Belum mampu

image

via twitter @arman_dhani

Kemarin adalah peringatan 11 tahun meninggalnya Almarhum Munir. 11 tahun lalu dia dibunuh dan aktor utamanya belum di adili sampai sekarang, bahkan seorang pelaku lapangannya  sekarang sudah bebas berkeliaran karena diberikan remisi oleh pemerintah. Munir dibunuh karena membela HAM.

Seperti biasanya memperingati tokoh-tokoh luar biasa, saya selalu memposting tweet/status tentang mereka, sampai tadi pagi saya melihat gambar komik Doraemon di atas yang kata-katanya sudah diganti. Saya sedih. Saya termasuk orang yang terjebak dengan kejayaan masa lalu dan hanya memperingatinya tiap tahun tanpa mampu menjadi seperti mereka.

Saya belum mampu menjadi kritis seperti seorang Soe Hok Gie karena merasa ilmu saya masih kurang.

Saya belum mampu seperti Ahmad Wahib yang bisa berpikir bebas tentang islam, karena sholat 5 waktu saja sering lalai, saya belum mampu bicara agama.

Saya belum mampu seperti orang-orang yang melakukan Aksi Kamisan untuk memperjuangkan keadilan anak-anak, saudara mereka yang hilang di tahun 1998 karena diculik, memperjuangkan cinta saja saya sering menyerah.

Saya belum mampu menjadi Munir yang memperjuangkan HAM, tetangga yang kelaparan saja, saya tidak mau tahu.

Hmm.. Waktunya introspeksi diri.

Posted from WordPress for Android

Iklan