Tentang kebencian dan hutang

image

Don’t hate what you don’t understand. Kalimat itu yang selalu saya pegang sejak mengenal dunia sosial media yang kejam ini. Ya, dunia sosmed memang sangat kejam, fitnah dan bully seakan hal yang biasa. Tokoh agama di bully, Presiden dihina bahkan Tuhan pun sering diperdebatkan di dunia yang satu ini. Terakhir kasus seorang penulis ternama Tere Liye alias Darwis.

Penulis yang awalnya saya pikir seorang perempuan ini dikecam karena status facebooknya. Cukup ramai, bahkan adek-adek yang mau belajar sejarah gak perlu lagi buka buku kayaknya, tinggal baca aja tulisan-tulisan yang dibuat untuk menanggapi status “ngasal” Tere Liye itu.

Syukurlah saya sedikit belajar sejarah, jadi saya sedikit mengerti. Balik ke Don’t hate what you don’t understand, Karena hanya sedikit mengerti, maka saya sedikit benci dengan Tere Liye. Saya benci dengan pikiran ‘sotoy’nya itu, tapi tidak benci dengan karya-karyanya, walaupun keduanya keluar dari otak yang sama saya tidak bisa bilang karya-karya Tere Liye itu sampah. Karena saya belum pernah membaca satu pun karya-karyanya.

Bulan kemarin saya hampir membeli buku Tere Liye tapi waktu itu saya lebih tertarik dengan buku karya Milan Kundera. Bukan karena buku mbak Tere gak bagus, tapi waktu itu uang saya gak cukup. Kalaupun cukup, saya akan membeli buku Madilog karya Tan Malaka, bapak bangsa yang dibilang gak punya peran dalam kemerdekaan Indonesia. Sedih.

Tapi lagi-lagi saya tidak bisa membenci Tere Liye, saya selalu membedakan ketololan pribadi dengan karyanya. Ini sama seperti saya tidak suka Ahmad Dhani tapi saya suka karya-karyanya bagi saya dia legend di dunia musik Indonesia. Seperti saya tidak suka melihat Ian Kasela dengan kacamata dan rambutnya tapi saya pernah suka musiknya.

Tapi ada satu orang yang pengen banget dibenci orang, mantan Menteri yang tak punya karya, kami minta internet cepat malah dijawab ‘Internet cepat buat apa?’ 😒 #IYKWIM

Saya juga benci hutang dan ngomongin hutang, saya masih punya hutang untuk menentukan pemenang di Giveaway yang saya buat di blog ini. Janjinya sih cuma satu minggu setelah Giveaway ditutup akan langsung diumumkan pemenangnya. Tapi maafkeun saya kawan-kawan, sepertinya bakal molor hingga tengah bulan. Selain wi-fi di rumah lagi bermasalah seminggu ini, saya juga di kagetkan dengan jumlah peserta yang ikut Giveaway mencapai 19 peserta, melebih target. Target saya dalam 2 minggu pelaksanaannya yang ikut paling banyak 10 orang, ternyata malah lebih. Bagus sih. Bagus banget malah. Tapi saya jadi memikirkan hadiah tambahannya. Gak enak yang ikut banyak hadiahnya cuma 2 buah buku. Hadiah tambahannya saya pikirkan lagi deh, entah ngasih buku atau pulsa. 😁

Posted from WordPress for Android

Iklan

2 thoughts on “Tentang kebencian dan hutang

Abis baca-baca gak mau komentar dulu nih? Sinilah.. diskusi kita. :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s