Malam pasang lampu (Tumbilotohe)

Seharian ini saya habiskan di kamar, sejak kemarin badan saya pegal-pegal dan rasanya mau sakit. 3 hari ini memang tubuh saya dipaksa kerja keras, tugas tahunan tiap menjelang lebaran adalah mengecat rumah, belum lagi sabtu kemarin di rumah melakukan tradisi tiap ramadhan, buka puasa bersama.Karena pekerjaan-pekerjaan itu saya jadi tidak bisa menikmati malam pasang lampu atau tumbilotohe. Sebenarnya saya memang jarang jalan-jalan sih, sejak kecil dulu tiap malam pasang lampu saya hanya jalan-jalan saja di sekitar kompleks sambil membawa obor dan beberapa petasan cabe.

Saya tidak akan menuliskan banyak, saya ingin memperlihatkan apa itu Tumbilotohe.. 


(foto-foto di atas dari facebook teman saya Fadly Umadji)

Tradisi turun-temurun ini dilaksanakan setiap malam terakhir ramadan, tepatnya di 3 malam terakhir. Tradisi ini menandai berakhirnya bulan ramadan dan persiapan menyambut idulfitri. Dulu katanya lampu-lampu botol yang ditaruh dipinggir jalan dipakai oleh orang zaman dulu sebagai penerang jalan saat mau berangkat ke masjid. 

Tapi kakek saya pernah cerita, lampu-lampu botol yang dipasang sejak selesai maghrib hingga waktu subuh itu sebagai penanda bagi malaikat, agar datang ke rumah untuk mendapat rahmat malam Lailatul Qadar.

Yang penasaran dengan foto-foto lainnya bisa searching di sosmed memakai tagar #Tumbilotohe.😄

Iklan

One thought on “Malam pasang lampu (Tumbilotohe)

Add yours

Abis baca-baca gak mau komentar dulu nih? Sinilah.. diskusi kita. :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: