Mahasusah

Mahasiswa sedang menjadi sorotan di minggu ini,  mulai dari Mahasiswa yang ditunda kelulusannya gara-gara selfie saat acara sakral wisuda (syukurlah mahasiswa konyol itu bukan dari Indonesia tapi dari Malaysia), ada juga Mahasiswa yang kena razia berduaan sama dosen di hotel katanya lagi bimbingan skripsi (mau dong bimbingan skripsi di hotel), dan yang paling jadi bahan pembicaraan adalah pertemuan mahasiswa dengan presiden Jokowi satu hari sebelum demo besar-besaran yang katanya bakal dilakukan mahasiswa untuk melengserkan Presiden (walaupun belakangan aksi demo ditunda sehari dan syukurlah berjalan dengan aman dan lancar. Eh tapi Presiden Jokowi Udah lengser belom ya? ). 😅

image

Isu melengserkan Presiden emang sudah ada sejak 1-2 bulan lalu, katanya aksi ini bakal lebih besar dari gerakan mahasiswa 98 (Saatnya kita bilang WOW!). Saya setuju-setuju saja Mahasiswa turun ke jalan besar-besaran pada 20-21 mei, mengingat untuk memperingati hari kebangkitan bangsa dan jatuhnya rezim Presiden Soeharto 17 tahun lalu. Sehari sebelum aksi, Presiden Joko Widodo mengundang ketua BEM dari beberapa Universitas besar untuk berdiskusi. Sedikit aneh memang Mahasiswa sudah diterima di Istana dan mendapat penjelasan langsung dari Presiden selaku pemimpin pemerintahan tapi besoknya mereka akan mendemo pemerintahan untuk masalah yang sudah dijelaskan. Lalu untuk apa pertemuan dengan presiden? Atau kalau mau dibalik untuk apa demonstrasi kalau sebelumnya sudah dijelaskan Presiden? Hehe 😅

Dari dulu saya beranggapan bahwa demonstrasi adalah pencitraan mahasiswa, untuk menunjukan bahwa Mahasiswa masih peduli, mahasiswa sebagai kaum intelektual menjalankan tugasnya sebagai agent of control dan tidak ada yang salah dengan itu. Menjadi salah kalo niat itu disusupi kepentingan-kepentingan negatif.

Saya kasihan juga sama Mahasiswa yang di undang Presiden kemudian di bully dan di cap sebagai pelacur intelektual. Entah apa maksudnya pelacur intelektual tapi menurut saya mereka seperti menjual intelektualnya atau ilmunya, tapi bukankah disetiap pekerjaan kita menjual ilmu kita juga? Jangan kita semua adalah pelacur intelektual, guru, dosen, profesional. Karena mereka menjual ilmunya untuk mendapatkan uang ❓

Kadang harusnya kita bersyukur mempunyai presiden yang terbuka dengan masukan mahasiswa sampai mengundang mereka ke istana, Presiden yang kemaren tuh yang suka ngambek, mau ketemu aja harus lewat undian dulu. #pfft. Mahasiswa harus menggunakan kesempatan ini agar aspirasi-aspirasinya bisa di dengar dan juga harus memberikan pengertian pada masyarakat bukan malah menghasut masyarakat.

Menjadi mahasiswa zaman sekarang emang susah, masa studi hanya dibatasi 5 tahun, mie instan harganya naik, foto bareng presiden sambil senyum dibilang pelacur intelektual, sering demonstrasi dibilang bikin macet, jarang demonstrasi dibilang gak peduli. Pusing pala mahasusah… 😩

Sumber gambar:
Merdeka[dot]com

Posted from WordPress for Android

Iklan

4 thoughts on “Mahasusah

  1. Wuih, mahasiswa memang ribet. Mungkin karena kurang komunikasi aja jadi gregetan.
    Untung kampus saya gak ikut begituan.

  2. eh, tau dah masalah mahasiswa ini. suka demo bilang intelektual tinggi tapi kadang ada aja yang anarkis.
    dan itu yang diundang presiden harusnya cukup mengerti kalau jalankan pemerintahan itu nggak semudah balik telapak tangan. bahkan semua yag demo itu juga harusnya udah ngerti soal itu

Abis baca-baca gak mau komentar dulu nih? Sinilah.. diskusi kita. :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s