[BOOK REVIEW] Begu Ganjang – Ferdiriva Hamzah

2 min read

IMG_8332

Judul: Begu Ganjang
Penulis: Ferdiriva Hamzah
Penyunting: MB Winata
Tahun Terbit: Cetakan I, Januari 2018
Penerbit: Bukune
Jumlah Halaman: vi + 202
Harga Buku: Rp57.200 (bukukita.com)

Awal tahun dimulai dengan buku horor, semoga tahun ini tidak akan menjadi tahun yang horor juga untuk saya. Tapi sepertinya tanda-tanda horor ini mulai kelihatan dengan banyaknya teman-teman seangkatan yang pada nikah. eh tapi ini lebih horor untuk mereka sih, ucapkan selamat tinggal pada kebebasan my prend. HAHA!

Oke, buku ini saya belinya pre-order, awalnya saya coba memesan langsung lewat kontak penulisnya karena dijualnya sepaket dengan beberapa merchandise. Sayangnya, walaupun udah cepat mengisi formnya ternyata paket pembeliannya sudah sold out. Akhirnya saya tetap pre-order lewat toko buku online, dan pengirimannya dilakukan seminggu kemudian.

Saya bukan pembaca buku-bukunya pak Dokter ini sebelumnya, tapi karena tema yang diangkat soal hantu legenda, jadi menurut saya ini akan menarik. Di tiap daerah selalu punya cerita hantu tersendiri dan Begu Ganjang ini adalah cerita hantu dari tanah batak.


Penampakan Buku

Bukunya agak tipis (200 halaman tipis lah ya..), berwarna hitam dengan tulisan yang sudah menunjukan kehororannya. Bergambar pohon, anehnya di cerita si hantu tidak tinggal di pohon. Jadi Don’t judge a book by its cover ya. Tapi serem juga sih kalo ada gambar Begu Ganjang di covernya dan juga katanya Begu Ganjang ini semacam Voldemort (dia yang namanya tak boleh disebut).

Dibalik bukunya yang terlihat sederhana ini ternyata sudah memakai augmented reality. Jadi dengan mendownload aplikasi begu ganjang di playstore dan menyorotkan kamera aplikasi ke cover belakang bukunya, maka akan muncul tangan si hantu dengan sound yang juga horor.

IMG_8338


Sinopsis Buku

bĂŞ.gu | (n) hantu
gan.jang | (a) panjang

Tobias adalah seorang dokter muda yang baru saja diterima bekerja di sebuah rumah sakit Rotua. Rumah sakit ini terkenal angker, tidak terlalu besar dan bergaya arsitektur belanda. Tobi adalah orang yang tidak percaya dengan hal-hal gaib yang terjadi apalagi di dunia kesehatan, menurutnya semua permasalahan bisa dijelaskan secara ilmiah.

Untuk itu, Dibantu Lena pacarnya yang seorang mahasiswa kedokteran, Tobi selalu membuat video di YouTube untuk menjelaskan fenomena-fenomena yang selalu dianggap gaib padahal ada penjelasan ilmiahnya. Kunjugan Lena pertama kali di kantor Tobi sudah diganggu oleh “penghuni” rumah sakit itu, tapi Lena tidak pernah membicarakan itu pada Tobi karena pasti dia tidak akan percaya dan menganggap Lena mengada-ada.

Hingga akhirnya sesuatu menimpa Lena. Belum lagi rentetan-rentetan kejadian ganjil yang menimpa Tobi, membuat Tobi mencari tahu dan memikirkan cara untuk mengakhiri kejadian-kejadian aneh ini.

Yang Menarik dari Buku Ini

Kisah-kisah tentang hantu legenda bagi saya selalu menarik, di tiap daerah pasti ada mitosnya tersendiri. Menulis ginian bukan hanya soal imajinasi tapi juga butuh referensi. Abis baca buku ini saya langsung cari tahu di google dan banyak kasusnya. Rumah dibakar, orang-orang ditahan, lebih parah lagi seseorang bisa dibakar hidup-hidup karena dituduh memelihara makhluk ini….

Itulah yang menjadi pembuka dari buku ini, orang tua Tobi yang dibakar hidup-hidup di dalam rumah mereka. Dari prolog saja sudah sadis, belum lagi ketika Tobi yang sudah menjadi dokter dan bekerja di salah satu rumah sakit terangker.

Dari 200 halaman buku ini tidak terlalu banyak tokoh, latar cerita sepertinya lebih banyak berada di rumah sakit jadi gak terlalu bikin pusing dan kita bisa fokus ke si tokoh utama, Tobi.

Saya juga harus akui ceritanya cukup menyeramkan, ternyata membaca horor lebih menyeramkan daripada nonton film horor. Karena kejadiannya diimajinasikan oleh kita sendiri jadinya tambah horor.

Beberapa penggunaan istilah kedokteran dan penjelasannya juga sangat menarik untuk saya. Di awal-awal cerita saya jadi bisa bersepakat dengan Tobi bahwa semua hal yang dianggap mistis itu ada penjelasan logisnya. Sampai kemudian…..

Yang (bikin) Tidak Menarik dari Buku Ini

Di beberapa cerita memang cukup seram, saya pun bergidik ketika membacanya. Tapi melihatnya secara keseluruhan, saya merasa buku ini semacam film yang kemudian dibukukan. Bagian-bagian seremnya terlihat seperti yang sering kita lihat di film-film horor. Saya berpikirnya dalam tulisan ceritanya bisa lebih bisa di eksplor lagi entah itu detilnya atau penggambaran situasinya. Hmm… mungkin penulis memang penggemar film horor.

Prolog buku ini dibuka dengan sangat mencekam, terbunuhnya Ayah dan Ibu Tobi setelah mereka dibakar hidup-hidup di dalam rumah. Masuk bagian satunya akan dimulai dengan Tobi yang sedang nge-vlog. Hehe

Oke, bisa dipahami jika penulisnya mencoba untuk membuat ceritanya menjadi lebih kekinian dengan menjadikan Tobi seorang youtuber. Tapi saya pikir tidak akan ada bedanya dalam cerita Tobi jadi youtuber atau tidak. Toh juga Tobi gak berkelakuan seperti youtuber, makan gak direkam, jalan sama pacar gak direkam, ada mayat gak di rekam. BOOM! 💥

Twist di akhir juga agak kurang sih menurut saya, kurang banyak cerita soal keluarga yang mengasuh Tobi setelah Ibu-Ayahnya meninggal, tiba-tiba ada aja. Kan Kaget dan bikin bingung.


Rekomendasi

Buku ini tetap menarik, kalo kamu suka cerita tentang hantu legenda, kamu harus baca buku ini. Membacanya tengah malam sambil tiduran menghadap loteng akan membuat kamu waspada dan ngeri kalau-kalau hantunya panjang ini tiba-tiba muncul.

Rating: ⭐⭐⭐ 3/5

Melihat Masa Depan Lewat Ikan-ikan Mati

  Tahun ini saya digempur buku-buku sastra, buku terjemahan dan buku tentang teknologi, padahal genre buku yang paling saya suka adalah komedi. Mungkin emang...
erickparamata
2 min read

Pantai-Pantai Indah di Jawa Timur, Pesona Yang Tak Akan…

Bicara tentang pantai, Jawa Timur adalah salah satu surga pantai indah di Pulau Jawa. Ada banyak pantai yang bisa kamu kunjungi di provinsi ini,...
erickparamata
2 min read

[REVIEW] ALIBABA – Kerajaan Yang Dibangun Oleh Jack Ma

Selama ini Mark Zuckerberg adalah satu-satunya CEO favorit saya, pencapaiannya bersama facebook adalah hal yang luar biasa dan mengagumkan mengingat dia memulainya di usia...
erickparamata
4 min read

26 Replies to “[BOOK REVIEW] Begu Ganjang – Ferdiriva Hamzah”

  1. Cerita hantu emang unik-unik bahkan sampe ada yang ga nyambung.
    itu sebabnya aku ga suka buku horror. kadang terlalu di buat-buat.
    Tapi ga tau deh kalo buku ini :v

    eh tolong fotoin cover bukunya yang jelass dong, aku mau coba download aplikasinya terus liat tangan si begu kira-kira bisa ga ya ?

    1. Bahasan Begu Ganjang menarik sih, karena ini benar-benar legenda tanah Batak. Orang-orang tua gak mau bahas ini karena tabu. hehe

      Klik aja foto covernya, biar bisa ukuran aslinya. Hehe. Kayaknya tetep bisa pakai aplikasinya. 😀

  2. Mantep, udah buku horor aja. Sejauh ini aku kayaknya nggak pernah deh baca buku horor gini, penasaran juga. Seringnya lihat filmnya langsung..hehe

    Dari cover memang nggak asing, karena ngikutin akunnya bukune. Cepet juga ya, sold out, yang penting kan tetep punya bukunya sekarang, Mas..he

    Wah mantep, teringat temen-temen seperjuangan kuliahku. Waktu skripsi banyak yang buat aplikasi seperti itu. Oh, gitu. Jadi semacam kebalik ya, Mas. Biasanya buku di filmkan, ini film dibukukan..he

    1. Sama, sebelumnya juga belum pernah baca buku horor. Haha. Tapi kayaknya tahun ini mau banyak baca buku horor. Udah punya beberapa buku horor terjemahan dan juga mau coba lagi buku horor Indonesia. 😀

  3. Btw ini kisah nyata atau gimana ya? Kok serem sih dibakar hidup-hidup itu Ibu bapaknya Tobi?
    Tapi keren juga ya udah ada aplikasi di HP gitu, kekinian sekali hehe

    Aku setuju banget kalo baca itu lebih menegangkan, kaya pas baca keluarga tak kasat mata baru episode dua rasanya udah gak mau lanjut karena ketakutan sendiri padahal baca di siang bolong haha

    1. Kalo cerita di novel pasti fiksi lah hahah.
      Tapi kalo ditelusuri beritanya ternyata ada loh yang beneran rumahnya dibakar karena dituduh memelihara makhluk ini.

      Wakkk udah baca Keluarga Tak Kasat Mata di Kaskus, lagi nyari bukunya juga nih. 😀

  4. Bikin penasaran pengen baca, gak spoiler soalnya. Yah meski kurang-lebihnya diulas. Tapi tangan nyembul gitu ngingetin pada film zombie yang ditonton kala kecil. Zombinya bangkit dari kubur. Dan di anime One Piece seri pulau seram kala Luffi dkk jumpa Brook jerangkong hidup. Ada adegan makam terbongkar dan para zombi keluar juga. Lengannya kayak samaan, hehe.
    Baru tahu Bukune nerbitin yang horor. Yah, dah 3 tahun vakum ngenet di rumah jadi banyak kudetnya. Senang bisa jumpa kawan lama di group BE lagi, Erick.
    Dunia perhantuan emang seru, namun aku gak suka nonton film horor, hehe. Pengen tahu juga ada apa dengan kayak film horor yang dibukukan.

  5. Barusan baca info lomba nulis cerpen mitologi di tautan yang dibagikan Teh Triani Retno Adiastuti di akunku. Apa Erick mau ikutan? Soalnya menarik juga apa yang dilakukan Ferdiriva Hamzah. Yah, pakai riset.
    Soal alur yang ngedadak melompat, aku sering banget nonton film yang pembukanya adegan gini, lalu kemudian melompat begitu saja pada adegan masa lain yang ke depan. Jika alurnya terasa pendek tanpa penjelasan dan malah ngedadak, bikin pembaca bingung.
    mungkin yang bikin ngandalin imajinasi kita. Tapi capek juga, hehe.
    Tapi kalau buku, sebaiknya JANGAN!
    Napa? Karena ada perbedaan besar antara baca dan nonton. Kita butuh semacam detail dari baca. Nonton ‘kan ngandalin audio visual. Baca?
    Nah, ini diskusiku, hehe.

    1. Makasih infonya mbak, tapi kayaknya saya gak jago nulis cerpen. hahah

      Iya bener, kalo di buku harusnya bisa di explore lebih banyak, beda dengan film yang memang kadang harus dipotong biar durasinya gak panjang.

  6. Aduh, entah kenapa dari kecil nggak mau cari tau apapun itu yang berbau horor, mulai dari film sampai buku maupun ilustrasinya saja. Soalnya gampang banget kebawa di mimpi, dan nggak enaknya pasti otak saya mikirnya yang nggak-nggak a.k.a parno, contoh: celana di gantungan belakang pintu jatuh tiba-tiba, kepikiran hantu yang ngejatuhin.
    Tapi, sekarang udah 2018. Kayaknya, mau belajar baca buku ginian, lihat gimana cara penyampaian kalo buku horor, ha ha ha. Makanya, sekarang lagi nyari buku cerita yang cocok untuk dibaca, dan setelah baca review ini… kayaknya mau nyoba dengan buku ini.

  7. Mantap nih reviewnya, niat banget ya sampe ada applikasinya gitu di playstore, rekomended nih buat dibeli

  8. Hai Kak Eriiiik 😀
    long time no transit di blognya k Erik ya.., setelah sekian lama saya fakum dari blog. dan kini hadir lagi dengan blog yang baru krn blog lama paswornya ngk bisa 😀 (Jiah malah curcol )
    Anyway.. reviewnya bagus, suka.. no spoiler…, tapi gemes juga hha…penasaran 😀 knpa ngk diceritain aja smpe ending (jiah,itu malah jadi spoiler :-D)
    unik ya… bukunya.. kekinian, dipakai aplikasinya …,
    harga bukunya berapa kak?

    1. Hai Mut! menghilang lama yaa… kalo lagi di Gorontalo ngabarin, kopdar dulu bareng teman-teman blogger lain. hehe.

      maaf hahaha harga bukunya lupa ditulis (kebiasaan) hehe.

      Jangan panggil kak, berasa tua banget. kita kan seangkatan di kampus. 😐

  9. Cerita horor emang bikin deg-deg ser, makanya gue jarang baca atau nonton film horor. wkwkw

    Eh, klo beli buku online yang rekomended di bukukita ya bro? Rencana pengen beli via online nih. Hehe

  10. Lama banget ga mampir disini. Dan dihajar langsung sama Header baru yaa hehe. Inget dulu ada anak kecil yg duduk manis di planet kecil dan sekarang lebih ke tulisan yaa.

    Wah menurutku ini menarik rick , sebagai orang yang belum pernah baca novel horror kayak boleh deh ini jadi referensi hehe

  11. Menarik sih, backgroundnya dokter dan menulis horror sesuai apa yang dia ketahui.Sentuhan kekiniannya itu salah satu bumbu modernisasi yang cukup menjanjikan. tapi, film yang dibukukan? Membayangkannya saja sudah mengundang bosan, karena bisa dibilang fantasinya mudah diraba.

    1. Iya, kekurangannya disitu sih. Padahal premis buku ini keren banget. Sayang kayaknya penulis gak banyak referensi tentang nulis horor. Atau mungkin… buku ini emang tujuannya cari produser yang mau buku ini di filmkan. Entahlah. Sayang aja. Mending gak usah bikin bukunya aja sekalian.

  12. Tadaaaa!!! hehe. Akhirnya review buku ini ditulis juga oleh Erick. Duh susahnya nyari buku horor yang bagus, yang bener2 serem tapi juga punya soul, ga cuma ngejual hantunya doang. Ternyata kita setipe ya, suka googling apa yang ada di buku setelah buku itu kita baca. Ternyata hantu begu ganjang memang hantu legendaris tho. Baca review ini bikin aku penasaran kayak apa sih buku ini ,kira2 bakal sama ga ya kayak erick yang ngasih bintang 3. Tapi aku juga jadi ga terlalu ingin beli karena sepertinya hmmmm… yah begitulah… hahaha. Kalo bintang 5 aku pasti beli. 😀 hihihii.

  13. buku zaman now makin menjadi aaj yah, sampai ada AR nya juga,mantep gile… ngebaca tulisan mas keknya saya jadi penasaran dengan hantu di novelnya… keren mas reviewnya ga pake spoiler-spoiler macam macam, nice

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.