#BesokSenin: Permulaan.

2 min read

Besok senin. Senin di paruh kedua tahun 2020. Kalo di sepakbola, babak pertama tahun 2020 adalah pertandingan yang sengit dan intens, tertatih-tatih tapi masih bisa bertahan lah. Karena kita punya budaya pelupa, covid-19 akan jadi salah satu yang akan cepat dilupakan, setidaknya itu yang terjadi di tempat saya. Kurva positif covid naik tiap hari (walau cuma 2-5 orang), tapi sekarang kami hidup seperti biasanya, bukan new normal, tapi normal.

“#BesokSenin”, apalagi ini?

Jadi kemarin saya nonton video podcastnya pak Dahlan Iskan dan anaknya mas Azrul Ananda, ternyata pak Dahlan setelah gak jadi menteri dan jadi CEO JawaPos beliau sekarang aktif nulis di blog pribadinya disway.id, dan itu nulisnya TIAP HARI! Bahkan anaknya pun punya blog pribadi happywednesday.id yang update setiap hari rabu. Jadi saya kepikiran untuk ikutan konsisten nulis post tiap hari minggu!

Konsisten kok ikut-ikutan.

Ya awalnya ikut-ikutan dulu, siapa tau jadi beneran konsisten kan. Tapi inspirasinya gak hanya dari pak Dahlan, tapi juga dari catchmeup.id. Kalo kamu berlangganan email di CatchMeUp, tiap pagi sekitar pukul 7 kamu akan dapat email yang isinya rangkuman berita gitu, penulisannya gak panjang-panjang kayak baca berita, itu isinya kayak lagi ada orang yang nyeritain isi berita ke kita. Menarik pokoknya, coba deh berlangganan. gratis.

Jadi, mau bikin rangkuman berita juga?

Nggak lah, ngapain. #BesokSenin nanti isinya kumpulan tulisan pendek 1-3 paragraf aja, tentang topik yang pengen saya komentarin. Kenapa cuma pendek, karena kalo mau nulis panjang itu butuh riset, dan karena lama gak nulis, nafas saya gak cukup kuat. Lagian ini blog personal juga, jadi isinya hal-hal yang kepikiran aja, bisa jadi ruang diskusi untuk saya juga sih.

Yaudah, sok atuh

Saya mulai ya.


Now Playing: QUEEN – Bicycle Race

Jadi sudah dua bulanan ini, tepatnya sejak awal bulan puasa,  saya mulai bersepeda. Waktu itu orang  bersepeda di jalanan saat pagi hari belum sebanyak sekarang. Dulu niat awal bersepeda sih pengen turunin berat badan, waktunya pas sedang bulan puasa dan kalo puasa saya jadi males makan.

Tiap selesai subuh saya bersepeda keliling kawasan pertokoan dengan jarak 10 kilometer. Di hari ke-15 sempat K.O. saat sahur bangun dengan seluruh tubuh yang kesakitan. Saya tidak hanya bersepeda setiap pagi, tapi juga melakukan kardio selama 30 menit sebelum buka puasa. Tubuh yang akhirnya jarang berolahraga ini akhirnya terkapar selama 3 hari.

Sekarang masuk bulan ke-3 bersepeda, niat awal yang ingin turun berat badan berubah menjadi pengen senang-senang aja saat bersepeda. Karena ternyata bersepeda membangun kebiasaan baru, bangun pukul 5 pagi dan mandi di pagi hari. Aktivitas yang sebelumnya paling malas saya lakukan.


Kebiasaan yang bikin kita gak ada akhlak.

Kemarin saya baca artikel yang menarik di Medium, tentang gimana meningkatkan kemampuan kecerdasan emosional kita. Nah, di artikel itu bilang setiap orang sebenarnya sudah dari sananya punya kecerdasan emosional, cuma karena kebiasan buruk yang sering kita lakukan, kecerdasan emosional itu makin terkikis abis. Ini pas baca saya langsung bergumam “Ohh ini yang bikin saya akhlaknya kurang”.

Ringkasnya kebiasaan-kebiasaan buruk itu seperti selalu mengkritisi orang lain, selalu mengkhwatirkan soal masa depan, selalu merenung soal masa lalu, dan terakhir berekspektasi lebih ke orang lain. Artikel lengkap bisa dibaca disini.


Artikel premium, cara baru blogger me-monetize blognya?

Saya baru ngeh kalau baca artikel di Medium itu harus berbayar/berlangganan, dapat gratis tiap bulan tapi hanya untuk baca 3 artikel. Saya pikir ini jenis monetize yang menarik, bukan dari iklan atau sponsored post tapi dari kualitas artikelnya. Konsep berbayar seperti ini ternyata sudah banyak dilakukan oleh perusahaan koran/majalah di Amerika, data dari Tempo (bisa baca disini), ini sudah dimulai oleh The Wall Street Journal sejak tahun 1997.

Belakangan Tempo juga menerapkan konsep berbayar untuk liputan ekslusifnya, Techinasia juga punya artikel berbayar dengan harga kurang dari Rp2.000. Asumsi juga punya fitur tuh untuk yang mau ikutan berkontribusi dalam liputannya. Saya pikir blogger-blogger juga harus mulai cobain cara ini sih.


Siapa yang salah?

Minggu ini topik pelecehan rame lagi di twitter dan kita tahu perdebatan ini menuju kemana, siapa sebenarnya yang salah, perempuan atau laki-laki. Perdebatan tiada ujung yang sebenarnya kalau kita sama-sama mau memahami konteksnya tanpa dibumbui apapun, kita tau siapa atau apa yang harus disalahkan.


Minggu ini ada apa?

Saya lagi buat website kuis facebook gitu. Lagi belajar sih. Kemarin juga lihat tutorial bikin filter instagram dan jadi pengen belajar bikin filter Augmented Reality juga. Cuma kayaknya laptop gak sanggup instal aplikasinya. hahah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.