Resolusi Baca 2018 & Unread Books Last Year

Kalo dipikir-pikir, saya sebenarnya jarang menentukan resolusi yang spesifik, biasanya hal-hal yang mengambang. Misal, resolusi pengen nikah. Urusan nikah sama siapa, resepsinya dimana, mau ngapain malam pertama itu gak dipikirkan sama sekali. Yang penting nikah aja dan kalo resolusinya gak tercapai ya udah sih. Bikin lagi tahun depan.

Tahun ini saya kembali punya resolusi, tapi lebih spesifik.

50 buku pertahun!

Ini artinya bukan jumlah buku yang harus saya seludupkan dibalik jaket saat di toko buku ya, tapi membaca 50 buku dalam setahun. Saya pikir itu jumlah yang masuk akal, dalam seminggu setidaknya saya harus membaca 1 buku.

Tahun kemarin sebenarnya gagal mencapai reading challenge sebanyak 25 buku. Saya ternyata hanya membaca 15 buku selama tahun 2017. Bukan karena kekurangan bacaan, tapi kayaknya emang waktu-waktu baca saya teralihkan sama hal-hal lain. Raisa nikah, Ahok masuk penjara, Buni Yani rambutnya jadi abu-abu, Hana Anisa videonya kesebar. Bikin susah untuk fokus baca buku.

Tahun ini standarnya saya naikkan jadi 2x lipat karena saya yakin bisa. Ada beberapa tumpukan buku yang saya beli tahun kemarin dan belum dibaca. Lagian juga, tahun ini saya mau banyak explore genre bacaan baru, kayak fantasi, horor dan lebih banyak novel berbahasa Inggris.

Dan untuk menjaga konsistensi membaca, saya akan coba melakukan review tiap minggunya untuk buku yang saya baca. Ulasan singkat saja, biar gak lupa apa yang saya sudah baca.

Sampai pertengahan bulan januari ini saya sudah menyelesaikan 3 buku dan dalam proses membaca 1 buku. 3 Buku itu….

Anak Rantau – Ahmad Fuadi

Anak Rantau - Ahmad Fuadi

Sebenarnya buku ini saya baca sejak pertengahan desember 2017, tapi selesainya baru awal januari karena bukunya cukup tebal. Jadi bacanya nyicil-nyicil sambil diselingi membaca buku lain. Saya membeli buku ini bersamaan dengan buku Ikan-ikan Mati (Saputra Roy). Satu yang membuat saya tertarik karena buku ini ditulis oleh penulis buku Negeri 5 Menara, Ahmad Fuadi.

Saya tidak membaca buku itu dan lanjutan-lanjutannya, tapi menonton filmnya dan bagus, saya pikir buku terbarunya juga pasti akan bagus pula. Dan emang iya…

Tadinya saya pikir ini buku tentang seorang mahasiswa yang sedang merantau, bercerita tentang sulitnya jadi anak rantau, bertahan hidup demi sepiring indomie di tengah malam, lalu di endingnya menjadi CEO GO-SOK, sebuah startup nyabun on demand. Ternyata bukan.

Saya akan membuat review buku ini di post tersendiri. Saya yakin buku ini nantinya bakal di bikin filmnya, petualangannya menarik, nilai-nilai budaya minang yang coba diangkat dalam buku ini sangat menarik.

Perempuan Patah Hati Yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi – Eka Kurniawan

Perempuan Patah Hati Yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi - Eka Kurniawan

Salah satu penulis favorit saya. Eka Kurniawan bagi saya seorang jenius!

Saya selalu suka dengan gaya berceritanya. Saat ini saya sedang berusaha untuk mengoleksi buku-bukunya, dan buku ini saya beli saat Harbolnas Gramedia kemarin. Harbolnas kemarin saya memang sudah meniatkan untuk beli bukunya Eka Kurniawan, tapi ternyata koleksinya gak lengkap, beberapa buku sudah saya punya, hanya 2 buku kumpulan cerpennya, buku ini dan Corat-Coret di Toilet saja yang belum saya baca.

Buku ini adalah kumpulan cerpennya Eka yang ditulis untuk Koran Kompas, selang waktu 2006-2014. Ada beberapa cerpen favorit saya. Errr…sebagian besar saya suka sih. Cuma kalo yang ada latar cerita di luar negeri saya suka bingung bacanya, mungkin karena gak relate aja. Belum pernah ke luar negeri juga, paling jauh ke luar dari hati kamu. Ciiiaaaaaa…

Ada cerpen yang ternyata diceritakan kembali di buku “O” , seperti cerpen Setiap Anjing Berhak Berbahagia. Lalu juga ada cerpen Membuat Senang Seekor Gajah, yang idenya datang dari pertanyaan konyol yang sering kita dengar di acara training atau seminar, pertanyaan tentang ‘Bagaimana memasukan gajah ke dalam kulkas?’.

Bajak Laut & Purnama Terakhir – Adhitya Mulya

Bajak Laut & Purnama Terakhir - Adhitya Mulya

Beberapa kali melewatkan untuk membeli buku ini di toko buku, karena blurb nya menurut saya kurang menarik jadi mengurungkan niat untuk membelinya. Tapi setelah membaca sedikit ulasannya di goodreads, oke nih!.

Saya tidak pernah lagi membeli buku genre komedi karena belum nemu yang bagus. Terakhir kali saya baca buku dan ketawa ngakak adalah saat membaca buku-bukunya Raditya Dika. Setelah itu gak ada lagi yang “bagus”.

Seperti tertulis di sampulnya Sebuah Komedi Sejarah, ini memang bercerita sedikit tentang sejarah kerajaan Majapahit, tapi menjadi menarik karena ada Jaka Kelana dan 4 awak kapalnya yang konyol. Mereka memutuskan menjadi bajak laut, tapi belum pernah membajak satu kapal pun. Kalo kamu suka dengan komedi-komedi receh tapi gak bikin muak, buku ini bagus banget sih.

Begu Ganjang – Ferdiriva Hamzah

Begu Ganjang - Ferdiriva Hamzah.jpg

Ini adalah salah satu buku dari dua buku yang saya beli di bulan januari. Buku horor pertama yang saya beli. Saya suka tapi gak suka-suka banget. Suka karena bercerita tentang hantu legenda di suatu daerah. Ceritanya sangat kekinian banget tentang seorang dokter muda yang tidak percaya hal-hal mistis, dokter ini juga seorang youtubers, tapi untungnya dia gak live pas main Mobile Legend.

Cerita soal rumah sakit saja sudah menakutkan, ini dokter muda yang tidak percaya hal-hal mistis lalu bekerja di rumah sakit paling angker. Kita semua tahu apa yang akan terjadi kemudian….

Buku ini lebih kayak film yang dibukukan sih, kalo ini dibuat film saya akan kasih 2 jempol, tapi kalo buku saya kasih tepuk tangan tanpa ekspresi. Tapi cukup nyeremin… Coba deh baca.

Sebenarnya ada satu buku lagi yang saya baca, tapi saya membacanya dengan cepat. Bukunya terlalu “membosankan”. Saya membelinya saat Gramedia sedang cuci gudang, melihat warnanya yang terang dan judul berbahasa inggris saya pikir bukunya akan menarik.

Dan iya menarik. Kalau yang baca anak sekolahan atau mungkin anak kuliahan, kalo saya gak deh. Itulah kenapa saya males beli buku motivasi.

Hingga pertengahan Januari sudah baca empat buku. 50 buku pertahun gampanglah kalau bisa konsisten. Mau ngontrol budget buat beli buku juga sih sebenarnya, karena ada beberapa buku yang saya beli tahun kemarin belum selesai dibaca atau malah belum dibuka sama sekali.

Unread Books Last Year

Disruption – Rhenald Kasali

Disruption - Rhenald Kasali.jpg

Belinya pertengahan tahun kemarin dan belum selesai dibaca sampai sekarang. Haha. 528 Halaman non fiksi. Berat brooh. Baru sekitar 25% nya saja yang dibaca. Tapi saya akan baca ini sampai selesai karena memang bahasannya menarik, tentang perusahaan teknologi yang mulai mendisrupsi bisnis-bisnis konvensional.

Novel/Cerpen Sherlock Holmes – Sir Arthur Conan Doyle

Novel/Cerpen Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle

Tahun kemarin saya mulai menyukai si detektif nyentrik ini, jadi membeli beberapa novel dan kumpulan cerpennya. Beberapa sudah dibaca, beberapa lainnya masih menunggu untuk dibaca.

Apple vs Google – Fred Vogelstein

Apple vs Google - Fred Vogelstein.jpg

Cerita dua raksasa perusahaan teknologi ini akan selalu menarik sih. Sekilas mereka perusahaan yang punya bisnis berbeda, tapi sebenarnya ada banyak cerita persaingan mereka dan bagaimana dua perusahaan ini sebenarnya yang mengontrol semua yang kita lihat di internet.

Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas | Corat-coret di Toilet – Eka Kurniawan

PicsArt_01-22-05.21.26.jpg

Saya akan membaca ini secepatnya, biar bisa cari buku Eka Kurniawan yang lainnya. Belum lagi denger dari penulisnya Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas akan segera difilimkan, penasaran dengan filmnya karena ini akan jadi film untuk dewasa.

Buku Pemberian

Kumpulan Buku

Jadi sekitar februari tahun kemarin, seorang teman blogger dari Surabaya tiba-tiba ngumumin mau ngasih koleksi-koleksi bukunya. Dia mau kasih asal kita tanggung biaya ongkos kirimnya. Ya saya ambil, bisa hemat kantong untuk beberapa bulan kedepan. Saya juga sekarang mulai tertarik untuk mengoleksi buku bekas saja, lagian isinya juga sama kan sama buku barunya. Haha.

Kumpulan Ebook

Untuk ebook rata-rata berbahasa inggris, saya sedang mencoba improve my english dengan banyak membaca novel/cerpen berbahasa inggris. Ada juga ebook yang saya beli di Google Books waktu lagi promo. Belum dibaca juga. Rencana pengen beli buku fisiknya aja sih.

Islam Yang Saya Anut – M. Quraish Shihab

Islam Yang Saya Anut - M. Quraish Shihab.jpg

Hidup di dunia hanyalah sementara…. *setel lagu Tobat -Wali*

Fiiuh… jadi tulisan yang panjang ternyata. Haha. Tapi ya sudahlah, tulisan ini bakal jadi pengingat untuk saya pribadi sih. 😀

Lah kamu resolusi 2018 nya apa?


*Edited 20 Januari 2018, Judul sebelumnya “Baca Buku Apa Minggu Ini?”

 

Iklan