#NgabubuREAD with Komunitas Nusawarna

Saya mengenalnya dengan istilah Perpustakaan Punggung dari A’an Mansyur, saat itu dia di undang di Mata Najwa dan bercerita tentang gerakannya yang menggelar perpustakaan kecil di kampus, disebut perpustakan punggung karena semua bukunya dibawa dengan tas punggung. Saya suka ide itu, maka saya berpikir untuk melakukannya di daerah saya. Hanya saja saya selalu pesimis kalo melakukannya sendirian, sampai akhirnya di beranda facebook saya melihat postingan dari mas Amran:

Sore ini mewakafkan diri bersama koleksi... - Amran Mind Freedom - Facebook 2016-06-18 09-12-40

Melihat mas Amran yang juga melakukan hal yang sama, sendirian. Saya bersemangat lagi. Masalahnya hanya satu, koleksi buku saya tidak banyak, saya butuh beberapa teman yang mau ikut atau setidaknya meminjamkan bukunya. Beberapa yang saya hubungi tidak memberikan respon, mungkin sibuk. Semangat pun mulai berkurang. Saya sempat membuat post facebook dengan membagikan gambar diatas. Tujuannya sebenarnya sih curhat . Tak lama respon datang dari orang yang bersemangat juga ingin membuat gerakan yang sama. Awalnya saya tak terlalu menanggapi, karena pertama saya tidak mengenalnya, kedua saya juga mulai tak tertarik lagi. Tapi saat orang ini bilang dia siap membawa 50an buku novel dan komik, saya malah kaget dan bertanya ini beneran mau?? Saya bertanya itu karena sebagian besar dari kita kan biasanya hanya bersemangat di awal (itu saya) tapi kemudian hanya jadi wacana, contohnya janjian bukber. 😁

Namanya Aikha, founder komunitas Nusawarna. Kami kemudian saling berkirim pesan di facebook untuk membicarakan kelanjutan kegiatan ini. #NgabubuRead yang semula akan dilaksanakan hari sabtu dimajukan jadi hari Jum’at karena si Aikha ini ada urusan lain di hari sabtu. Saya sih oke-oke saja, karena saya memang berharapnya ke Aikha ini untuk membawa banyak buku. 😁
Saya saat itu pikirannya lebih baik #NgabubuRead dimulai pukul 3 sore biar waktunya lebih banyak untuk orang yg mau membaca, tapi karena jam segitu teman-teman Nusawarna masih sosialisasi untuk rekrutmen volunter, maka diundur pukul 4. Saya pun beristirahat sejenak dan tertidur…..

PUKUL 4!!!
Bangun-bangun sudah pukul 4 sore! Telat! Belum sholat! Di Whatsapp ada pesan dari Aikha menanyakan saya ada dimana. Jawaban standar saya jawab ‘Sudah di jalan’. Hahaha. 😁

Setelah sampai di Taman Kota pun saya kesulitan menghubungi Aikha karena ternyata saya tidak punya paket data untuk membalas WhatsApp. Beruntung masih ada sisa pulsa Rp. 300 rupiah yg cukup mengirim satu kali SMS. Penting untuk dihubungi karena saya belum pernah bertemu dengannya sebelumnya. Orangnya seperti apa saya tidak tahu sama sekali. Ingat, kami hanya berkenalan lewat facebook.

Di taman itu ada sekumpulan orang yang sedang duduk, saya coba mendekat tapi masih ragu. Sampai akhirnya saya bertanya “Teman-teman dari Nusawarna ya? Saya Erick”. Yang terjadi saat itu adalah Awkward Moment bagi saya. Pertama saya telat setengah jam. Kedua, saya bingung bagaimana berbasa-basi. Belum lagi raut wajah mereka entah kecewa atau kesal karena taman saat itu sangat sepi. Atau mungkin mereka kesal karena saya datang telat. Maap. 😣

Selanjutnya kami mulai mengatur buku-bukunya.

image

image

image

image

13445619_286946061639561_3921916195778354733_n
Sumber: FB Nusawarna
13418930_286946011639566_4127203209474857382_n
Sumber: FB Nusawarna
13435529_286946031639564_5698676154273521790_n
Sumber: FB Nusawarna
13406893_286946084972892_6321928432523784080_n
Mz, pindah mz. Udah penuh. Sumber: FB Nusawarna

Kami baru mulai jam setengah 5, sempat terpikir untuk pindah ke taman lain atau ke depan kampus saja. Cukup lama kami menunggu…

30 Menit

45 Menit…

3600 Detik…

TAK ADA YANG DATANG MEMBACA!!!!

20160617_171332
Pandangan 180 derajat. Tamannya Sepi seperti…. ahsudahlah. Diujung sana ada yang pacaran pulak!!

20160617_171046.jpg

 

20160617_171113.jpg

20160617_171504

20160617_171557

Hanya ada seorang bapak-bapak yang datang sambil menggendong anaknya, dia tidak membaca, hanya bertanya-tanya. Karena masih sepi Teman-teman komunitas Nusawarna minta izin untuk rapat. Sambil menunggu, saya membaca buku Eka Kurniawan.

Waktu menunjukan setengah 6 sore, menjelang waktu berbuka. Maka #NgabubuRead hari itu kami akhiri. Agak kecewa sih, tapi ya mau gimana lagi. Mungkin kegiatan kami persiapannya dadakan, mungkin hari Jum’at bukan hari yang ramai untuk orang datang ke Taman. Mungkin ini salah Jokowi. Gak tau lah. Yang pasti agak kecewa.

Kenapa saya ingin buat #NgabubuRead sebenarnya ingin membuktikan bahwa survei salah satu lembaga internasional yang mengatakan orang Indonesia itu malas baca dan hanya ada perbandingan 1:1000 artinya hanya ada 1 dari 1000 orang yang rutin membaca tiap bulannya. Saya ingin membuktikan itu salah lewat #NgabubuRead ini. Cuma ya mungkin masih perlu waktu yang panjang untuk membuktikannya. 😄

Saya berterima kasih pada Teman-teman Nusawarna sudah mau ikut padahal mereka juga sedang sibuk mempersiapkan kegiatannya. Terima kasih. Semoga kita bisa bekerja sama lagi di lain waktu. πŸ™‚

 


Tentang Nusawarna

Nusawarna merupakan komunitas peduli pendidikan Nusantara dengan konsep mengajak anak-anak untuk berani bermimpi dan mewujudkannya. Gerakannya menarik, karena yang saya lihat tujuan mereka jangka panjang. Saat ini mereka sedang melakukan Open Recrutment Volunteer. So untuk kalian yang berdomisili di Gorontalo dan tertarik dengan pendidikan kalian bisa mendaftar dengan mengisi form ini: bit.ly/FormNusawarna1

Info lebih lengkap bisa ke Fan Page Facebook mereka di sini: https://www.facebook.com/KomunitasNusawarna/

Saya tertarik untuk ikut, semoga waktu pelaksanaanya nanti tidak bertabrakan dengan hari pertama saya masuk kantor. πŸ˜›

Iklan

7 thoughts on “#NgabubuREAD with Komunitas Nusawarna

  1. Iya, minat baca Indonesia emang parah banget.

    Peringkat minat baca Indonesia dalam data World’s Most Literate Nations berada di urutan 60 dari 61 negara. – jppn.com

    Kira-kira nanti konsepnya baca ditempat ?? Mengingat novel tidak selesai dalam satu-dua jam saja. Mungkin bisa saya ikuti di tempat saya nanti πŸ™‚

  2. Nelangsa banget melihat banyak tumpukan buku bagus, tapi gak ada yang baca,
    Sayangnya jauh sih ya bang, andai di purwokerto mungkin banyak tuh yg baca πŸ˜€

Abis baca-baca gak mau komentar dulu nih? Sinilah.. diskusi kita. :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s