Ramadan kali ini

Ketika tangan tak mampu menjabat
Ketika kaki tak mampu melangkah
Hanya hati yang mampu berbisik
Mohon maaf lahir dan batin.

Erick, Raisa, Pevita, Maudy Ayunda dan Isyana sekeluarga mengucapkan, selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1437 H. πŸ™‚

Kurang lengkap rasanya kalau malam sebelum Ramadhan atau malam sebelum Idul Fitri kita gak dapat broadcast BBM atau Sms seperti itu. Sedikit mengganggu karena semua teman mengirim pesan yang sama, tapi tahun ini saya merindukannya. Malam tadi tak ada satu pun broadcast BBM yang masuk. Mungkin karena di kontak BBM saya bukan lagi anak-anak alay yang dulu saya kenal, mereka sekarang adalah para pekerja dan ibu rumah tangga.

Syukur Allhamdulillah masih bisa ketemu lagi sama Ramadan tahun ini. Ramadan 3 tahun belakangan ini saya mempunyai status yang berbeda mulai dari seorang MaTeLu (Mahasiswa telat lulus), kemudian setelah lulus menjadi seorang Pengangguran, Ramadan tahun ini saya jadi karyawan. Ya walaupun belum masuk kantor karena masih menunggu penempatan tapi setidaknya saya sudah diterima kerja di bidang keahlian saya, akuntansi.

Tapi selain itu ada yang berbeda dan selalu sama di Ramadan tahun ini, hal-hal yang remeh tapi beberapa sangat mengganggu.

Iklan Marjan

Iklan produk ini udah dianggap pertanda ramadan akan datang bahkan sebelum pemerintah melakukan sidang isbat untuk penentuan ramadan, mereka tiap tahun selalu membuat iklan bertema yang menurut saya menarik. Tapi untuk tahun ini? ada yang ngerti gak iklannya bercerita tentang apa?. Kalo tahun lalu bercerita tentang seorang anak perempuan yang mau bermain sepak takraw terus dimarahin ayahnya, sampai akhirnya mereka minum sirup Marjan. Si bapak pun luluh dan ngijinin putrinya main sepak takraw. Sungguh luar biasa kekuatan sirup Marjan. Tapi untuk ramadan tahun ini saya gak ngerti sama sekali, ceritanya ada anak-anak cewek di ruangan penuh bedug gitu terus tiba-tiba masuk anak-anak cowok langsung mukulin bedug. Terus juga ada bapak-bapak berikat kepala sunda gitu yang kepo.Β  Entah siapa. Awas aja kalo iklannya pas lebaran nanti malah antiklimaks. Saya akan blokir seluruh produk marjan, seperti ICMI yang mau nyuruh blokir Google dan YouTube.

Sidang Isbat

Di hari pertama terawih kemarin kami baru mulai sholat Isya jam 8 malam karena takmirul masjid dan jama’ah masih menunggu hasil sidang Isbat di Jakarta. Saya sampai sekarang masih heran, kenapa sidang isbat harus dilakukan di Jakarta, kenapa gak di Papua aja biar hasilnya bisa cepat diketahui. Bayangkan, kami yang berada di wilayah Indonesia Timur dan Indonesia Tengah harus menunggu hasil sidang yang dilakukan di Indonesia Barat. Tiap-tiap wilayah kan bedanya sejam. Saya jadi berpikir, apakah nenek moyang kita dulu untuk nentuin awal Ramadan harus nunggu sidang Isbat di Jakarta? terus mereka taunya dari mana? Radio? TV? kan belum ada.

Sentralisasi. Di setiap penentuan satu ramadan, pemerintah di Gorontalo mengumpulkan tokoh adat sekaligus ahli perbintangan. Ritual adat ini disebut Tanggeyamo. Tapi apapun keputusan pemerintah dan adat itu, tetap harus menunggu keputusan orang-orang yang sedang bersidang di Jakarta. – dari Status FB Chris Al Munawarah

Ya, tiap daerah pasti punya cara tersendiri untuk menentukan awal ramadan, jauh sebelum mereka mengenal alat bernama teropong untuk melihat hilal, tapi ya gak tau deh pada akhirnya harus nunggu mereka yang di Jakarta. Kalo gini saya mending milih jadi Indie aja ah kaya Muhammadiyah. πŸ˜€

Gamis tanpa celana

Saya gak pernah pake gamis saat sholat. Bukan berarti saya gak suka ya. Cuma emang gak punya aja. Tapi untuk kalian yang sering pakai gamis, tolonglah… kalo pake gamis ya tetap pakai celana pendek, jangan hanya celana dalam saja atau malah gak pakai apa-apa lagi di dalamnya. Bahan kain gamis kan biasanya agak tipis, pakailah celana pendek biar pas sholat gak nyeplak celana dalamnya. Sungguh itu pemandangan yang tidak mengenakan saat sholat. Lagian kalo cuma pakai CD doang kan bisa masuk angin, mengkerut baru tau kamu mz. Untunglah sampai ramadan hari ke 3 ini belum ketemu dengan yang gituan. semoga gak akan pernah, biar sholat bisa khusyuk.

Sakit Kepala

Saya memulai ramadan tahun ini dengan sakit kepala, 3 malam ini saya juga susah tidur, jadinya selalu begadang nunggu sahur dan tidur setelah shubuh. Ini mengesalkan karena saya berencana mengatur kembali waktu tidur di bulan ramadhan ini agar paginya bisa lebih produktif. Sahur tadi saya minum BodRex, tadinya mau diminum abis sholat Dzhuhur, BodRex kan bisa diminum kapan saja. Tapi takut diseripet (halah! bahasa apa ini!) sarung sama Zakir Naik akhirnya saya urungkan.

Itu saja sih, Selamat menunaikan Ibadah Puasa ya kawan-kawankuh. Ingat yang gak puasa harus hormati orang yang puasa. ehem.. #KemudianTwitwar

Sumber gambar topik: www.assabile.com

Iklan