‘Mara-mara’ di Media Sosial

Beberapa bulan belakangan ini saya memang sedang mengurangi waktu di dunia maya. Facebook bahkan tidak pernah dibuka lagi, whatsapp pun sama, kecuali twitter yang masih sering dibuka untuk memantau twitwor info baru. Itu karena saya mulai merasa, media sosial sudah terlalu berisik.

Dunia nyata yang memang berisik adalah alasan saya menggunakan media sosial. Karena di dunia ini dulu isinya hiburan semua, status-status lucu, tweet lucu, gambar lucu. Semua berubah ketika keberisikan di dunia nyata dibawa ke dunia maya. Tidak ada yang salah memang, tapi jadi menganggu ketika keributannya juga dibawa, jadinya orang malah sering mara-mara.

Saya tidak hanya baru-baru ini mengurangi waktu di dunia maya, sebenarnya sudah sejak 2014. Ya.. tahun dimana medsos paling ribut. 2019 masih lama tapi ributnya udah kayak 2014 dulu. Saya sempat aktif lagi di facebook waktu mulai kerja, karena urusan kerjaan banyak didiskusikan di grup facebook kantor. Tapi setelah resign mulai meninggalkan facebook lagi.

Kenapa sih orang suka mara-mara di medsos? Menurut saya ada 2 alasan, yang pertama CAPER, yang kedua BAPER.

Orang mara-mara karena pengen cari perhatian. Di dunia nyata kan gak bole mara-mara terus, nanti dikira kurang piknik, dapatlah panggung di medsos, bisa puas mara-mara dan bisa nambah followers.

Terus juga sebagian besar kita (termasuk saya) gampang BAPER di medsos. Dan postingan-postingan yang mengandung kebaperan tingkat tinggi adalah politik, soal kecebong dan kampret. Syukurlah saya tidak lagi meributkan soal itu.

Saya bukannya tidak peduli, hanya saja saya merasa tidak perlu ikut-ikutan ribut untuk hal yang tidak saya mengerti. Dan kalau pun saya mengerti, saya tidak bertanggungjawab membuat orang lain mengerti seperti saya. Ini kan yang bikin ribut? Kita selalu merasa harus memberitahu apa yang benar ke orang lain, dan ketika dia tidak menerima, kita tersinggung dan marah. bahkan kadang kita bisa ikut tersinggung dengan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan kita. Dan ini tidak sehat.

Pernah ada masa dimana saya selalu marah-marah di medsos sampe bikin second account hanya untuk berdebat, ngomongin hal-hal yang tidak akan saya post di akun pribadi. Dan itu sangat sangat tidak sehat! Tidak baik untuk mental karena di dunia nyata bawaannya jadi pengen marah-marah juga sama Jokowi.

Tiga tahun belakangan saya sudah mengurangi waktu bermedsos apalagi untuk berdebat dan mengomentari hal-hal yang menurut saya tidak penting dan kalo pun saya ikut mengomentari, tidak akan berpengaruh juga untuk perdamaian dunia. Yaaa sesekali kadang terpancing juga, tapi saya punya beberapa tips yang saya terapkan, biar bermedsos kerjaannya gak cuma ribut sama mara-mara doang.

Lewat DM aja!

Kalo ada tweet atau facebook post yang isinya offensive atau menurut kamu gak pantes, tegur dia lewat DM. Tegur dengan bahasa yang baik tentunya, jangan NGEGASSS NJIRR!

menghirup bau kegoblokan

“Hmmmph… mencium bau kegoblokan di timeline, waktunya SJW beraksi” (Sumber: WikiHow)

Saya beberapa kali melakukannya, urusan gak ditanggepin ya udah. Yang penting udah kasih tau kan. Terus juga pilih-pilih siapa yang akan kita DM. Netizen itu, ada yang kalo ditegur bakal sadar dia salah dan ada yang screen capture DM dan ngebacot di timeline kalo ada SJW nasehatin dia. Yang kedua ini udah ketaker, suka caper. Jauhin.

Ngikut-ngikut, emang punya ongkos?!

Kalo ada 2 orang yang sedang berdebat di medsos, kamu gak usah ikut-ikutan komentar. Saya pernah ikutan komentar di salah satu tweet seorang selebtwit, gak yang tweet offensive gitu. Ngereply biasa doang, semenit kemudian di block!. Sial! padahal mbak-mbak selebtwit itu adalah yang selalu saya tunggu dramanya.

di blokir jenny jusuf

Illustrasi doang ini. Aslinya mah gak. suwer!

Tapi saya bisa memaklumi. Orang-orang dengan pengikut yang banyak selalu menerima komentar-komentar random. Dan untuk mengantisipasi ini mereka selalu melakukan block. Jadi kalo di block gak usah tersinggung dan bikin drama baru. Kamu harus bikin second account dan kata-katain dia lagi terima itu.

Punya Cermin di Rumah?

aid49418-v4-900px-Tell-if-a-Mirror-Is-Two-Way-or-Not-Step-4-Version-3

“Mengukur lingkar otakku sebelum twitwar” (sumber: WikiHow)

Tidak hanya selebtwit, kita yang netizen kismin ini kalo ngetweet pasti ada aja netizen kismin lain yang ngerusuh. Kalo kamu emang suka caper, ladenin. Biar masuk infotwitwor. Tapi kalo kamu punya cermin di rumah, coba ngomong ke diri sendiri dulu, apakah ini worth it untuk buang-buang energi meladeni orang yang bahkan kita gak kenal? Jangan biarin orang asing mengganggu kita.

Gitu Aja Baper.

Aturan nomor satu di dunia maya menurut saya adalah jangan baperan. Interaksi di dunia maya begitu random dan tidak terduga. Orang jadi bebas mengungkapkan apa pun secara brutal memakai akun anonim. Profil yang terlihat asli pun belum tentu akun asli. Media sosial bagi saya untuk bersenang-senang, pelarian dari dunia nyata yang berisik. Tidak usah merasa semua postingan negatif yang ada di timeline itu ditujukan untuk kamu. Gak usah GR! Sape lo!

Fiturnya Dipake!!!

Ada dua fitur yang ada di tiap medsos, tapi jarang sekali dipakai orang. Entah karena tidak tau atau emang kehidupan sosialnya terlalu sepi jadi semua hal yang baik dan buruk dia terima saja. Biar Kehidupannya ramai. Fitur Block dan Mute ini membuat kita punya kuasa untuk apa yang muncul di timeline kita. Ingin timeline yang penuh kedamaian? blokir orang-orang yang isi feed nya negatif. kamu ingin terbebas dari post spam? mute kata-kata yang menganggu.

 


Seperti yang saya bilang, media sosial bagi saya adalah sebuah pelarian dari keberisikan di dunia nyata. Dari pelarian itu saya berharap mendapatkan sebuah hiburan atau pengetahuan, bukan sebuah keberisikan lainnya yang jadinya malah membuat emosi kita jadi negatif.

Kalau pun, kamu menggunakan media sosial untuk meluapkan kemarahan. Alangkah baiknya profil kamu di protect biar yang lihat post kamu hanya orang-orang yang kamu kenal. Atau seperti cara yang pernah saya pakai, bikin second account. HAHA! Tapi jempol tetap dijaga, hati-hati tercyduk.

Tulisan ini bukan untuk menunjukan bagaimana cara bermedia sosial yang baik dan benar. Untukmu Medsosmu, Untukku Mendosku. Terserah kamu mau jadi apa di medsosmu, jadi netizen halu, netizen trit starter yang ngambil materi dari wikipedia atau netizen julid? silahkan. Jika itu membuatmu bahagia, lakukan. Tapi ingat, tidak semua hal harus kamu ungkapkan di medsos, ada hal-hal yang cukup kamu simpan di kepalamu saja. ๐Ÿ™‚

Iklan