Rasengan

Berbicara di depan umum untuk beberapa orang menjadi momok yang menakutkan, semua orang mungkin bisa berbicara tapi kalo udah didepan umum rasa-rasanya abis makan bola bekel sampai gak bisa ngeluarin suaranya. Semua orang saya yakin punya masalah dengan itu, tapi beberapa mampu mengatasinya. Saya pun punya masalah dengan itu,  selama ini jika harus memimpin rapat atau memberikan sambutan dalam suatu event saya selalu mempersiapkan apa yang ingin saya sampaikan,  tapi saat hari-H karena grogi saya melupakan beberapa hal yang harusnya saya sampaikan. 😅

Akhir pekan kemarin saya di telpon oleh seorang junior saya di Ikatan Mahasiswa Akuntansi Indonesia (IMAI), dia meminta saya untuk bisa menjadi pemateri di kegiatan upgrading pengurus IMAI Simpul Gorontalo. Selama ini jika diminta untuk menjadi pemateri saya selalu menolak karena merasa belum pantas untuk memberikan materi apalagi membicarakan organisasi,  saya merasa pengalaman saya masih kurang dan masih harus banyak belajar. Belum lagi memberikan materi sambil dilihat senior-senior saya, ‘hayati gak kuat bang, kalo gitu buang saja hayati ke rawa-rawa 😩’ .

Walaupun akhirnya saya tetap bersedia memberikan materi dengan pertimbangan saya waktu itu, pasti pesertanya sedikit karena yang akan ikut hanya pengurus dan kalau pun banyak saya mengenal mereka semua karena rata-rata pengurus adalah junior saya juga di kampus. Maka mulailah saya mempersiapkan materinya, saya tidak banyak browsing karena inti materi yang ingin saya sampaikan lebih ke sharing berbagi pengalaman selama saya berorganisasi baik itu di intra maupun ekstra kampus.

Seperti yang di duga saat hari-H hanya ada 10-an orang yang datang, mengingat ini hanya upgrading jadi tidak wajib untuk mengikutinya, kegiatan ini juga sebagai persiapan pelaksanaan LKKS (Latihan kader kepemimpinan simpul) yang akan dilakukan 2 minggu lagi. Saya memberikan materi sekitar 30 menit, dan itu masuk dalam kategori cepat karena waktu yang diberikan oleh panitia biasanya 1 setegah jam. Bahkan beberapa senior saya bisa berbicara memberikan materi hingga 3 jam. 😮

Sore ini saya duduk dan mengingat kembali bagaimana saya memberikan materi. Dalam masalah waktu saya ternyata kurang memperhitungkannya. Dalam materi yang saya tulis setidaknya saya bisa berbicara selama 45 menit, karena sedikit grogi materi yang saya sampaikan sedikit lompat-lompat (kayak kelinci) 🐇 selain itu saat memberikan materi saya terlalu fokus pada satu titik, harusnya saya bisa sedikit berjalan-jalan ke kiri dan ke kanan. Dan juga ada gesture yang baru saya sadari saat sedang memberikan materi, ketika berbicara saya sering menggerakkan tangan di depan perut seperti saat bariton membuat rasengan. 😂
Ini pengalaman yang menarik dan lain waktu saya ingin mencobanya lagi. 🙂

Posted from WordPress for Android

Iklan

Abis baca-baca gak mau komentar dulu nih? Sinilah.. diskusi kita. :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s