Wisudalah suatu hari nanti

“Gimana Kuliah?” tanya saya ke seorang adik tingkat di kampus
Jangan ditanyalah soal itu… “ katanya sambil bergegas pergi

Malam itu datang beberapa adik tingkat saya waktu di kampus, salah satu dari mereka adalah MaTeLu (Mahasiswa Telat Lulus) seperti saya dulu. Saya sebenarnya tidak suka berbasa-basi, pertanyaan soal kuliah pada MaTeLu adalah basa-basi paling kampreet. Tapi malam itu saya tetap menanyakan karena kehabisan bahan pembicaraan, saya pendengar yang baik tapi bukan pembicara yang handal.

Saya tau bagaimana nyeseknya ketika ditanya kapan lulus, ketika menjadi MaTeLu pembicaraan soal kuliah dan wisuda menjadi sangat sensitif. Kadang setelah ada yang menanyakan “kapan lulus?”, para MaTeLu ini pulang ke rumah dan meratapi nasibnya sambil showeran, “kenaapaaa???? Kenaapaaa mereka selalu menanyakan pertanyaan laknat itu???! Kenaapaaa aku ditinggalkan sendirian di belantara kampus ini??! 😭”

Daripada lulus tepat waktu, mending lulus di waktu yang tepat

Kata-kata itu sering dipakai para MaTeLu sebagai alasan kenapa mereka telat lulus, saya juga sih. Kata-kata itu sangat tepat dan efektif, karena segala sesuatu ada waktunya. Tapi kapankah waktu yang tepat itu?

Saya wisuda bulan september tahun lalu setelah kuliah selama…….. 10 semester, rencananya waktu itu pengen kerja dulu, namun apadaya kerja tak dapat-dapat, wisuda terkatung-katung. Saya  sudah pasti lulusnya tidak tepat waktu tapi apakah saat itu waktu yang tepat bagi saya untuk wisuda? Jawabannya tidak, 2 bulan sebelumnya saya bahkan belum memikirkan wisuda. Haha 😂

Jika saya menunggu waktu yang tepat yang tak tau kapan datangnya mungkin sampai saat ini saya belum wisuda-wisuda. Dan melihat kembali kebelakang, ternyata yang dibutuhkan oleh MaTeLu agar bisa secepatnya wisuda adalah dorongan. Dorongan ini bisa datang dari orang tua, saudara, teman dan tentunya punya kemauan untuk wisuda sih. Saya waktu itu dapat dorongan dari Bapak, beliau sebenarnya orang yang jarang menanyakan  soal kuliah saya, karena memang kami tidak tinggal serumah jadi jarang berkomunikasi. Tapi setelah saya menunda wisuda, beliau jadi sering bertanya tentang kuliah, kenapa menunda wisuda, kendalanya apa, tetapi untungnya beliau tidak pernah membuat perbandingan-perbandingan seperti si Anu anaknya itu udah wisuda kok kamu belum, atau si itu abis lulus udah kerja dan punya penghasilan sendiri. Karena mungkin beliau tau dengan membanding-bandingkan seperti itu bukan memotivasi, hanya membuat mental kita jadi down karena selalu merasa kalah dibandingkan orang lain.

Sampai puncaknya beliau memberi saya uang, katanya simpan untuk dipakai biaya wisuda nanti kalo sudah siap. Tante saya juga memberikan uang yang katanya bisa dipakai untuk biaya ujian akhir nanti. Uang-uang yang diberikan ini kemudian menjadi beban, membuat saya kembali berpikir tentang wisuda. Saya tidak punya alasan lagi untuk terus menunda. 😅

2 bulan, bisa dibilang waktu yang sangat mepet untuk bisa mengejar wisuda. Saya beruntung tidak punya tanggungan mata kuliah, satu-satunya nilai saya yang kosong di transkrip adalah Tugas Akhir. Dalam waktu 2 bulan saya mengurus pengaktifan kembali sebagai mahasiswa karena sebelumnya saya dianggap cuti, saya ujian tahap 1 dan 2, revisi, mengurus berkas wisuda, sampai akhirnya wisuda. 🎓

Alasan orang menunda wisuda bisa bermacam-macam, tapi yang absurd adalah mahasiswa yang menunda wisudanya karena organisasi. Bagaimana bisa salah satu dari 2 hal itu di prioritaskan. Menurut saya keduanya haruslah saling mendukung. Saya memang aktif di organisasi, tapi apakah wisuda saya tertunda karena organisasi? Tidak. Setelah memutuskan menunda, saya tidak menjadi pengurus di organisasi mahasiswa manapun, walaupun masih sering ikut kegiatannya tapi itu bagian dari tanggung jawab saja sebagai senior. Untuk terlibat langsung, tidak.

Saya juga heran dengan orang-orang yang bangga dengan status MaTeLu, banyak juga yang bilang tidak perlu lulus kuliah untuk jadi sukses, para MaTeLu ngehe ini mencontohkan Bill Gates dan Mark Zuckenberg yang walaupun D.O bisa sukses menjadi milyarder. Mereka tidak berpikir bahwa saat Bill dan Mark D.O, ada juga puluhan bahkan ratusan mahasiswa Harvard yang di D.O dan tidak menjadi apapun. Kuliah adalah komitmen awal kita, kita memulainya dari garis start dan tujuan kita garis finish.

Tidak ada yang salah menjadi MaTeLu, lulus lebih lama adalah pilihan. Jadi untuk kalian yang sedang berjuang dengan skripsi, berjuang meraih toga, Udahlah.. Gak perlu lulus tepat waktu, gak usah juga lulus di waktu yang tepat, wisudalah di suatu hari nanti…. Itu tanggung jawabmu. πŸ™‚

image
Sumber: instagram/maulasam

Posted from WordPress for Android

Iklan

26 thoughts on “Wisudalah suatu hari nanti

  1. saya sering tuh lihat di fb atau dimana gitu yang ada foto si bill gate dan mark. yg ditulis, mereka do dan sukses gtu. kayak jadi kata semngat gitu buat orang-orang, tapi ya bner,

    Anggap aja gini, kalau belajar aja males-malsan gimana mau sukses nantinya.
    dua orang sukses itu

    saya yakin juga dua orang sukses itu masih tetap belajar meski DO
    belajar agar impian yg mereka inginkan itu nggak berhenti gitu aja

  2. Istilahnya banyak ya. Ada MaTeLu ada MaPaLA. HAHAHA. Semoga aja nanti ketika gue kuliah gak kayak gitu. Aamiin. πŸ™‚

    Hidup itu penuh perjuangan. Kalo gak mau berjuang yaa gak usah hidup. πŸ™‚

    Quote di gambar akhir postingan bagus juga tuh, hehe.

  3. Hem… Jujur gue rad nyesek pas baca post ini. Antara pengen marah sama diri sendiri, dan pengen ngambek sama keadaan.

    Kadang jadi mahasiswa akhir bukan hal yang sulit menurut gue, tapi yang sulit adalah menjawab pertanyaan laknat seperti KAPAN?

    Rasanya semua berubah hening ketika pertanyaan itu dilontarkan, mau soal wisuda,nikah, atau apapun. Gue suka nyesek gak jelas kalo ditanya begitu..

    Tapi, satu hal yg harus gue selalu pegang adalah jalanlah pada apa yang seharusnya bisa gue jalani.

    Semoga MaTeLu bisa menjawab pertanyaan laknat itu..

  4. Sama kaya di SMA, hanya gara-gara ikut organisasi (osis), membuat gue harus meninggalkan pelajaran di kelas gue. Untuk pertama kalinya gue senang, akan tetapi gue tau kalau akan ketinggalan materi, tapi itu bukan masalah bagi gue. Gue berorganisasi untuk belajar, dan belajar pelajaran bisa gue lakukan dimana saja. Maka dari itu gue harus yakin untuk bisa mengejar ketertinggalan gue. *Curhat

    Gue masih belum merasakan bagaimana rasanya kuliah itu? Kata dari kakak gue kuliah itu tugasnya banyak, di bikin gak bisa tidur, dan lupa sama pacar, eehh salah tolong di coret ganti jadi lupa sama makan dan orangtua

  5. Haduh nyesek banget bacanya, jadi faktor dari mahasiswanya sendiri juga pengaruh dari lulus enggaknya si mahasiswa itu. Heran sendiri sama metelu itu kalo mereka mikirnya gitu ngapain kuliah juga? Kenapa kok gak langsung kerja gitu.

    Semoga mereka uang statusnya masih metelu bisa cepet lulus lah dan kelak aku kuliah nanti nasibnya gak seperti metelu-metelu itu.

  6. Ini postingan macam apaaaa? sukaaaa, hehe.
    Alhamdulillah bentar lagi bakal ngerasain wisuda. Selamat buat seluruh mahasiswa yang udah ngicip gimana sensasi wisuda dengan segenap upayanya. Syukurlah istilahnya matelu, bukan matek lu *ups, kasar sekali, haha. Sobatku juga ada yg matelu, padahal dia selalu satu kelas dgku sejak semester 1, dan.. dia lebih yahudd otaknya timbang aku. Baiklah, aku tak akan menanyakan perihal bagaimana kabar skripsi atau menanyakan kapan wisuda, karena.. ya, yang harus aku lakukan adalah menyemangati dan mendoakan, tak perlu bertanya hal sensitif itu. πŸ™‚

  7. Ah, nyesel baca ini hahahaha tapi seru sih. Aku lagi ada di posisi ini soalnya. Dan suka banget sama kalimat, “Daripada lulus tepat waktu, mending lulus di waktu yang tepat.” Definitely agree πŸ˜€

  8. Hahahaha gue setuju banget sama orang-orang yang gagal, terus bawa-bawa Bill Gates atau Mark yang sukses dengan kegagagaln. Kesannya dia nyari-nyari teman sepergagalan. Makanya, orang kayak gitu kesannya ngeremehin, biar dia bilang, “Nih, nanti gue bisa kayak Bill atau Mark.”

    Kesel banget sama orang-orang tipe ini

  9. Aku sebelumnya sudah komen disini nih, tapi gak tau kenapa kok gak muncul. Pas mau komen lagi malah error katanya ada duplikasi komentar.

    Mungkin metelu-metelu tadi merasa nyaman di kampus makanya males untuk buru-buru wisuda, padahal kalo setelah wisuda bisa cari kerja atau negalnjutin sekolah lagi gitu.

    Cuma sebelnya kenapa kalo mereka mesti cari contoh orang yang DO lalu sukses, kalo gitu kenapa gak usah kuliah aja. Rejeki orang beda-beda

  10. Matelu ngehe :v
    Wkwkwk… Itu dikasih uang artinya lu ditodong ban. Bener sih, klo udah dibebanin kyk ‘gitu’ ya mau gak mau kitaamanahkan ya. Aku wisuda 2 tahun lagi. Doakan lancar ya bang. Karna telat ngapa2in itu hitungannya uang juga bangkrut

  11. kadang sebel sendiri kalo ada orang yg nyamain dirinya dengan Mark ato Bill yg di D.O.
    mereka di D.O juga udah pinter dan mereka pengen fokus sama kerjaan yg dirintis. lah kalo orang lain kerjaannya cuma males-malesan lha kok nyamain dengan si Bill ato si Mark.

  12. Alhamdulillah akhirnya lulus juga,
    mungkin banyak hal yang bisa jadi pertimbangan lulus kuliah harus tepat waktu atau ga, tapi yang lebih berharga adalah berapa banyak ilmu yang bisa diterapkan setelah jas almamater dilepaskan, ya hidup adalah mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sebenernya tak perlu ditanyakan tapi dijalankan saja. *alah

    Tapi kok gw jadi kangen kuliah lagi ya πŸ˜₯

  13. Jadi inget sama sepupuku, kalau gak salah dia udah 10 semester juga, tapi belum lulus-lulus ._.

    Ngomongin soal Bill Gates Dan Mark, kalau fokus ke Mark, yang gue tau dia pas kuliah udah ngobrak-ngabrik jaringan data mahasiswa Harvard buat nyari data yang nantinya diisi di websitenya. Dan alasan dia DO supaya fokus Ngerjain proyek website itu, yang sekarang kita kenal sebagai Facebook. Lah, kita mau DO, tapi gak Ngerjain apa-apa, mending belajar bener-bener sana sampai lulus, gak usah deh ngeliat Mark atau Bill Gates xD

  14. ah bang Erik sini peluk dulu.. gue juga pengennya wisuda Desember bang. doain ajah hehehe
    udah meles gue kuliah dikampus gue. banyakan bayar.. hahaha

    gue rasa kata-kata apapun yang bikin kita jadi stuck atau malah bikin kita mundur untuk suatu hal penting macam wisuda ini perlu kita tinjau ulang. kayak ‘lulus di waktu yang tepat’ sebenanya kalimat itu rancu si, bener kata lo ‘kapn waktunya?’ sementara yang lain udah melesat ninggaklin kita.

    gue sih memilih secepatnya :))

Abis baca-baca gak mau komentar dulu nih? Sinilah.. diskusi kita. :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s