Batal puasa karena warung makan

👩: Puasannya dibatalin aja ya..
👦: Nggak bu, masih tahan.
*30 menit kemudian*
👩: Masih kuat?
👦: Emm…Haus bu. 😣
👩: Ya udah beli minum ya.
👦: Nanti aja lah bu, kalo sampe rumah.
*5 Menit kemudian pas lewat warung makan*
👦: Bu, lihat ada ikan goreng, sayurnya wortel.
👩: Mau makan disini?
👦: Iya, buka disini aja. Hehe ☺

Saya lupa itu kelas 3 atau 4 SD saat puasa saya digoda oleh warung makan. Saat itu seperti kebiasaan menjelang lebaran, ibu mengajak saya pergi ke toko untuk membeli baju baru untuk hari raya. Kita bisa berangkat pagi dan pulangnya menjelang berbuka puasa. Iya, lama banget. Karena Ibu tidak hanya untuk membeli baju saya tapi juga perlengkapan untuk lebaran, mulai dari toples kue, taplak meja sampai vas bunga.

Seorang anak kelas 3 SD masih belajar puasa tapi udah diajak keliling dari toko ke toko. Di tengah teriknya matahari, di sekeliling orang-orang berlalu lalang, dan diantara para penjual takjil. Melihat saya yang kecapaian Ibu mungkin kasihan, jadi selalu menawarkan untuk berbuka puasa lebih dulu. Sampai akhirnya melihat lauk kesukaan, saya pun tergoda dan membatalkan puasa. Waktu itu kata Ibu habis makan puasanya bisa dilanjutin lagi sampai Magrib. Saat itu saya masih belajar puasa, jadi gak apa-apa lah ya. Bahkan mungkin saya belum mengenal apa makna puasa. Yang saya tau adalah, Orang tua saya puasa, saya juga ikut puasa. Orang tua saya ke masjid, saya juga ikut ke masjid. Itu.

Udah gede, mulai paham apa itu puasa, kenapa kita harus puasa. Dan diumur sekarang ini puasa bukan lagi soal nahan lapar dan haus, tapi soal nahan hawa nafsu. Ini lebih sulit daripada nahan lapar. Nah! Pikiran saya, orang-orang di luar sana juga gak lagi bermasalah dengan lapar dan haus. Tapi ternyata salah, orang-orang masih saja mempermasalahkan warung yang buka siang hari. Kembali ke cerita diatas, ketika saya tergoda untuk buka puasa apakah Ibu saya juga ikut berbuka? Tidak. Dia tetap berpuasa dan hanya menunggu saya makan. Disitu saya berpikir orang dewasa puasanya sudah bukan lagi tentang lapar dan haus. Ya. Saat itu saya yakin ibu saya sedang bergelut dengan nafsu belanjanya, antara beli baju untuk saya atau beli taplak meja, syukurlah saat itu Ibu bisa menahan nafsunya untuk tidak membeli banyak taplak meja, saya pun beruntung, hari raya pakai baju baru, bukan pakai taplak meja. 😂

Ada apa dengan kita?
Akhir-akhir ini saya selalu kepikiran, sebenarnya ada apa dengan kita. Tiap hari yang diomongin agama, debat sana-sini. Kalo ngomongin agama seakan-akan udah pada jago, haram lah, bid’ah lah, kafir lah. Udah agama yang diomongin tiap hari masih aja banyak yang  TOLOL, suka nyebarin fitnah, bully orang, prasangka buruk ke orang lain. Jangan-jangan agama tidak berhasil membuat orang menjadi lebih baik dan santun? terus buat apa kita beragama?? #CieeGitu *dikeplak Zakir Naik*

Bagi saya soal Agama adalah urusan pribadi, urusan sholat dan puasa adalah urusan seorang hamba dan Tuhannya. Tak perlu ada peraturan untuk itu, jika seorang muslim tau apa kewajibannya, tau apa yang diharamkan untuknya, maka tak perlu aturan-aturan itu. Saya tidak percaya aturan bisa merubah seseorang menjadi lebih baik, saya percaya kedewasaaanlah yang membuat kita lebih baik.

Orang-orang kita sekarang yang sering mengharamkan, membid’ah, dan mengkafirkan juga jarang Tabbayun (Teliti) padahal dalam Qur’an udah dikasih tahu, jadi orang-orang ini sebenarnya agamanya apa?

Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.
[QS. Al-Hujurat: Ayat 6]

Makanya saya paling takut share berita dari sumber gak jelas, ada satu tulisan menarik yang bisa dibaca tentang Panduan agar tidak tolol di internet (Mojok.co)  Oleh Arman Dhani.

Ya sudah.. saya lama mikir ending dari tulisan ini gak nemu. Jadi saya akhiri dengan Wabillahi taufiq walhidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh (Semoga diberi petunjuk dan hidayah oleh Allah SWT Semoga rahmat selalu dilimpahkan kepadamu.) 🙂

 

Iklan

Abis baca-baca gak mau komentar dulu nih? Sinilah.. diskusi kita. :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s