Puzzle Itu dinamakan “O”

“Fiuuhh….”
Akhirnya selesai juga. Ini adalah buku yang membutuhkan waktu lama bagi saya untuk membacanya. Butuh waktu 2 bulan hingga akhirnya saya sampai di halaman terakhirnya. Saya memang menyicil untuk membacanya, bukunya cukup tebal.

Eka Kurniawan. Nama itu baru bagi saya yang sangat jarang membaca novel. Baru beberapa bulan belakangan setelah membaca beritanya tentang penulis Indonesia yang karyanya diakui dunia internasional, saya mulai banyak mencari tahu tentangnya.

Buku ini kalau kalian belum pernah baca reviewnya, mungkin gak akan terlalu menarik saat melihatnya di toko buku. Judulnya hanya 1 huruf, bagian belakang buku yang biasanya ada blurb soal topik utama cerita, di buku ini hanya ada kalimat “Tentang seekor monyet yang ingin menikah dengan kaisar dangdut”.

Yang saya tidak sangka adalah kenapa cerita tentang monyet bisa semenarik ini. Monyet yang percaya bahwa suatu saat nanti dia akan menjadi manusia. Lebih menarik lagi si monyet bukanlah tokoh satu-satunya dalam buku ini, walaupun judul bukunya adalah ‘O’ si monyet, tapi di buku ini ada tokoh lainnya seperti Siti si kakatua, Kirik si anjing kecil, Manikaya si tikus peramal, tapi novel ini bukan hanya bercerita tentang hewan, ada manusia juga di dalamnya.

Saya sebut buku ini seperti puzzle, kita diajak menyusun kepingan-kepingannya sampai utuh. Kita menyusunnnya secara acak, sehingga tidak terbayang gambar apa yang akan dihasilkan. Buku ini tidak bisa ditebak jalan ceritanya. Tapi pada akhirnya semua lubang tertutupi, tidak ada karakter yang hanya lewat sepintas, semua karakter dalam buku ini penting, mereka saling berkaitan dan membentuk cerita yang utuh.

Kalo orang membaca novel, biasanya mereka akan coba masuk mendalami karakter novel itu. Kalo saya, tokoh ‘O’ si monyet seperti masuk ke diri saya, O yang percaya bahwa di masa depan nanti akan menjadi manusia, walaupun orang (hewan sih lebih tepatnya) disekitarnya menyangkali itu dan menganggap dia monyet gila. Saya pun punya keyakinan yang dianggap gila oleh orang-orang.

Ini bukan review, tapi kalo dianggap review silahkeun. Saya menulis ini karena buku ini benar-benar menarik. Jadi tidak salah dunia internasional menganggap Eka Kurniawan adalah penulis yang bagus. Setidaknya sekarang saya sudah punya jawaban lain kalo ditanya siapa saat rawan favorit. Tidak lagi hanya PAM, sekarang ada Eka Kurniawan. 😌

Iklan

7 thoughts on “Puzzle Itu dinamakan “O”

  1. Saya juga baru mulai membaca karya-karyanya Eka, mas. Saya mulai dengan ‘Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” dan saya langsung jatuh cinta dengan gaya bahasa dan bagaimana Eka bercerita.

    Saya baru membeli ‘O’ namun belum sempat saya baca, karena baru saja akan memulai membaca “Lelaki Harimau”

Abis baca-baca gak mau komentar dulu nih? Sinilah.. diskusi kita. :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s