yang memang saya hire untuk upload video di fanpage, karena halaman facebook itu sudah siap monetize dan sedang kejar jam tayang.

Udah mau emosi jiwa tuh pas ngechat orangnya, tapi mikir lagi. Gimana dia bisa ambil alih akun bisnis, padahal di panel admin perannya hanya editor, cuma bisa upload video doang, gak bisa masuk pengaturan. Dan yang diretas bukan cuma satu halaman, tapi dua!!

Buru-buru deh cek pengaturan login facebook dan lihat perangkat aneh yang login…

Ada history login lewat Mac

Disitu baru sadar, si peretas ini mengabil alih akun bisnis karena login pakai facebook saya. Dia mengganti kepemilikan bisnis dan menghapus akun facebook saya dari admin bisnis.

Facebook saya memang masih bisa dibuka, tujuan si peretas adalah mengambil fanpage saya yang sudah siap monetize, halaman lain gak diambil.

2 halaman yang sudah siap monetize karena sudah punya 10k followers

Lah itu perannya masih admin…

Entah beruntung atau tidak, si peretas tidak menghapus semua admin halaman. Akun facebook kedua saya masih tetap ada di halaman itu sebagai admin. Tapi sebenarnya gak diapa-apain lagi, karena sewaktu-waktu bisa dihapus. Karena pengelola utama halaman adalah akun bisnis, bukan admin.

Akun bisnis dipakai untuk mengisi rekening pembayaran, admin tidak bisa. Langkah terakhir yang saya bisa lakukan adalah merelakan dua halaman ini. Karena percuma, kalo diisi konten pun, yang nikmatin hasilnya adalah si peretas.

Untungnya admin punya fitur untuk menghapus halaman dan saya sudah mengajukan untuk dihapus dalam 2 minggu, biar si peretas juga kehilangan halaman facebook ini.

Udah, bikin aja lagi…

Ya kalo itu pasti. Cuma agak sayang aja sih. Bangun dua halaman itu memakan waktu dan tenaga, soal uang sih mungkin gak seberapa untuk iklan. Tapi proses nyiapinnya itu, untuk monetize article instan sedang ditinjau, adsbreak tinggal kejar waktu tayang. ARRRGHHHH!


Saya gak bakal nyangka bakal kena kayak gini, padahal soal keamanan online saya cukup menjaga loh, tiap login akun email atau sosmed itu selalu verifikasi SMS biar aman. Eh ternyata kena juga. Ya sutralahhh..

Minggu ini itu aja sih, selamat berawal pekan!

One Reply to “#BesokSenin: Dibajak, Ditipu & Diretas”

  1. Duh, pengen nangis liat bagian fanpage diretas itu. Pengikutnya dua-duanya banyak pula. Kalau gue udah stres berat itu. Di media sosial gue sebenarnya gak punya sesuatu yang sebegitu pentingnya untuk dilindungi, tapi tetap jaga-jaga dengan pake internet security. Kita enggak tau kapan kena apes di internet, ya sama kayak kasus lo ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.