Aku dilahirkan di sebuah pesta yang tak pernah selesai

Aku dilahirkan di sebuah pesta yang tak pernah selesai
selalu saja ada yang datang dan pergi hingga hari ini

ada bunga putih dan ungu dekat jendela di mana mereka dapat memandang dan merasakan kesedihan dan kebahagiaan
tak ada menjadi miliknya

ada potret penuh debu, potret mereka yang pernah hadir dalam pesta itu entah sekarang di mana setelah mati
ada yang merindukan kubur bagi angannya sendiri yang melukis waktu sebagai ular
ada yang ingin tidur sepanjang hari bangun ketika hari penjemputan tiba agar tidak merasakan menit-menit yang menekan dan berat

di sana ada meja penuh kue aneka warna, mereka menawarkannya padaku, kuterima kucicipi semua, enak!
itulah sebabnya aku selalu lapar
sebab aku hanya punya satu, kemungkinan!

Tuhanku aku terluka dalam keindahan-Mu.

~Widji Thukul

————

26 Agustus. Saya lebih mengingat hari ini sebagai Ulang tahun Widji Thukul daripada ulang tahun saya. Karena hari ini orang-orang akan mengenang lagi Widji Thukul, kemana dia? Sudah 18 tahun dia tak pernah pulang. 18 tahun Negara diam.

Seperti biasa, tak ada perayaan. 25 tahun….. Gak tua-tua amat lah. Setidaknya hingga umur 30 saya masih akan dianggap pemuda oleh Undang-undang. Terima kasih untuk ucapan dan doanya. Doa saya juga untuk kalian. Terima Kasih. Selamat ulang tahun Widji Thukul. LAWAN!

Iklan