Setahun bersama BNI

Dulu tidak pernah terpikir untuk membuat rekening Bank, karena taunya Bank hanya untuk menyimpan uang. Zaman-zaman sekolah dulu bahkan mikir, mau nyimpen uang di Bank kayaknya ribet, kalo lagi pengen ngambil uang terus Bank nya tutup gimana? Masa harus nunggu Bank nya buka dulu padahal uangnya di butuhinnya saat itu juga. Mending uangnya disimpen di lemari atau di bawah bantal kan.

Sampai akhirnya mulai masuk kuliah saya dapat kartu Mahasiswa yang terintegrasi dengan ATM salah satu Bank Syariah. Hanya dipakai untuk satu kali penarikan setelah itu ATMnya hanya tersimpan di dompet sampai hilang. Di semester 3 saya dapat beasiswa yang mengharuskan saya membuat rekening di salah satu Bank swasta. Setelah uang beasiswa di transfer saya langsung melakukan satu kali penarikan. Saya melakukan itu karena jarak Banknya yang lumayan jauh dan saya berpikir akan ribet kalau untuk mengambil uang. Biaya traspor yang lumayan menguras kantong jika naik kendaraan umum.

Di akhir semester saya juga mendapatkan beasiswa tapi kali ini saya membuat rekening di bank BNI. Saat itu pihak kampus memang bekerja sama dengan BNI sehingga para penerima beasiswa wajib mempunyai rekening di Bank BNI. Saya heran kenapa sejak awal tidak membuat rekening saja di Bank BNI padahal BNI mempunyai kantor cabang pembantu di kampus saya jadi tidak memerlukan biaya transpor yang lebih jika ingin mengambil uang. Saya ingat saat akan membuat rekening saya dibantu lebih dulu oleh satpamnya. Jadi sementara antri sebelum ke CS (Costumer Service) nya saya banyak bertanya dulu ke Satpamnya tentang apa saja yang diperlukan untuk pembuatan rekening, beruntung satpam Bank komunikatif dan informatif bisa memberitahu apa saja yang diperlukan. Saat di CS pun saya tidak perlu berlama-lama, Saya langsung ditawarkan beberapa produk tabungan BNI mulai dari Tabunganku, BNI Taplus Muda dan Taplus. Dijelaskan juga soal berapa setoran awal untuk membuat rekening, sampai akhirnya saya memilih produk BNI Taplus Muda yang juga ada ATM nya. Saya membuat rekening itu tahun 2012, sudah cukup lama tapi saya masih menyimpan buku tabungan dan ATM nya. πŸ˜€

img_20160523_160118.jpg

BNI Taplus Muda

Kurang lebih hanya setahun saya memakai Produk ini, saya cukup terbantu dengan ATM nya untuk melakukan penarikan. Mungkin karena ATM nya cukup banyak, sekitar 1 kilometer dari rumah saya juga ada ATM BNI. Jadi memang dimudahkan. Setelah lulus kuliah saya jarang mengisi saldonya lagi, saya pernah mendengar dari seorang teman kalau rekening dibiarkan kosong berbulan-bulan maka akunnya akan dihapus secara otomatis.

Tahun 2015 saya membutuhkan rekening Bank lagi untuk membeli domain blog ini, saya bisa saja sih memakai rekening orang lain, tapi waktu itu saya berpikir kali aja saya akan membutuhkannya lagi. Jadi mending punya rekening sendiri, biar gak bikin repot orang lain. Saya membeli domain ini dengan fasilitas kartu kredit online karena bayarnya harus pakai dollar. WAKTU ITU setahu sayaΒ  belum ada Bank yang menyediakan fitur kayak gitu sampai akhirnya saya tahu soal ini BNI Debit Online. BNI Ternyata punya produk untuk pembayaran saat belanja secara online. Sedih karena taunya belakangan. Tapi jadi tenang karena untuk perpanjangan domain bulan Juli nanti bisa langsung pakai BNI Debit Online. 😁

Membuat rekening Bank untuk kali kedua prosesnya bahkan lebih cepat. Tak banyak penjelasan karena sebelumnya sudah pernah menjadi nasabah BNI. Pertanyaannya kenapa saya balik lagi ke BNI? Ya karena kemudahan-kemudahan itu tadi. Kantor cabang pembantu yang deket dari rumah, sekitar 5 menit kalo naik motor dan 1 minggu kalo guling-gulingan. Saat itu saya disarankan memilih produk BNI Taplus, padahal saya maunya Taplus Muda karena saya masih muda. *ehem*. Tapi sebenarnya sama aja, jumlah saldo awalnya saja yang berbeda. Maka sejak Agustus 2015 saya punya lagi rekening Bank.

image

BNI Taplus

Rekening ini menjadi yang terlama saya pakai, hampir setahun ini ternyata banyak membantu saya untuk pembelian secara online. Saya memang suka membeli buku secara online. Jadi bisa tiap bulan saya datang ke Bank untuk mengisi saldonya kemudian menggunakannya untuk membeli lagi buku secara online. 😁

Soal buku ini saya punya sedikit cerita tentang Hari Buku Nasional 19 Mei kemaren, jadi pada hari buku Nasional BNI dan Gramedia memberikan diskon 30% untuk setiap pembelian buku. Sebagai orang yang mencintai buku (walaupun koleksi bukunya masih sedikit, tapi kan cinta tak harus memiliki) saya ngiler melihat diskonnya. Saya sudah membayangkan untuk membeli beberapa buku yang sejak dulu saya inginkan tapi harganya cukup menguras kantong. Diskon 30% diberikan selama 3 hari dan khusus untuk pembayaran menggunakan kartu Debit BNI. Satu lagi keuntungan jadi nasabah BNI, dapet diskon. πŸ˜‰ 😄

Setelah memilih beberapa buku yang lumayan tebal dan harganya juga lumayan bikin kantong teriak, saya langsung bergegas ke kasir untuk membayarnya. Saya langsung memberikan kartu Debit BNI saya dan kemudian semua buku itu di diskon 30% hingga harganya jadi lebih murah daripada harga aslinya. Setelah petugas Gramedia coba memperosesnya selalu terjadi kegagalan. Berulang-ulang digesek dan saya masukan PIN tapi belum berhasil dipotong. Padahal saldonya baru saja saya isi. Cukup lama menunggu akhirnya saya langsung ke ATM terdekat untuk melakukan penarikan tunai. Saya kaget saat mengecek saldo uang saya tersisa Rp. 60.000! Pantas saja error saat pembayaran. Saya kaget saat itu kenapa uangnya tiba-tiba berkurang. Saya langsung menuju ke Bank BNI tapi sudah tutup, beruntung costumer service BNI tidak hanya ada di Bank saja tapi ada juga di twitter, saya langsung mengirim DM ke twitter @BNI. Dan langsung cepat dibalas. Ternyata oh ternyata saldo uang saya berkurang karena ini. ➑ ➑ ➑

image

Polis Asuransi BNI Life

Yak! Selain jadi nasabah Bank BNI, saya juga menggunakan asuransi dari BNI Life untuk perlindungan kesehatan dan kecelakaan. Sebenarnya ngurus-ngurus asuransi kayak gini malesin karena harus datang ke kantornya, dengerin penjelasan yang panjang lebar terus tiap bulan harus luangin waktu ke Bank atau ATM untuk bayar asuransi. Saya waktu daftar asuransi BNI Life ini cuma sekitar 15 menit, lewat telepon pula. Udah gitu pembayarannya langsung dilakukan pemotongan di rekening kita tiap bulannya. Gak ribet, gak ngerepotin. Tapi karena itu juga saya lupa soal pemotongan biaya asuransi di rekening saya. Akhirnya gagal dapet buku diskon 30%. Sedih. 😭

Saya berharap masih ada lagi potongan-potongan harga yang diberikan jika menggunakan produk BNI. Dan saya yakin pasti akan ada lagi, jadi saya akan berusaha membuat rekening saya tetap aktif. Lagi pula saya baru saja di terima bekerja pada salah satu perusahaan, tentunya saya akan memakai rekening ini lagi. 😄

Saya mungkin bukan nasabah BNI yang paling loyal, tidak menguntungkan karena rekening saya tidak banyak transaksinya. Tapi BNI selalu jadi andalan saya untuk transaksi elektronik. Memberikan kemudahan yang memang sudah seharusnya ada dengan perkembangan teknologi informasi saat ini. πŸ™‚

Iklan