Keadaan Bangsaku #CatatanHarianAhmadWahib

Aku tidak bisa mengerti keadaan di Indonesia ini. Ada orang yang sudah sepuluh tahun jadi tukang becak. Tidak meningkat-ningkat. Seorang tukang cukur bercerita bahwa dia sudah 20 tahun bekerja sebagai tukang cukur. Penghasilannya hampir tetap saja. Bagaimana ini? Apakah mereka tidak punya kegai­rahan untuk meningkatkan taraf hidupnya sedikit demi sedikit?.

Mengapa ada orang Indonesia yang sampai puluhan tahun menjadi pekerja-pekerja kasar yang itu-itu juga. Pengetahuan mereka juga tidak meningkat. Apa bedanya mencukur 3 tahun dengan mencukur 20 tahun. Apa bedanya menggenjot becak setahun dengan 10 tahun? Ide untuk maju walaupun dengan pelan-pelan masih sangat kurang di Indonesia ini. Baru-baru ini saya melihat sebuah gambar orangtua di majalah. Dia telah 35 tahun menjadi tukang potong dodol pada sebuah perusaha­an dodol. Potong, potong…. potong terus, tiap detik, jam, hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun…. sampai 35 tahun. Masya Allah! Bagaimana bapak ini bisa kerasan dengan hanya peker­jaan menggerakkan pisau ke muka dan ke belakang bergantian selama 35 tahun. Alangkah kuat daya tahannya. Tapi alangkah mencekam kebekuan pikirannya. Dia menyerah terhadap keadaannya. Bagiku dalam bekerja itu harus terjamin dan diper­juangkan dua hal: 1. Penghasilan harus selalu meningkat; 2. Pengalaman dan pengetahuan harus terus bertambah. Sesudah seseorang menguasai suatu pekerjaan, sebaiknya dia pindah pada bagian lain atau pekerjaan lain yang belum dia kuasai untuk memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru. Dengan modal pengetahuan yang lebih besar kita mendapat kans juga sekaligus untuk memiliki penghasilan yang lebih.

Saya kira semangat yang tepat untuk semua itu adalah: membuat hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Motto seperti itu harus senan­tiasa dihidupkan dalam jiwa kita.

6 juni 1969

——————————————————–

Catatan harian Ahmad Wahib pada tanggal 6 juni 1969 ini memberi tahu kita bahwa pentingnya seseorang untuk meng-Upgrade dirinya sendiri, sehingga tidak terjebak dalam keadaan, situasi, pekerjaan bahkan mungkin hubungan *uhuk* yang itu-itu saja.

Tidak ada yang salah dengan seseorang yang mempunyai pekerjaan sama selama bertahun-tahun, mungkin yang dimaksud dari catatan Ahmad Wahib adalah kita tidak hanya mempunyai satu keahlian saja tapi banyak, maka dari pentingnya Pengetahuan. Dengan berkembangnya teknologi informasi saat ini harusnya lebih mudah untuk belajar, seorang Banker belajar tentang pertanian, seorang guru belajar tentang IT, seorang pedagang belajar tentang Social Media harusnya sih bisa. 😀

Iklan

6 thoughts on “Keadaan Bangsaku #CatatanHarianAhmadWahib

Add yours

  1. Belajar merupakan kewajiban kita. Menuntut ilmu terus sampai ajal menjemput. Meskipun sekali-kali tindakan bodoh diperlukan agar hidup tidak terasa membosankan

Abis baca-baca gak mau komentar dulu nih? Sinilah.. diskusi kita. :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: