3 menit.

Dulu kayaknya dengar omelan guru atau orang tua, 3 menit berasa 3 jam. Sekarang dapat kesempatan presentasi 3 menit rasanya kayak 30 detik.

Rabu kemarin saya ke Grapari Telkomsel Gorontalo untuk presentasi startup yang sedang saya bangun. Presentasi ini dalam rangka kompetisi The NexDev yang sekarang dalam tahap final regional, dimana dari 80 startup yang lolos kualifikasi awal akan dipilih lagi 20 startup untuk berkompetisi di nasional.

phases-of-nextdev-2016-2-1024x398

Tahapan Kompetisi The NextDev 2016

Saya beruntung mendapatkan wildcard ke 80 besar karena menang rocket pitching saat pelaksanaan Roadshow The NextDev di kota saya. Jadi saya tidak perlu bersaing dengan 1000an startup yang mendaftar tahap awal. Walaupun ini jadi sedikit beban karena saya harus membuktikan bahwa saya pantas lolos ke final regional.

3 menit, itu waktu yang diberikan untuk presentasi, 3 menit untuk menjelaskan Problem, Solution, Product, Market Validation, Business Model & Team. 3 hari sebelumnya saya sudah menyiapkan presentasi dan jadinya ada 7 slide, itu artinya saya hanya punya waktu sekitar 25 detik untuk menjelaskan 1 slide.

Saya bukan orang yang banyak bicara, tapi kalau dikasih kesempatan membicarakan sesuatu yang saya paham dan concern pada topik itu saya bisa berbicara cukup lama. Pernah saya diundang untuk jadi pemateri di salah satu pengkaderan organisasi dan saya bicara 2 jam! Gak full ngomong sih, 50% nya diskusi. πŸ˜…

Jadwal pitching regional 3 & 4

Saya pikir dapat urutan terakhir akan menyenangkan karena bisa belajar dari tim-tim sebelumnya, ternyata saya salah. Tiap tim dipanggil satu-persatu ke dalam ruangan untuk presentasi ke juri yang ada di Jakarta. Jadi proses penjuriannya lewat video conference, dan tiap tim akan diberi waktu 3 menit presentasi dan 3 menit tanya jawab.

Saat tim pertama masuk, saya pikir ya sudahlah. Toh saya sudah latihan, sekarang tinggal eksekusi aja dan rileks. Saat mereka keluar saya malah jadi sedikit tegang karena dengar cerita mereka, tim kedua masuk dan keluar pun saya malah tambah tegang karena dengar mereka kehabisan waktu menunjukan operasi aplikasinya. Yang saya khawatirkan cuma 1, tidak bisa menjelaskan seluruh slide karena kehabisan waktu. Padahal di akhir saya harus menyampaikan visi kenapa saya buat platform ini.

Tiba giliran…

Masuk, taruh tas, hape, dikasih pointer, berdiri di depan kamera, masih ngatur posisi, tiba-tiba jurinya bilang….

KALIAN SEMUA SUCI, AKU PENUH DOSA!!!!

Eh ternyata yang ditayangin malah videonya Awkarin feat YongLek. 😎

Video conference dengan juri. (Sumber: @The_NextDev)

Saya memulainya dengan cepat, menjelaskan problem, solution, product, marketing validation, business model & team dengan cepat, sampai-sampai waktu masih tersisa 30 detik presentasi saya sudah selesai. Sepertinya saya kecepetan. Tapi saya berhasil menyampaikan visi saya di akhir. 

Social impact. Itu yang saya sampaikan di akhir presentasi, saya ingin membangun startup yang tidak hanya untuk mengejar profit tapi juga punya dampak di masyarakat dan ikut berperan untuk menyelesaikan problem. Ya tentu dengan cara tersendiri menggunakan teknologi.

Target utamanya bukan untuk juara kompetisi ini, hanya saja saya berharap lewat kompetisi ini saya bisa dapat pengalaman dari orang-orang yang memang sudah lama berkecimpung di dunia startup. Selain itu untuk membangun awareness BarBuku.

Saat ini BarBuku.com belum launching, masih dalam tahap uji coba, masih perlu pengembangan lagi untuk webnya, produk-produknya juga masih dikembangkan. Masih harus terus validasi lagi, mencari partner untuk kolaborasi. Semoga bisa secepatnya beroperasi. Doakan.

Iklan