Nusawarna ajak Pasukan Hebat ke Kota

Sesuatu yang biasa bahkan remeh bagi kita, adalah hal luar biasa bagi mereka.

Saya akan memulainya dengan memperkenalkan apa itu Nusawarna. Komunitas Nusawarna adalah komunitas peduli pendidikan Nusantara dengan konsep mengajak anak-anak untuk berani bermimpi dan mewujudkannya. Mereka menyebut anak-anak didiknya sebagai pasukan hebat. Saat ini komunitas Nusawarna berfokus pada pendidikan anak-anak kepulauan, khususnya anak-anak di dusun Botongo, Pulau Dudepo, Kabupaten Gorontalo Utara. Disana mereka membangun sebuah rumah semi permanen yang dinamakan Ruang Mimpi.

LOGO NUSAWARNA

Bulan ramadan lalu saya sempat cerita di blog soal kegiatan #NgabubuRead yang bertujuan menularkan minat baca, itu pertama kali saya bekerja sama dengan Komunitas Nusawarna. Setelah itu mereka punya event Nusawarna Day, mereka melakukan open recruitment relawan pengajar untuk anak-anak pulau Dudepo, Saya pun ikut. (rencananya, tapi gak jadi). Ceritanya nanti lah, di post yg lain. ๐Ÿ˜ฆ

Baca juga : #NgabubuREAD with Komunitas Nusawarna

Seminggu sebelumnya dapat info dari foundernya (Aikha) bahwa Nusawarna akan melakukan event lanjutan dari Nusawarna Day, mereka akan mengajak anak-anak didiknya dari Pulau Dudepo untuk jalan-jalan ke Kota. Jarak antara kampung mereka dengan kota sebenarnya gak jauh-jauh amat, cukup naik kendaraan darat selama sejam dan setengah jam naik perahu. Tapi anak-anak ini belum pernah sekalipun ke kota. Nah teman-teman Nusawarna ingin mewujudkan itu. Minggu, 7 Austus 2016. Pasukan hebat berangkat ke kota.

Perjalanan Pasukan Hebatย  dimulai dari dusunnya, naik perahu hingga pelabuhan dan dilanjutkan dengan menaiki bus milik Pemkab Gorontalo Utara. Perjalanan ke kota sekitar sejam, dan agenda mereka yang saya tahu dari founder komunitas Nusawarna adalah ke rumah adat Gorontalo di limboto lalu lanjut ke Gramedia Gorontalo. Tapi ternyata karena waktu yang sangat mepet, mereka tidak lagi sempat ke Rumah adat tapi langsung ke Gramedia karena jadwalnya adalah pukul 10 pagi.

Saya baru datang ke Gramedia pukul… 10.30 WITA. Padahal informasinya disuruh datang pukul 9.20 WITA. Let me introduce myself , my name is Erick ‘Always Late’ Paramata. HAHAHA. gak deng! ada ceritanya nanti. ๐Ÿ˜€

Sampai di Gramedia saya tidak melihat tanda-tanda rombongan, saya mikirnya mereka sudah ke tempat selanjutnya. Saya sempat menelpon seseorang dan mengirim chat ke foundernya. Mereka ada di bagian buku komik. Disitu anak-anak Pasukan Hebat sudah duduk manis dan kegiatan selanjutnya mereka dipandu oleh karyawan Gramedia Gorontalo.

Pukul 12.00 agenda mereka di Gramedia selesai, setelah diajak berkeliling dan membeli buku, para Pasukan Hebat menuju ke tempat selanjutnya, Waterboom Tiara Park. Hal yang menegangkanย  setelah dariย  Gramedia adalah turun dari eskalator. Terlihat mudah, tapi sebenarnya tidak. Mereka anak-anak berumur 6-12 tahun yang pertama kali datang ke Mall dan melihat eskalator. Sulit karena berbahaya jika membiarkan mereka berjalan sendirian, saya yang sempat membantu seorang anak untuk turunย eskalatorย saja udah deg-degan, saya saja dulu kursus 6 bulan belajar naik eskalator, Allhamdulillah sekarang sudah jago, bisa lepas tangan. ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Dari Gramedia beberapa dari kami menuju langsung ke Waterboom Tiara Park sedangkan anak-anak Pasukan Hebat diajak ke Masjid Agung Baiturrahim untuk sholat dzuhur. Di Waterboom Tiara Park anak-anak pasukan hebat langsung mengganti pakaian, mereka tidak sabar untuk bermain di kolam renang.

Berenang tentu bukan hal baru bagi anak-anak ini, mereka tinggal di pulau, terbiasa berenang di laut. Tapi hari itu saya bisa melihat kegembiraan di wajah-wajah mereka, mereka berlarian kesana-kemari, naik perosotan. Saya saat itu duduk di samping para orang tua yang ikut mendampingi mereka, terlihat jelas sedikit kepanikan karna anak-anak ini tak mau diam. Saya hanya memperhatikan, lagi pula kolam renangnya tidak terlalu dalam. ๐Ÿ˜„

Agenda selanjutnya sebelum mereka kembali ke rumah adalah makan siang, siang itu kami di jamu langsung oleh Wakil Bupati Gorontalo Utara, Bapak Roni Imran. Sempat menyampaikan aspirasi, dan bapak Wabup berjanji akan mengunjungi pulau Dudepo. Sayangnya Aikha (Founder Nusawarna) gak nyinggung soal pendidikan, eh mungkin saya yang gak nyimak. Hehe. ๐Ÿ˜€

Tadinya urung untuk ikut karena pasti akan jadi orang asing disitu (Next post: Stranger in Group), tapi saya bersyukur bisa tetap hadir, melihat anak-anak gembira saya juga ikut senang. Melihat kepolosan mereka, wajah bahagia mereka saat di toko buku, di kolam renang. Hal-hal yang biasa bahkan remeh bagi kita, tapi luar biasa bagi mereka. ๐Ÿ™‚

ย —

ย *Seluruh foto yang ada di post ini diambil dari Halaman Facebook Nusawarna (soalnya hasil foto di Hape saya gak bagus dan gak banyak foto-foto juga)

Iklan