[REVIEW + GIVEAWAY] Ubur-ubur Lembur – Raditya Dika

2 min read

Ubur Ubur Lembur Raditya Dika

buku ubur ubur lembur raditya dika

Judul: Ubur-Ubur Lembur
Penulis: Raditya Dika
Penyunting: Windy Ariestanty
Ilustrator Sampul dan Isi: WD Willy
Tahun Terbit: Cetakan Pertama, 2018
Penerbit: Gagasmedia
Jumlah Halaman: viii + 232 Halaman


Kalau dulu saya gak baca buku Kambing Jantan, blog ini mungkin gak akan ada, saya gak pernah mau berbagi cerita tentang pengalaman, tentang buku yang saya baca, tentang hal-hal yang sedang saya minati, tentang bagaimana saya melihat dunia. Yah.. bisa dibilang Raditya Dika yang bikin saya nulis sampe sekarang.

Saya termasuk orang yang baca semua bukunya, waktu nunggu bukunya yang Koala Kumal harus nunggu sekitar 4 tahun, buku Ubur-ubur Lembur ini harus nunggu 3 tahun. Awalnya saya pikir Raditya Dika gak bakal nulis buku lagi karena udah dapet media yang lain untuk bercerita. Selama ini dia bercerita lewat video di youtubenya, bercerita lewat film, bercerita lewat StandUp Comedy.

Buku Ubur-ubur Lembur adalah buku yang sudah ditunggu banyak orang tapi gaungnya terasa kurang. Gak ada pre-order, gak ada buku bertandatangan, gak ada merchandise seperti dulu waktu buku Koala Kumal terbit. Mungkin Raditya Dika sibuk dengan film barunya, mungkin sibuk dengan persiapan nikahannya, atau mungkin 15 tahun lebih nulis di blog dan buku sudah cukup bagi Raditya Dika, dan ini akan jadi buku terakhirnya….


Penampakan buku

buku ubur ubur lembur raditya dika

2018-02-21 02.41.17 1.jpg

2018-02-21 02-1.41.14 1.jpg

Buku ini gak tipis, tapi gak terlalu tebal juga. Standar lah ya untuk buku komedi dengan genre personal literature. Sampulnya sudah diseragamkan dengan tema cetakan ulang bukunya yang lain. Bergambar kartun Raditya Dika yang berpakaian seperti hewan di judul bukunya.

Ada ilustrasi-ilustrasi lucu di tiap cerita, seingat saya ilustrasi kayak gini mulai ada di bukunya yang Manusia Setengah Salmon, lalu di buku Koala Kumal. Untuk buku cetakan barunya mungkin semua sudah dilengkapi dengan ilustrasi.


isi buku

Masih dengan konsep ‘Komedi pake Hati’ ala Raditya Dika, buku ini gak cuma lucu tapi juga menyentuh hati (halah!), Radit banyak bercerita soal pertemanannya di buku ini.

Saya merasa di buku ini tulisan Raditya Dika makin dewasa, tapi teteup komedi recehnya masih bikin ngakak. Dewasa disini mungkin soal sudut pandang dia yang menurut saya sedikit berbeda dan hal-hal yang diangkat gak hanya lagi dia yang bercerita tentang relationship antara cowok dan cewek, tapi relationship dengan teman masa kecilnya, dengan fans-fansnya, dengan teman artisnya dan dengan hantu!.

Ada 14 bab di buku ini, cerita soal hubungan Radit dan perempuan di masa lalunya selalu menjadi favorit saya. Seperti di bab Pada Sebuah Kebun Binatang. Radit dicurhatin sama temannya Naya yang baru saja putus sama pacarnya.

‘Nay, cinta itu kaya permen karet.’ Gue menirukan gaya seseorang yang sedang mengunyah permen karet. ‘Semakin lo nikmatin, rasanya akan semakin hambar.’

Naya berkata, ‘Sampai akhirnya harus dibuang?’

…..

Hal. 21 – Bab: Pada Sebuah Kebun Binatang

Ada juga bab soal Kathu, temannya dari India. Kalo kamu sering nonton vlog-vlognya Radit di Youtube pasti kenal dia. Radit pernah cerita sih di vlognya, gimana dia kenal Kathu. Tapi di buku ini lebih lengkap ceritanya dan mengharukan. 🙁

Bab Percakapan Dengan Seorang Artis juga salah satu yang menarik menurut saya. Di bab itu artis yang dimaksud adalah Prilly Latuconsina. Kita diajak mengenal sudut pandang seorang artis yang sangat digemari remaja zaman now. Tentang bagaimana kehidupan aslinya, tentang hubungannya dengan fansnya.

Satu yang agak kurang menurut saya adalah bab soal Instagram, karena semacam materi standupnya yang ditulis ulang. Masih lucu tapi gak terlalu. Karena kita udah tau lucunya dimana. Jadi gak ada efek kejutnya lagi.

Sejauh ini, saya puas membacanya. Buku ini semacam obat rindu untuk para pembacanya Raditya Dika. Ada kekhawatiran memang, ini akan jadi buku terakhirnya. Tapi setelah baca bab ubur-ubur lembur, saya pikir kekhawatiran itu berlebihan.


Rating:

rating


Giveaway time!

Ada 2 buku gratis Ubur-ubur Lembur untuk kamu, syaratnya? klik banner dibawah ya. 🙂

flyer giveaweay

*PENGUMUMANNYA CEK DI POST INI YA!!!

Dengan Teknologi, Semua Bisa #JadiBaik

Di zaman yang serba modern ini, berbuat baik juga bisa menggunakan teknologi. Gimana Caranya?
erickparamata
2 min read

Setahun bersama BNI

Dulu tidak pernah terpikir untuk membuat rekening Bank, karena taunya Bank hanya untuk menyimpan uang. Zaman-zaman sekolah dulu bahkan mikir, mau nyimpen uang di...
erickparamata
3 min read

16 Replies to “[REVIEW + GIVEAWAY] Ubur-ubur Lembur – Raditya Dika”

  1. baru kemarin mulai baca ini buku di play book, lumayan dpt diskon 90 persen pas imlek kemarin hehehe

    Saya setuju buku2 Radit makin kesini makin bagus. Jujur sy nggak terlalu suka buku-bukunya yang awal-awal, humornya terlalu maksa. Sy baru suka sejak Marmut Merah Jambu.

  2. Beberapa waktu lalu aku juga denger kalo Radit ngeluarin buku lagi, Ubur-ubur lembur !
    Tapi aku ga terlalu excited sih, dan ga minat beli bukunya tapi kalo di pinjemin ga nolak.
    but yang bikin aku penasaran yaitu gaya bahasa Radit sekarag, emang sedewasa apa sih ? kok aku penasaran ya.
    ada yang mau minjemin bukunya ga nih, plis :v

  3. Saya adalah salah seorang pembaca Radit, semenjak dia belum nerbitin buku. Dan ya, seiring saya bertambah dewasa, tulisan-tulisannya Radit juga bertambah dewasa. Tapi entah kenapa, buku ini rasa geregetnya agak kurang dibandingkan Koala Kumal atau Marmut Merah Jambu ya…

  4. Buku Radit yang pertama kumiliki adalah Babi Ngesot, belinya di Indomaret Limbangan. Dah ditulis resensinya dengan gaya serius khas aku. Ya, Radit punya gaya tersendiri yang membuatnya kian digemari sekaligus diikuti.
    Ah, aku jadi pengen baca buku barunya. 🙂

  5. Aku udah baca. Bagus sih. Cuma ada beberapa bab yang materinya persis sama materi stand up comedy yang di yutup. Jadi elemen suprisenya agak kurang

  6. Buku Radit yang Koala Kumal, menurut saya merupakan titik balik kepenulisan Radit dalam hal positif sih. Humornya makin dewasa, ada beberapa bab yang bisa direnungkan, dan semuanya dirangkum pas olehnya. Saya suka baca buku Radit udah lama, tapi untuk filmnya, entah mengapa nggak ada yang suka. Wkwk.

  7. aku nulis justru gara2 blog shitliciousnya alit sih, walaupun aku yakin dia nulis juga terinspirasi dari radit. tapi hal pertama yg buat aku nulis adalah dari si alit itu. untuk buku bang radit, kalo saya jadi ikutan giveaway ini (semoga bisa), dan menang, itu bakal jadi buku pertama radit yg aku baca wkwkw, maapkan.

  8. Aku sudah ngeblog sejak lama, tapi aku lupa siapa yang menjadi inspirasiku dulu. Atau malah cuma iseng doang ya? Hehe. Sebenarnya baru tau Radit gak lama, dulu pernah baca bukunya yang Marmut Merah Jambu, filmnya pun beberapa buah aku nonton. Dan setelah tau Radit, aku juga menjadikannya sebagai semacam target ke depan. Berawal dari blog, lalu buku, dan bisa jadi film. Ya walaupun sekarang eranya bukan blog lagi dan sepertinya media lain yang lebih dilirik, tapi aku tetap cinta blog dan sedang belajar untuk bikin film. Semoga bisa menyusul Radit 🙂

    Eh, kok malah curhat ya xD

  9. kayaknya banyak juga blogger” sekarang ini yang terpengaruh untuk bikin blog karena si radit ini. begitu juga dengan gue. tapi klo gue awalnya malah lebih dulu baca komiknya yang kambing jantan satu dan dua. setelah itu baru baca bukunya.
    tapi dengan fenomena raditya dika yang menerbitkan buku personal literaturnya, semoga aja genre itu mulai rame lagi. wahahahah. sapa tau gue bisa nerbitin buku juga.

    asli, pengen banget baca buku ini. tapi jarak yang jauh, sepertinya agak lama buat bisa baca buku ini. jadi penasaran, isinya bercerita tentang apa aja. tapi klo beneran buku ini merupakan buku terakhir, wah sedih sih. semoga aja setelah nikah masih lanjut bikin buku lagi.
    nah klo elu, ga ada niatan buat nerbitin buku juga, rik?

  10. Kamu sama mas sama aku 🙁
    Kalo dulu bena enggak baca kambing jantan pasti blog bena juga enggak akan ada. Huhuhu.

    Btw, bena baca ada 2 kalimat pengulangan “buku raditya dika yang terakhir.”
    Itu beneran? Apa bohongan? Tau dari mana? Kapan bilangnya?

  11. Saya udah baca dua cuplikan cerita di buku ini lewat Google. Terus agak kecewa. Lumayan lucu, sih. Cuma, itu pun ada yang beberapa udah pernah dia lempar pas stand up. Ya, seperti yang kamu maksud, materi stand up yang dijadikan cerita. Entah mengapa, saya ngerasa nggak cocok lagi sama bacaan begini. Gimana ya, bosen gitu sama teman yang Radit ambil. Kebanyakan tentang cinta. Atau emang selera bacaan saya yang bertumbuh. Tapi sejauh ini, bukunya Radit masih oke dan lebih menarik daripada film-filmnya. Dan, berkat dia saya jadi lebih berani menulis dan bikin blog. Wqwq.

  12. Gw malah blm denger berita raditya dika launching buku terbaru. Baru baca di postingan ini.
    Ngga serame bumu2 pendahulunya infonya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.