iGrow: Harvest Moon di Dunia Nyata

Salah satu game yang paling sering saya mainkan di PS1 saat SD adalah game Harvest Moon: Back To Nature. Kalau ke rental PS pasti mainnya itu dan tiap kali main harus ngulang dari awal karena waktu itu gak punya memory card. Saya senang karena tema permainannya tentang berkebun. Waktu kecil dulu di lingkungan saya ada banyak kebun, di rumah kakek saya dulu pun ada kebun dan banyak pohon buah, jadi saya selalu suka berkebun.

Sekarang pun beberapa kali masih main harvest moon lewat android. Tapi pake cheat. Uangnya jadi 99999999, jadi gak perlu nyangkul di gua lagi, gak perlu nyari perak atau emas untuk di jual. Hahaha. Love ke Karen, Elli dan Populi juga udah merah, tinggal langsung lamar. Selain harvest moon saya juga memainkan Farmville di facebook. masih bertema perkebunan. Saya sempat mikir mungkin enak juga kali ya kalo saya beneran punya kebun-kebun itu dan menanam jenis buah yang saya suka. Tapi kan harus jadi orang kaya dulu biar bisa beli tanah……

 

igrow-logo

 

Kalau kemarin saya mereview Flip, kali ini saya tertarik lagi dengan startup yang bergerak di bidang pertanian. iGrow juga startup favorit saya, CEO nya Andreas Sanjaya adalah salah satu orang yang menginspirasi. Saya pernah presentasi ide startup saya ke beliau, ya walaupun hanya lewat video call. Konsep iGrow sendiri simpelnya adalah bagaimana kamu bisa menanam buah atau beternak dan memantau perkembangannya lewat aplikasi. Semacam bermain farmville atau Harvest Moon tapi di dunia nyata dan waktu yang real.

Dalam pertanian kita selalu punya problem masing-masing, ada yang punya lahan pertanian tapi tak punya modal untuk membeli bibit-bibit buah, ada yang punya uang untuk membeli bibit tapi tak punya lahan untuk menanam, dan ada juga para petani yang tak punya uang dan tak punya lahan untuk bertani. Dari problem ini kemudian iGrow memberikan solusinya.

iGrow menciptakan model pertanian baru yang scalable dan efisien. iGrow menghubungkan petani, pemilik tanah, investor penanaman, dan pembeli produk pertanian untuk bersama-sama menciptakan penanaman.

iGrow Cloud

Kalau dari sisi saya yang tak punya lahan dan tak punya ilmu bertani saya anggap ini adalah investasi pada tanaman. Menariknya hasil panen yang kita akan dapatkan nanti bisa untuk dikonsumsi sendiri atau bisa juga dijual untuk dapat keuntungan. Konsep pembagian keuntungan yang dipakai iGrow adalah profit sharing.

Proses untuk berinvestasi di iGrow juga cukup mudah. Tentunya untuk mulai memilih pohon yang akan ditanam kalian harus registrasi dulu di igrow.asia untuk membuat membuat akun, lalu bisa langsung memilih pohonnya dan sudah ada harga dan prediksi return untuk tiap tahunnya untuk kamu si pemodal.

iGrow My Own Food (1)
Memilih Jenis Pohon/Hewan Ternak
iGrow My Own Food (2)
Dalam deskripsinya ada penjelasan tentang jenis pohon
iGrow My Own Food (3)
Bisa melihat langsung prediksi jumlah bagi hasil untuk 15 tahun kedepan.
iGrow My Own Food (4)
Di iGrow kalian bisa memilih untuk mewakafkan pohonnya dan hasilnya akan digunakan untuk kemashalatan umat. #Tsaaahhhhhhh

Saya kurang tahu bagaimana konsep investasi untuk bisnis lain, tapi di iGrow sendiri kalian jangan berpikir akan langsung dapat keuntungan di tahun pertama atau tahun kedua, masa iya pohon udah berbuah di tahun segitu…. Daunnya paling baru sedikit. Ini bukan nanem pohon cabe ya. Oiya, pohon-pohon yang ditawarkan oleh iGrow juga tidak seperti pohon cabe atau tomat, tapi pohon-pohon yang kalau buahnya dijual bisa menghasilkan, istilah mereka buah-buah produktif.

Bagaimana iGrow dapat untung? jadi ketika panen buah itu akan dibagi utuk kamu si Investor, petani, dan iGrow.

“Selagi tanaman yang dipilihnya tersebut terus berbuah, investor penanaman tetap akan memperoleh keuntungan bagi hasil. Dari hasil panen, pembagian keuntungannya 50 persen untuk pemodal, 40 persen untuk petani, dan 10 persen untuk iGrow. Sementara pemilik lahan mendapatkan biaya sewa lahan” – Andreas Sanjaya (29/8/16)

iGrow My Own Food (5)
Hingga saat ini iGrow sudah menanam lebih dari 10 juta pohon!!!!!

Untuk kamu yang ingin berinvestasi yang hasilnya tetap bisa kita nikmati bertahun-tahun kemudian, bahkan saat kita meninggal pun hasilnya tetap bisa dinikmati oleh anak-anak atau cucu kita, bisa memilih berinvestasi di iGrow. Saya pun tertarik untuk mencobanya. Hanya mungkin belum sekarang, saya merasa agak “rugi” jika hanya berinvestasi untuk satu pohon, lebih baik lebih 5-10 pohon biar hasilnya berasa.

iGrow bukanlah semata produk dengan visi komersial saja, tapi juga punya misi besar untuk bisa melestarikan kehidupan di bumi. Menciptakan ketahanan pangan yang dapat diakses secara adil dan merata bagi semua manusia di bumi. ~iGrow.asia

Bagaimana? seperti bermain game Harvest Moon kan? Cuma untuk cari istri di dunia nyata gak semudah di game itu yang hanya kasih bunga tiap hari. 😦


 

Igrow Indonesia
http://www.igrow.asia

 

Iklan

12 thoughts on “iGrow: Harvest Moon di Dunia Nyata

Add yours

  1. Baru kali ini tau ada yg model bginian. Klo pemodal penanam pemilik saham trus bagi hasil… Itu udah tau.. cuma bukan versi canggih kyk gini. Klo sdh 10jt portofolio pohon mereka, mestinya udah bagus ya. Menarik… Hmm

  2. my favorite game pas masa kecil kalo ga super mario ya mario bros,
    atau tamagochi. pokoknya gitu deh game-game receh wk.
    uniknya gara-gara super mario gue kepengen jadi sang petualang,
    sama kaya lu yang mau jadi tukang kebun gara gara game perkebunan.
    bedanya impian gue ga bisa pake aplikasi i grow,
    kalo lu bisa 😦

  3. gokillll… keren ya, startup semakin berkembang pesat di segala bidang. Bukan cuma bidang-bidang e-commerce yang udah cukup mainstream, tapi bidang pertanian juga ada, canggih dan visi misinya oke. Hmm, kurang berfaedah ah pake cheat di harvest moon :”)

Abis baca-baca gak mau komentar dulu nih? Sinilah.. diskusi kita. :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: