Menikmati Kegagalan

‘Ditelpon PNM gak?’ tanya Nino,  seorang tetangga yang juga senior saya saat kuliah
‘enggak, sudah ikut tes tahap 2 ya?’ saya bertanya balik
‘iya sudah.. ‘
‘ooh… ‘

2 minggu lalu saya bertemu tetangga ini saat ikut seleksi calon karyawan di salah satu perusahaan BUMN, pertemuan yang tidak disengaja sebenarnya. Tapi saya rasa wajar karena yang membuka lowongan adalah perusahaan BUMN maka besar kemungkinan saya akan bertemu dengan senior atau tetangga yang juga sedang mencari kerja atau bahasa gak kerennya Pengangguran. 😅

Sebelumnya saya sudah menceritakannya Disini, dari saat ditelpon ikut tes dan saat ikut tes tahap 1 (psikotes).  Mengetahui gak dipanggil untuk tes selanjutnya saya jadi kesal, bukan karena gak dipanggil lagi tapi karena saya malah santai saja menanggapinya, harusnya sedih kan ya!! KZL!!  😤

Entah kenapa saya menikmati kegagalan ini, mungkin karena sebelum-sebelumnya saya tidak pernah gagal, bukan karena saya pandai menghadapi tantangan tapi karena saya tidak pernah mencoba jadinya tidak pernah gagal.  Hehe.. Iya saya dulu Loser, chicken atau apapunlah sebutannya yang pasti dulu saya takut mengambil resiko, terlalu banyak pikiran negatif yang membuat saya tidak berani mengambil keputusan, jadi untuk kegagalan-kegagalan  saat ini saya coba untuk menikmatinya saja sambil terus mencoba dan berbenah diri.  😄

EVALUASI
Mengevaluasi kegagalan kemarin, ini kedua kalinya saya gagal di Psikotes, dan dalam tes saya selalu kesulitan saat berhitung cepat. Ironi memang karena saya anak akuntansi yang selalu bergelut dengan angka tapi tidak bisa berhitung cepat. Lagian yang dihitung cuma angka-angka doang, kalo yang dihitung uang saya bisa loh ngitung cepet. ($_$)

Kadang saya berpikir tes hitung cepat yang ada dalam psikotes tidak selalu relevan dengan lowongan pekerjaan yang dibuka,  misalkan lowongan yang dibuka sebagai security buat apa mereka ikut tes hitung cepat? Kalo yang harusnya di tes adalah kemampuan lari cepat, untuk menangkap maling. Jika lowongan yang dibuka adalah kolektor buat apa mereka ikut tes hitung cepat? Kalo yang harusnya di tes adalah kekuatan pukulannya kalo-kalo nasabahnya gak mau bayar. *eh 🙊

Harusnya lowongan bagian akuntansi juga gak perlu di tes hitung cepat, kalo yang harusnya yang di tes adalah ketelitian, paham siklus akuntansi, paham perpajakan. Ya kan?  Ehem…  😎

Ya sudahlah gak perlu dipikirin lagi, sekarang waktunya fokus memburu pekerjaan lagi. Hmmm…  Saya mungkin harus berhenti melamar di perusahaan yang ada psikotesnya biar bisa cepet dapet kerja. ๐Ÿ™‚

‘Terus rencana kedepannya gimana?’ Nino tetangga gue tiba-tiba bertanya
‘ya masih mau nyari lowongan kerja lagi sih… ‘ kata saya
‘Ya udah sukses ya.. ‘ Nino beranjak dari tempat duduknya dan ngajak salaman
‘Yosh!  Sama-sama,  semoga lancar tes tahap 2 nya ya.. Sampai tahap interview dan diterima kerja disitu’
‘Amiiinnn… ‘

Posted from WordPress for Android

Iklan

6 thoughts on “Menikmati Kegagalan

  1. kegagalan? ๐Ÿ™‚ saya sering mendengar dan mengalami hal itu. Gak papa kita bisa buat enjoy. Kata Dahlan Iskan, habiskan jatah gagalmu di usia muda. Terpenting tetap semangat dan positif thinking mas bro ๐Ÿ™‚

Abis baca-baca gak mau komentar dulu nih? Sinilah.. diskusi kita. :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s