Menjadi generasi jomblo anti korupsi di Festival Jomblo Gorontalo 2016

Sejak mendapat infonya kurang lebih 2 minggu yang lalu, saya sudah tidak tertarik dengan event ini, selain karena namanya Festival Jomblo, iya jomblo, saya juga tidak suka datang ke event-event semacam ini. Saya akan lebih memilih datang ke kajian-kajian keilmuan atau ke kelas-kelas yang diadakan Akademi Berbagi (AkBer) karena bisa belajar hal-hal baru.

Tapi seperti kata pepatah Don’t judge a book by its cover, event yang dilaksanakan tepat tanggal 14 februari atau hari valentine ini ternyata punya gagasan besar yang coba diangkat, yaitu tentang korupsi dan jomblo tentunya, 2 isu penting negeri ini yang butuh solusi untuk mengatasinya. Di event ini ada satu agenda utama dimana para jomblo akan berdeklarasi bahwa Jomblo Anti Korupsi, yang kemudian diharapkan bahwa para jomblo bisa ambil bagian dalam agenda pemberantasan korupsi di Indonesia. Event ini juga untuk mendorong agar para jomblo bisa tetap produktif dan kreatif dalam berkarya.

“Hasil survey BPS jumlah jomblo di Indonesia yang kemungkinan mencapai 885.000 orang terancam menjomblo seumur hidup Sebagian dari mereka berada dalam garis yang melankolis dan galau sehingga tidak produktif dan kreatif” ~ Funco Tanipu, Direktur Pusat Studi Kebijakan dan Anti Korupsi Universitas Negeri Gorontalo

Festival Jomblo Gorontalo

Sehari sebelumnya saya mencari teman yang kira-kira bisa diajak ke Festival Jomblo ini, karena kalau saya berangkat sendirian pasti bakal ngenes, udah jomblo ditambah ngenes jadinya Jomblo ngenes. Yang terpikir saat itu adalah mengajak teman-teman yang tergabung di grup Whatsapp Gorontalo Blogger, karena sebelumnya kami punya rencana meet up yang belum terlaksana. Tidak banyak respon tapi beberapa orang menyanggupi untuk hadir, salah satunya adalah Eka, seorang Blogger yang saya kenal sejak dia masih kuliah di Malang, dan sampai dia pulang ke Gorontalo, kami belum pernah bertemu sekalipun. Hari itu juga rencananya kami akan membahas tentang project web Gorontalo, selama ini hanya di diskusikan di grup whatsapp tapi belum pernah dibicarakan secara tatap muka. 😁

Selamat Datang Jomblo
Selamat datang jombloers! (Pic by: @GorontaloUNITE)

Pukul setengah 5 sore saya sudah ada di Taman Kota, 15 menit kemudian disusul Eka. Acara yang rencananya akan dimulai pukul 4 sore ternyata belum dimulai, entah karena para jombloers yang datang belum banyak atau Gorontalo sebenarnya minim jomblo lalu kemudian panitia memutuskan membatalkan kegiatan ini. #tsahh

Pukul 5 lewat MC baru membuka acara dan kemudian dilanjutkan dengan hiburan Accoustic oleh KOPDAR (Komunitas Pelawak Daerah), selain itu juga ada games-games seperti lomba makan pisang goreng yang diikuti para jombloers yang hadir. Menjelang sholat Maghrib agenda utama digelar, yaitu Deklarasi Jomblo Anti Korupsi!

Deklarasi jomblo anti korupsi
Ketika para jomblo berdeklarasi bahwa Jomblo anti korupsi!! (Pic by: Funco Tanipu)

Ada 6 poin anti korupsi yang di deklarasikan, diantaranya mengutuk perbuatan korupsi, menciptakan generasi jomblo anti korupsi serta juga mengangkat isu yang lagi hangat dibicarakan yaitu Revisi Undang-undang KPK yang kita tahu 4 poin yang diusulkan DPR-RI yang terhormat itu tujuannya melemahkan KPK, setidaknya itu yang ditangkap masyarakat tapi para anggota DPR-RI yang terhormat ini tetap kekeuh  mengatakan revisi itu untuk menguatkan KPK. #Pfftt #ShameOnYouDPR

Setelah itu saya pikir acara telah selesai karena agenda acaranya setahu saya hanya sampai pukul setengah 6 sore. Sedikit kecewa karena masih banyak agenda acara yang saya tunggu  seperti Stand Up Comedy dan orasi Jomblo, Pisang Goreng gratis yang dijanjikan panitia pun belum dibagikan padahal saya yakin para Jomblo yang hadir di Taman Kota sudah sangat lapar, maklum karena jomblo tidak ada yang mengingatkan mereka makan. #BeriKamiMakan! #PisangGorengForJomblo

Tiba-tiba MC mengatakan acara masih akan dilanjutkan setelah Bada Isya. Jomblo pun bersorak. Harapan mendapatkan pisang goreng gratis masih ada.

Setelah sholat maghrib, Mutia seorang teman blogger yang juga tergabung di grup Whatsapp Gorontalo Blogger menyusul dan bergabung, dia datang bersama teman ceweknya yang… saya lupa namanya. Yang pasti cewek, karena dia memakai jilbab. Okesip. Kedatangan 2 orang menambah personil kami yang sebelumnya hanya ada saya dan Eka. Duduk dan ngobrol selama 10 menit kami memutuskan mencari tempat makan dan membicarakan soal project web yang akan kami buat. Walaupun pada akhirnya tidak ada yang kami bahas karena masih butuh saran dari anggota lain yang tidak sempat hadir malam itu. Saat itu acara sudah dimulai dan ada games lagi untuk para jombloers yang hadir, yang semakin malam para jombloers semakin memenuhi taman kota.

Ada satu agenda acara yang sangat saya tunggu selain Stand Up Comedy dan Pisang Goreng gratis, yaitu penyampaian Teologi Jomblo dan Orasi kebudayaan Jomblo. Betapa menariknya mengetahui bahwa jomblo ada teologinya, bagaimana jomblo ada hubungannya ternyata dengan ketuhanan. Sayang, saat itu saya sedang menikmati sepiring mi goreng sedaap di tempat makan yang tidak jauh dari taman kota, jadinya saya hanya mendengar sedikit saja penyampaian-penyampaiannya. 😦

Teologi Jomblo Oleh Thoriq Modanggu di Festival Jomblo
“Teologi Jomblo” oleh Thoriq Modanggu (pic by: Ivol Paino)

Beliau adalah senior saya di HMI (Senior banget malah, saya baru lahir beliau sudah masuk HMI) yang memang dikenal banyak membahas tentang filsafat dan sebagainya, beliau pernah membuat sebuah buku berjudul “Mengutuk tuhan Yang Terkutuk” yang sampai sekarang saya masih mencari buku itu karena dari judulnya saja sudah bikin penasaran. Sedikit yang saya dengar dari teologi jomblo yang dibawakan semalam adalah tentang Ulama-ulama yang menjomblo sampai akhir hidupnya karena mereka lebih memilih berkarya. Menjadi jomblo tidak harus meratapi diri, tapi juga harus berkarya! #JombloBerkarya

Festival jomblo gorontalo 01
Orasi Kebudayaan Jomblo “A I U E O Jomblo Gorontalo” oleh Syam Terrajana (pic by: Ivol Paino)

Beliau adalah seorang jurnalis Jakarta Post dan Chief Editor di DeGorontalo.co. Sedikit juga yang saya dengar dari orasi ini adalah beliau membicarakan tentang seorang tokoh bangsa Tan Malaka yang ternyata adalah seorang jomblo hingga akhir hayatnya dan bahkan dalam hidupnya Tan Malaka hanya 3 kali jatuh cinta. Kalo Tan Malaka wajar lah ya, beliau adalah Jomblo yang berkarya. lah kamu? 😀

Malam semakin larut, Mutia dan temannya yang cewek pamit pulang dan personil kami menjadi 2 orang lagi, saya dan Eka.

Tapi kemeriahan belum berakhir, jombloers terus berdatangan…. Pisang goreng gratis belum terlihat. 😦

Festival Jomblo tadi malam ditutup dengan penampilan dari KOPDAR (Komunitas Pelawak Daerah) Gorontalo yang rata-rata ternyata anak muda. Para jombloers dikocok perutnya karena Puisi berantai, Accoustic, stand Up Comedy hingga pukul setengah 11 malam, beberapa jombloers ada yang tertawa sampai mengeluarkan air mata, diduga karena kecewa sampai akhir pelaksanaan festival jomblo dia tidak mendapatkan pasangan hidupnya, Datang Jomblo, pulang pun dalam keadaan jomblo. Gak dapat pisang goreng pulak. miris.

Event yang sempat diangkat oleh beberapa media online nasional ini mungkin dianggap sebagai acara yang tidak berisi apalagi di laksanakan pada hari hari valentine yang banyak ditolak oleh sebagian masyarakat Indonesia. Tapi malam itu sebenarnya bukanlah perayaan hari kasih sayang, tapi penegasan bahwa daripada merayakan hari valentine mending berkarya dan tetap peduli dengan isu korupsi dan menjadi generasi jomblo anti korupsi. Semoga event ini bisa dilaksanakan lagi tahun depan dengan kemeriahan-kemeriahan yang bisa mengobati kesendirian para jomblo.Qt jomblo…..baru kiapaaa???

“Berani mati belum tentu berani jomblo” ~Virga Anwarektino

Kemeriahan-kemeriahan lainnya dalam video dan foto bisa dilihat di akun-akun ini:
🌟 twitter @GorontaloUNITE
🌟 facebook Gorontalo Unite
🌟 facebook Funco Tanipu
🌟 facebook Ivol Paino

Note: Gambar-gambar di blog ini memang diambil dari panitianya, soalnya saya datang ke Festival Jomblo dengan baterai hape yang sekarat, jadinya tidak bisa foto-foto. 😐

Iklan

16 thoughts on “Menjadi generasi jomblo anti korupsi di Festival Jomblo Gorontalo 2016

  1. Wah boleh juga nih judul festivalnya, mengajak para jomblo untuk berbuat kebaikan, demi menutupkan fakta bahwa mereka ada jomblo yang ngenest,

    eh, maksudnya jomblo berkualitas haha. Gimana gak berkualitas, mereka menjadi generasi jomblo anti korupsi, kerenlah!

  2. Setuju ada acara ginian, walaupun lucu juga kamu datangnya cuman buat ngincer pisgor doang, hahaha

    Btw jadi penasaran sama buku mengutuk Tuhan yg terkutuk, kayaknya perlu mampir toko buku nih buat nyari bukunya

  3. Demi apa jomblo pun ada festivalnya sekarang :’) Sungguh se ngenes itukah hahaha.. Tapi seru juga ya festival kayak gini.. Jadi kita ketemu orang lain nggak perlu takut neriakin ‘Jomblo yaa!’ Terus ditabok hahaha XD

  4. mantap bang, gue kira ini acara apaan, taunya…. hahahaha
    btw, elu juga kasian bang, udah nggak dapet pacar disana, nggak dapet pisang goreng pula. Mau jadi apa ? haha

    ngomongin acara ini juuga kayaknya perdana ya ? di Palembang kek nya belum ada nih, dan bakalan bagus kalo digelar.
    terus mengenai buka “mengutuk tuhan itu” itu beneran ? nggak di kecam itu bang ?

  5. Bang… Gue gak nyangka di Acara ini Jomblo benar-benar tidak dipandang sebelah mata. Makna jomlo di acara ini juga bikin gue manggut-manggut. Apalagi ada Teologinya segala. “HIDUP JOMLO….” -_-

    Ngerasa pengen ikutan aja gue, bang. Tapi itukan cuman segurontalo. Lah gue, jomlo yang tak terlihat oleh detektor. 😀

    Yang gak nyangka lagi, ternyata banyak karya yang sudah dilahirkan dan mereka jomlo. “Ayolah… jangan ngeluh lagi ya, mblo. Udah ada acara sendirinya tuh..”

  6. Duh bang erick kasihan banget haha berangkat jomblo pulang jomblo pula, ditambah tak dapat jatah pisang goreng ngahahahaa itu ada deklarasi jomblo anti korupsi haha sumpah gokil!

  7. Ada-ada aja nih festivalnya.. haha
    Ngeri juga kalo ada yang memilih jomblo sampe akhir khayatnya untuk berkarya. Padahal setelah punya pasangan dan nikah kita bisa bikin karya yang WOW banget sama pasangan kita.

  8. Duh akhirnya bisa juga buka postingan kamu ini Bang. maaf telat yaaakkk hehe.

    Acara itu panitianya siapa sih? Cukup kreatif juga yaa saat yang lain sibuk berkasih saying, jomlo di kota lain miris sendirian, tapi Gorontalo punya acara yang menurutku cukup oke punya. Intinya sih emang berkarya itu nggak mengenal status dan usia ya. Meskipun yang milih jomlo sampai tua itu menurutku kayaknya gak perlu deh 😦

    Terus pisang goreng itu apa kabar wkwk. Duh aku komentarnya pas jam-jamnya laper di kantor. Jadi pengin pisang goreng kaaannn. Bang Erick mah

  9. Wih keren, ya. Ternyata ada acara begituan :3 Pasti rame tuh. Kirain acaranya cuma diisi dengan motivasi basi untuk para jomblo, ternyata ada tentang korupsinya juga 😀

    Btw buku Mengutuk tuhan Yang Terkutuk, kayanya bagus, ya. Soalnya pas aku buka linknya disitu, penjelasan penulisnya wow(?) sekali 😀

    Jadi…… bener-bener ga dapet pisang goreng xD

Abis baca-baca gak mau komentar dulu nih? Sinilah.. diskusi kita. :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s