Upik ‘pantas’ dihukum

[Diberitakan sebelumnya Abdul Rahman Saleh alias Upik, Mahasiswa UNG dilaporkan oleh TELKOMSEL ke Polisi karena telah membobol sistem keamanan Telkomsel sehingga mengakibatkan kerugian.

Selengkapnya:
Bobol Sistem PT.Telkomsel, Mahasiswa UNG Dijebloskan Ke LP Cipinang
]

image

Sebelum Gorontalo dihebohkan oleh video Ana Abdul Hamid tentang Poligami, Gorontalo sudah dihebohkan dengan seorang Mahasiswa Teknik Sistem Informasi UNG yang ditangkap Polisi karena membobol sistem keamanan Telkomsel. Kasus yang terjadi sejak bulan Maret 2015 ini sempat kurang mendapatkan perhatian karena penahanan dilakukan di Lapas Cipinang bukan di Gorontalo. Abdul Rahman Saleh alias Upik ditangkap tanggal 3 maret 2015 dan di tahan di Polda Metro tanggal 4 maret 2015.

Setelah infonya beredar luas di social media, banyak komentar beragam, banyak simpati untuk Upik, info yang ada belum terang, berapa kerugian Telkomsel akibat pembobolan sistem itu, tapi jika benar merugikan kita tidak layak bersimpati dengan apa yang telah dilakukan Upik, dia salah karena melanggar hukum dan yang diterimanya saat ini adalah akibat perbuatannya, Upik ‘pantas’ dihukum. Kita harusnya bersimpati pada keluarganya karena sulit untuk bertemu anaknya karena jarak lapas yang jauh, kita bersimpati pada pengetahuannya yang dipakai dengan cara yang salah.

Upik disangka melakukan tindak pidana mengakses jaringan PT.Telkomsel tanpa hak sehingga merugikan PT.Telkomsel sebagaimana di maksud dalam pasal 22 jo 50 UU RI No. 36 Th 1999 – tentang telkomsel dan pasal 30 jo 46 atau 33 jo 49 UU RI No.11 /2008 Tentang ITE.

Mungkin akan berbeda cerita jika Upik membobol sistem keamanan Facebook, karena Facebook mempunyai program White Hat System yang mengapresiasi siapapun yang berhasil meretas dan menemukan bug dalam facebook akan diberikan imbalan sebesar $500. (Lengkapnya disini https://www.facebook.com/whitehat/)

Upik pantas dihukum karena telah membobol sistem keamanan Telkomsel dan mengambil keuntungan pribadi dari itu, tapi Upik juga pantas mendapatkan pendampingan hukum yang baik, Upik pantas dipindahkan dari Lapas Cipinang ke Lapas Gorontalo, Upik pantas dekat dengan keluarganya dan dari kasus ini kita pantas mengambil pelajaran bahwa setiap yang kita lakukan akan selalu ada konsekuensinya.

Iklan

6 thoughts on “Upik ‘pantas’ dihukum

Add yours

  1. parah ya. sayang banget ilmunya.

    saya jadi penasaran nih. ada nggak media yang memutar balikan fakta sehingga masyarakat banyak yg dukung upik ketimbang telkomsel. kalau mau di pikirin sih emang upik dah salah karena bobol jaringan dari suatu perusahaan besar wajar kalau ditahan

  2. tindakan semacam itu ngelanggar undang2 tentunya
    biar ini jadi pelajaran supaya ngga terulang kembali oleh oknum lainnya.
    sayang banget deh pinter di bidang IT tapi menyalahgunakan ilmunya utk hal2 yang merusak 😦
    ujung2nya klo ketauan kan merugikan diri sendiri dan klopun blm ketauan beresiko banget

  3. sebenarnya membobol sistem seseorang itu tidak salah. asal jangan mengambil atau mengubah data yang ada. setelah membobol, laporkan ke pemilih untuk “menambal” bolong yang ada di sistem. sama seperti anda jalan trus melewati rumah yang kebuka dan tidak ada orang. apakah anda biarkan rumah itu terbuka? anda pasti melaporkan ke tetangga atau tunggu sampai pemilik nya datang.

  4. Sayang banget kecerdasannya nggak dipake untuk ngebantu negri ini supaya gak ada yang bisa menyadap percakapan penting para petinggi negara seperti yg dilakukan australi beberapa waktu lal. Duh beneran deh, sayang banget. Padahal menurut gue kalo dia emang bener punya kemampuan segitu hebatnya, pendapatan pun akan mengalir sendirinya tanpa menyusahkan keluarganya. Baru tau gue ada berita gini. Belum denger beritanya di tivi.

Abis baca-baca gak mau komentar dulu nih? Sinilah.. diskusi kita. :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: