Keluar dari Zona Komedi

Tahun ini bisa dibilang hubungan saya dan buku sangat baik, di tahun ini saya lebih banyak baca buku, lebih sering membeli buku, terlibat dalam kegiatan yang berhubungan dengan buku dan project web tentang buku. Saya akan mulai dengan target membaca yang saya cantumkan di Goodreads tahun 2016.

wp-1482921380641.jpg

*Target membaca saya adalah 12 buku (1 buku/bulan), Gak masang target tinggi. Hasilnya melebihi target, 12 buku itu yang saya beli dan dibaca, 5 buku lainnya saya baca lewat aplikasi iJak, 3 eBook yang saya download.

Saya memulai tahun 2016 dengan buku Kitab Lupa dan Gelak Tawa milik Milan Kundera. Walaupun bentuknya cerita-cerita pendek, saya agak kesulitan membacanya. Ini adalah buku novel terjemahan pertama yang saya baca. Kesulitan saya adalah memahami cerita yang berlatar di luar negeri. Yang menarik dari buku ini ada cerita sejarahnya, soal propaganda, politik pada masa setelah perang dunia ke II.

Bacaan awal tahun saya juga ada buku Majelis Tidak Alim, buku komedi dari Soleh Solihun yang berisi materi komedinya saat spesial shownya dengan judul yang sama. Buku ini semacam memoar dari Soleh Solihun. Buku selanjutnya ada Passion 2 Performance dari Rene Suhardono, buku ini masuk kategori buku motivasi. Ini buku motivasi kedua yang saya beli selama hidup. Haha. Entah kenapa saya tidak terlalu tertarik dengan buku motivasi.

Di tahun ini pula saya menemukan cinta, saya jatuh cinta dengan karya-karya Eka Kurniawan. Kalo Eka Kurniawan adalah seorang wanita mungkin saya siap menjadi wota garis keras Eka. Menurut saya dia genius, saya menyesal baru mengenal karyanya di tahun ini, saat dia mulai disorot oleh banyak media luar negeri. Saya memulai dengan karya terbarunya ‘O‘. Sebuah rally panjang, butuh 2 bulan untuk saya membaca buku ini. Saya membacanya hanya kalau benar-benar ada waktu kosong karena ingin menikmati ceritanya.

Karya Eka lainnya adalah Lelaki Harimau, walaupun agak gantung bacanya karena tipis, tapi saya benar-benar suka. Saya suka karakter Margio yang menggambarkan saya dulu. haha. Untung saya gak sampai membunuh Anwar Sadat. Cantik itu Luka dan Corat Coret di Toilet saya baca lewat aplikasi iJak. Tapi karena kurang puas, saya berencana membeli buku fisiknya nanti. Mungkin tahun depan.

Sebuah buku psikologi The Introvert Advantage: How to Thrive in an Extrovert World karya Marti Olsen Laney jadi salah satu buku favorit saya tahun ini. Saya memang sedang mencari buku-buku yang membahas tentang Introvert, satu buku lainnya yang ingin saya baca adalah Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking karya Susan Cain, sayangnya di beberapa toko buku daring stoknya kosong. Saya sedang coba memesan langsung ke penerbitnya langsung.

Komik, saya akhirnya membeli komik. Saya tidak pernah punya koleksi komik karena cepat bosan. Komik menurut saya bukan sesuatu yang menarik lagi jika dibaca berulang-ulang. Tapi saya tetap membeli karena saat itu lagi diskon. Haha. Dengan uang Rp50.000 saya dapat 2 komik biographic novel Mahatma Gandhi & Che Guevara. 2 buku lainnya adalah Digital Nation Movement & Banyak Jalan Menuju Tuhan. Oiya.. ditambah buku Damai Bersama Gusdur.

Sejak awal tahun saya mulai tertarik dengan dunia startup, sempat ikut kompetisinya dan gagal. Haha. Ide saya adalah platform yang menghubungan para pecinta buku, dimana mereka bisa saling meminjamkan buku. Pengetahuan yang kurang soal dunia startup akhirnya saya membeli buku Startuppedia, yang membahas cara membangun startup ala Silicon Valley.

Akhir Tahun saya malah kalap beli buku gara-gara HARBOLNAS. Ada 7 buku yang saya beli dengan harga menarik. Tapi baru 2 buku Dari Twitwar ke Twitwar punya Arman Dhani dan Tamasya Bola: Cinta, Gairah dan Luka Dalam Sepakbola karya Darmanto Simaepa yang saya baca. Masih ada sepaket buku Dilan & Milea milik Pidi Baiq yang menunggu dibuka plastiknya.

Petualangan membaca saya tahun ini tidak membawa saya ke banyak negara, hanya ke Ceko lewat Milan Kundera. Petualangan ini membawa saya untuk mencintai karya fiksi lewat Eka Kurniawan, membawa saya ke dunia bisnis teknologi lewat startuppedia dan membawa saya mengenal diri sendiri lewat buku Introvert Advantage. 

Tahun ini saya keluar dari zona buku komedi, tahun-tahun sebelumnya saya sangat suka buku yang bergenre komedi, tahun ini mungkin gak ada yang bagus lagi atau emang masanya udah lewat. Gak tau.

Tahun depan saya sudah memasang target untuk lebih banyak membaca buku fiksi. Hmmm… Mungkin bisa dimulai dari buku Tere Liye. Haha. Saya punya beberapa teman yang tidak suka dengannya, tapi lebih banyak lagi yang suka. Saya harus membaca semua bukunya. Harus. Err… Saya juga penasaran dengan Bara. 😏

Iklan