Torang Samua Basudara

1 min read

Siapkan diri anda,Β  bentar lagi natal, perdebatan tahunan soal boleh tidaknya muslim mengucapkan Selamat Natal atau tidak akan segera dimulai. Hmm.. Atau mungkin sudah dimulai. πŸ˜•
Kita mah gitu, semuanya di debatin, negara lain udah mikir tinggal di planet lain kita masih berdebat boleh gak ngucapin selamat natal atau berdebat soal kenapa harus cowo yang nembak duluan. Tapi ya debat kayak gitu saya mah gak ambil serius, soalnya saya gak pernah punya pengalaman ngasih selamat natal sama temen yang merayakan. Hehe
Dulu waktu masih sekolah ada temen yang habis merayakan natal kita biasa aja, gak ngucapin selamat, paling besoknya temen ini bawa kue sisa pesta natal semalam di rumahnya. Sama aja kayak Hari raya Idul Fitri, kita gak saling ngucapin selamat, paling salaman dan bawa setoples kue sisa hari raya ke sekolah.
Karena saya tinggal di daerah yang tidak pernah terdengar konflik berlatar SARA, kadang saya bingung kok bisa ada di bagian lain nusantara ini meributkan perbedaan. Seakan-akan perbedaan itu adalah akar dari semua masalah. Sepertinya orang-orang semacam ini salah besar tinggal di Indonesia yang majemuk, dia lebih cocok tinggal di Korea Utara. 😄
Saya tinggal di Gorontalo, salah satu provinsi termuda yang mayoritas masyarakatnya Muslim. Kami berseblahan dengan provinsi Sulawesi Utara yang mayoritas masyarakatnya Kristen. pernahkah terdengar konfilk dari dua daerah ini? tidak pernah. Bahkan dua daerah ini bersaudara karena sebelum Gorontalo menjadi Provinsi tersendiri, sebelumnya bergabung dengan Sulawesi Utara. Kami disatukan dalam semangatΒ Torang Samua Basudara. πŸ™‚
Torang Samua Basudara adalah kearifan lokal masyarakat Sulawesi Utara dan Gorontalo. Kami mengedepankan keterbukaan. Torang samua basudara, kong baku-baku bae, dan baku-baku sayang (kita semua bersaudara, antara yang satu dengan yang lainnya, hiduplah dalam keadaan baik dan saling menyayangi) merupakan pesan moral yang sangat mulia untuk hidup rukun dan damai.
Jadi disini jarang debat soal boleh tidaknya ngucapin natal, ramenya paling di sosial media doang. Tau sendiri kalo di media sosial orang-orang jado sotoy dan sok ngerti ilmu agama.
Yaudah Selamat Natal bagi yang merayakan, bagi kue dong. Β πŸ˜‰

image
"Mereka yang bukan saudaramu dalam Iman, adalah saudaramu dalam kemanusiaan"

*star* : Sumber gambar

Tak Kuhadiri Reuni, Sebab Aku Jomlo

Grup Whatsapp Alumni. Ini semua gara-gara grup whatsapp. Hebat betul media sosial yang satu ini mempengaruhi bahkan mengubah hidup manusia. Bayangkan saja, teman sekolah,...
erickparamata
4 min read

TAK ADA AHOK DI SURAT SUARA

Pagi ini hari yang Indah, karena libur. Hari ini juga hari penghabisan semua kebisingan Pilkada, hari ini adalah puncaknya. Saya sangat bersemangat. Sejak pukul...
erickparamata
38 sec read

20 Replies to “Torang Samua Basudara”

  1. Gue malah sering dapet ucapan lebaran dari temen yang non muslim πŸ™‚ bahkan mereka ngucapinnya lebih duluan loh, ketimbang yang muslim ehehe
    Jadi pas natalan kadang gue suka bikin kartu ucapan terus dikirim ke mereka heheh πŸ˜‰
    Indah bukan? πŸ™‚

  2. Gue sangat-sangat sependapat dengan lo.
    Ya.. emang, gue bukan orang alim. Tapi, menurut gue, semua agama itu mengajarkan hal-hal yang baik. Tak ada satupun yang mengajarkan tentang keburukan. Jadi, sudah seharusnya kita menghargai satu sama lain. Karna kita, manusia.

    1. Kasihan juga kalo mereka yang gak menghargai gak disebut manusia. hahaha.. anggap aja mereka belom dapat pencerahan, kurang piknik, gak banyak baca dan gak banyak temen. XD

  3. Alhamdulillah di Kalsel yang mayoritas muslim juga gak pernah ada konflik dan selalu adem ayem. Saling menghargai satu sama yang lain.
    Dan lagi di Quran sendiri kan sudah disebutkan Agamaku agamaku dan Agamamu agamamu.
    Intinya sih saling hormat dan menghargai aja terutama karena kita tinggal di Indonesia
    Torang samua basudara bukan?
    Nice article btw

    1. Yup, harusnya slogan itu bisa dipakai dan dipahami oleh semua orang. karena kalau ditelusuri lebih jauh kita semua emang bersaudara. kita sama-sama anak Adam.
      Makasih Galuh.. πŸ˜€

  4. wah.. orang gorontalo ya..
    ah.. rasanya kalau ngucapin mah nggak apa-apa.. itu kan bentuk dari menghargai agama lain. kalau bicara agama emang krusial banget.. pasti ada aja kaum yang menganggap agamanya paling benar dan yang lain itu salah. dan pada kenyataannya, masih buaanyak orang yang punya mental membeda2 kan sara kayak gitu. coba kalau di indonesia semua penduduknya bisa menghargai segala keberagaman. sejahtera!

  5. hai kak erick, long time no visit visit here wkwk
    saya juga bingung sih kenapa orang-orang selalu memperdebatkan hal ini.
    kalo saya sih lebih ke keyakinan masing – masing aja hehe
    mau ngucapin mau enggak, yang penting mah kita gak ngikutin ajarannya aja sih hehe

  6. hai kak erick, long time no visit visit here. masih ingetaku kan? wkwk
    kalo menurutku sih mau ngucapin mau enggak itu kepercayaan masing – maing sih. kalo aku sih yg penting enggak ikut ajarannya saja dan mempercayai keenam iman dan rukun islam, hehe

    1. Bebas mah, malah bagus kalo punya prinsip kayak gitu. Semoga kita tetap konsisten dengan ajaran yang dibawa nabi Muhammad SAW. Asalkan tidak menjatuhkan agama lain. πŸ™‚

  7. Masalah ucapan selamat natal emang selalu jadi perdebatan yang selalu berulang setiap tahun. heran…. tiap tahun kok sama mulu obrolannya. -_-
    Sekedar sharing, jujur sih, aku termasuk ke golongan yg berprinsip untuk lebih memilih nggak mengucapkan selamat natal. Tapi bukan berarti aku nggak menghargai temen-temen yg merayakan natal atau gak perhatian sama temen-temen yang merayakan natal. Cuma ya balik lagi ke prinsip. Kalau masalah prinsip mah mau digimana-gimanain yaa gak bisa diubah.
    Cumaa…. aku gak jadi nyinyir kayak orang-orang lain yang kalau dia berprinsip gak boleh ngucapin natal semua orang harus ngikutin dia. Harus ikut prinsip dia. Kalau aku enggak, aku lebih milih untuk diem aja. Nggak perlu ikut2 ngelarang-larang apalagi nyalah2in orang (yang makin ngeselin, malah nyalahin orang Kristennya dan dibilang kafir, dsb).
    Kita emang punya kewajiban untuk ngajak sodara muslim2 untuk jalan di jalan yang benar sesuai ajaran Islam. Tapi di negara yang heterogen macam Indonesia ini, (menurutku) yang lebih penting itu gimana seharusnya kita hidup bertoleransi dan berlaku baik dengan masyarakat di sekitar. Bukannya malah bikin rusuh dan nyinyir2 everywhere.
    Karena kayak kata kamu di postingan atas, Torang Samua Basudara. Mereka yang bukan saudara dalam iman adalah saudara dalam kemanusiaan..:)
    PS: maaf kalau komennya kepanjangan. hehee…

    1. Bener, toleransi emang bukan berarti harus ngikutin ajaran agama lain. Harusnya orang-orang udah paham itu tapi herannya masih aja diperdebatkan. Saya tinggal di daerah yang masih kental dengan adat dan agama, kami punya slogan “Adat Bersendikan syara, syara bersendikan kitabulah”. πŸ˜€

  8. Alhamdulillah.. Di Jayapura sini semua umat beragama saling menghormati.. Gereja sama masjid aja bersebelahan.. πŸ™‚
    Kita kan sebagai umat beragama wajib menghormati dan menghargai agama lain.. πŸ™‚

  9. Sedih tiap komen disini selalu dianggap spam πŸ™
    semoga kali ini nggak..
    Selama ini aku belum pernah ngucapin “selamat natal” soalnya temenku kebetulan seagama, mungkin nanti kalau pergaulannya sudah luas bisa kali. Sempet ragu juga kalau di keadaan apakah kita mau ngucapin atau nggak, ada ulama yang bilang boleh ada yang nggak.
    Kembali ke orangnya lagi sih dia percaya yang mana. Semoga tahun depan sudah nggak ada lagi ribut-ribut ngucapin natal itu haram ya..

    1. Wah tumben udah gak dianggap Spam lagi hahaha. langsung muncul komentarnya.
      Soal gituan sih kembali ke pribadi masing-masing, gak maksa juga, lingkungan juga termasuk, kalo hidup di lingkungan yang gak masalah dengan itu dan gak ngeganggu imannya sih gak masalah. hehe

  10. semua agama adalah sama , hanya saja keyakinan dan pehaman masing masing berbeda, kadang ada yang sering berbuat rasis dalam masalah agama. tapi aku salut adayang bikin postingan semacam ini kak er, aku merasa senang , sekarang ini ibadah muslim dengan non muslim saling berdampingan. dan setidaknya saling menghargai dan saling menyatukan persaudaraan antar umat πŸ™‚

  11. kayanya emang perdebatan ya karena sosmed yg seperti katamu, orang bisa jadi sotoy dan lebih berani. Entah deh.. aku no coment. Sebisanya aku berbuat baik kepada kawan2 yang berbeda agama denganku. Dari kecil sudah diajarin kan, PPKN tentang perbedaan agama. πŸ™‚ kita semua keluarga!

  12. Indonesia kebanyakan debat ya, tapi enggak kelar-kelar. hehe
    Semoga gorontalo tetap damai dan rukun. Sama kayak di tempatku juga rukun meskipun berbeda agama.
    Kalo menurutku ngucapin selamat enggak masalah, yang penting enggak ikut ngerayain.
    kalo gitu aku mau ngucapin juga ah.
    Selamat natal buat yang nerayakan. πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.