Tentang buku

“Jika ingin menghancurkan sebuah bangsa dan peradaban, hancurkan buku-bukunya; maka pastilah bangsa itu akan musnah.”
– Milan Kundera

Menurut saya tempat terbaik di dunia setelah rumah adalah toko buku. Saya jadi paham kenapa cewek bisa tahan berjam-jam di toko pakaian, mereka berkeliling menyusuri setiap sudut toko dan akhirnya membeli pakaian yang pertama kali dilihat saat masuk toko. Saya kadang seperti itu jika berada di toko buku.

1 minggu yang lalu saya akhirnya pergi ke toko buku, rencananya mau pergi sebelum tahun baru tapi karena tunda, tunda dan tunda baru bisa terlaksana seminggu yang lalu. Pergi ke toko buku bagi saya layaknya pergi ke rumah nenek, pulangnya pasti bahagia karena dikasih oleh-oleh sama nenek. Bedanya ke toko buku oleh-olehnya harus dibeli, tapi pulangnya bahagia.

Salah satu kriteria buku yang selalu saya beli adalah saya harus tau siapa penulisnya. Bukannya apa-apa, saya tidak mau seperti membeli kucing dalam karung (walaupun saya tidak tau apakah kucing dijualnya dalam karung atau tidak). Saya bukan tipe orang yang memilih buku karena judul atau sampulnya yang bagus karena saya memegang teguh prinsip “Don’t judge a book by its cover” , kalau judul dan sampulnya bagus belum tentu isinya bagus, tapi kalau ada yang sampulnya jelek belum tentu juga……. Isinya bagus. 😂

image

Saya membeli 3 buku tebal biar puas bacanya, 2 saya beli di toko buku, 1 lagi saya beli online. Ini jadi pengalaman pertama saya membeli buku secara online, selama ini saya malas beli buku online karena ongkos kirimnya bisa lebih mahal dari harga bukunya kalau dikirim ke Gorontalo. Pengecualian untuk buku yang saya beli ini, selain harganya lebih mahal dari ongkos kirim (bedanya dikit sih) , bukunya lebih dari 400 halaman dan bertanda tangan penulisnya. 😁

Balik ke salah satu tempat terbaik di dunia, toko buku. Sejak dulu saya suka buku karena saya senang membaca. Obviously, ngapain suka buku kalo gak suka baca, seperti ngapain banyak baca kalo gak suka nulis. Mari menulis bro/sist. 😄

Saya suka buku yang genrenya komedi berisi bukan komedi yang bikin ketawa doang. Saya juga suka buku pengembangan diri, sejenis buku motivasi tapi bukan motivasi biar jadi kaya dalam 5 detik yang banyak di toko buku. Saya baru sadar loh ternyata ada banyak sekali buku motivasi di toko buku dan anehnya sampul bukunya hampir mirip, pasti ada foto mereka di sampulnya. Para motivator ini narsis juga ya. Haha. belakangan banyak juga buku remaja yang pakai foto mereka di sampulnya, tapi tetap kita gak boleh nilai buku dari sampulnya. Walaupun sampul bukunya ada foto penulisnya yang udah tampan/cantik, belum tentu bukunya bagus. Sebaliknya kalo foto penulis di sampulnya jelek belum tentu isi bukunya……. Bagus juga. 😂 #callback

Novel? Saya suka baca novel tapi gak pernah beli buku novel, kecuali yang terjemahan. Bukannya gak menghargai novelis Indonesia, tapi menurut saya novel Indonesia entah kenapa banyak ngomongin cinta jadinya bosan. Kenapa sangat kurang novel fantasi kayak Divergent, Harry Potter atau The Hunger Games, jangan-jangan orang Indonesia gak suka berfantasi kayak gitu, fantasinya cinta doang, biasanya para jomblo tuh, kalo yang jomblo ngenest biasanya fantasi sex. 😂✌

Oh iya 3 buku ini nantinya akan saya review di blog ini, kali aja bisa jadi referensi teman-teman yang pengen beli buku. 🙂

image
Passion without creation is nothing - Rene Suhardono & Team Impact Factory
image
Majelis Tidak Alim - Soleh Solihun
image
Kitab lupa dan gelak tawa - Milan Kundera

“Wah, berarti bukunya banyak dong di rumah?”

Gak juga ah, saya mah orang kismin. Ke toko buku jumlahnya sama kayak lebaran dalam setahun lebaran. 😁

“Aku rela di penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” – Mohammad Hatta

Posted from WordPress for Android

Iklan

4 thoughts on “Tentang buku

  1. Buku lo kayaknya rada berat gitu ya bang, gue suka pusing kalo baca buku yang begitu. Bukan jodohnya mungkin ya.,

    Tapi ngomong-ngomong, suka baca suka nulis, buku tulisan sendiri mana nih? Huehehe

  2. Cobain baca novel author local mas, serial drunken-nya pidi baiq misal. Asli, kocak! Ada satu kejadian dimana pidibaiq ngadain acara syukuran krn anaknya Tamat maen game naruto, sampe ngundang tetangga2 gitu 😀 pokonya kalo suka buku genre comedy, pidi baiq recommended bgt mas!
    Oh iya, ditunggu ya review nya.

Abis baca-baca gak mau komentar dulu nih? Sinilah.. diskusi kita. :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s