Pahami lalu bicara

image

Sumber: twitter @FactsGuide

Satu hal yang selalu saya hindari dalam berkomentar atau berpendapat adalah berbicara tentang hal yang tidak saya pahami. Kadang saya terpancing dan tetap bereaksi membalas komentar atau memberikan pendapat walaupun suatu saat saya akan menyesalinya karena ingat betapa konyolnya saya membicarakan hal-hal yang bahkan saya tidak mengerti.

Sama halnya dengan membuat tulisan di blog,  saya tidak akan menulis sesuatu yang tidak saya pahami, atau saya tidak mempunyai referensi yang jelas untuk membahas suatu topik.  Saya membutuhkan waktu berhari-hari sebelum tulisan di publish. Setidaknya saya harus mempunyai referensi tentang topik yang akan dibahas. Saya membaca 3-5 artikel untuk referensi,  ini bertujuan agar tulisan yang saya buat nanti tidak dianggap plagiat dan saya akan tahu ending dan kesimpulan dari tulisan saya akan seperti apa. Ya walaupun pembaca kadang tidak menangkap itu. Hahah 😅 entah karena tulisan saya terlalu membosankan atau karena kutipan-kutipan yang saya buat terbaca seperti buku pelajaran di sekolah. Entahlah..

Saya senang akhir-akhir ini orang mulai berani ngomongin politik, mulai dari anak sekolahan, tukang sayur sampai tukang pukul semuanya memberikan pendapatnya tentang politik. Saya rasa orang-orang mulai sadar dengan pentingnya politik, semua kebijakan di Indonesia diambil dari keputusan politik, mulai dari harga kebutuhan pokok sampai harga pakaian dalam semuanya akibat dari proses politik. jadi penting bagi masyarakat untuk melek politik agar tidak dibohongi oleh penguasa.

Tapi sayangnya keinginan orang-orang berkomentar tentang politik atau isu yang ada saat ini tidak dibarengi dengan keinginan mencari informasi dan memahami permasalahan secara jelas. Kadang orang berkomentar hanya dari membaca headline suatu berita tanpa membaca isi berita, kadang juga orang berkomentar dengan sumber kultwit dari orang yang punya followers banyak. Yang bahkan kita tidak tahu kapasitasnya apa, apakah latar belakang pendidikannya sesuai dengan topik yang dia bahas. Kan lucu jika seorang sarjana ekonomi ngomongin tentang pertanian, sedangkan sarjana pertanian malah kerja di Bank. *eh 😶

Kadang lucu melihat orang awam ikut berkomentar, satu cara mengetahui apakah dia paham tentang yang dia bicarakan atau tidak adalah dengan melihat isi komentarnya. Jika dia menjelaskan secara runtut, sistematis, memberikan fakta (bukan hanya membaca media online) maka berarti dia paham apa yang dia bicarakan, tapi kalo di dalam komentarnya isinya hujatan, menunjukkan emosi berlebihan artinya dia tidak paham apa yang dia sedang bicarakan. Dia hanya ikut-ikutan rame aja. 😅

Lalu apakah orang awam tidak boleh ikut berkomentar? Ya bolehlah. Saya juga awam, tapi tidak asal berkomentar. Saya harus memahami permasalahannya dulu, melihat dari dua sisi. Misalkan tentang kenaikan harga BBM (Pencabutan subsidi sebenarnya) kalo saya melihatnya dari sisi sebagai masyarakat saya mungkin sudah melontarkan semua kata hewan di kebun binatang kepada pemerintah. Tapi saya juga harus melihat dari sisi pemerintah bahwa anggaran untuk BBM terlalu membebani APBN, sementara yang menikmati BBM bersubsidi malah orang kaya. Lebih baik anggaran itu untuk pendidikan dan kesehatan kan?

Ada yg aneh juga tentang kenaikan harga Bbm, waktu Presiden Jokowi pertama kali menaikkan harga BBM, orang teriak-teriak karena harga minyak dunia turun. Begitu Presiden Jokowi menyesuaikan dengan harga minyak dunia, orang-orang protes lagi dan menuding Presiden kapitalis. Kayak cewek aja susah dimengerti. *eeaa

Mengenai kebijakan BBM ini tergantung visi pemimpinnya Kalo mau jangka pendek, ya memang paling mudah, mengintervensi harga pasar dengan ngasih subsidi. Rakyatnya senang, presidennya popular. Tapi konsekuensinya, subsidi akan terus meningkat dari waktu ke waktu. Dan pemerintah makin kesulitan karena anggaran subsidi terus membengkak. Padahal anggarannya bisa digunakan membangun infrastruktur untuk menaikkan kapasitas produksi perekonomian rakyat.

Tapi jika visi jangka panjang yang digunakan, ya memang awalnya sakit. Harga-harga fluktuatif. Sebagian orang mungkin akan gagap menyesuaikan diri. Rakyat sengsara. Presidennya pasti dihujat Tapi dengan mencabut subsidi, pemerintah bisa bernafas. Ada alokasi anggaran yang bisa dialihkan untuk membangun dan memperkuat kapasitas produksi dalam negeri. Ke depan, harga-harga pastinya tetap akan melonjak dan fluktuatif. Tapi lama-lama masyarakat juga terbiasa dan mengerti cara menyiasatinya.

Nah, tinggal milih: mau visi jangka pendek (dengan konsukesi terjadi pemiskinan secara struktural), atau mau jangka panjang (bersakit-sakit dulu, bersenang-senang kemudian).

Memang rumit sih ngomongin BBM, makanya saya tidak banyak berkomentar karena tidak membantu dan tidak membuat minyak dunia turun juga. 😛

Intinya mah referensi, banyak baca bisa nambah pengetahuan, berkomentar berdasarkan fakta bukan dari opini seseorang. Pinter-pinter juga kalo baca berita. Tentang ini ada status facebook milik mbak Okina Fitriani yang lucu sih tapi bener. Silakan dipahami… πŸ˜€

Teknik mengutip berita paling mutakhir masa kini
Oknum Wartawan (W) Menteri (M)
W1 : Pak, bapak lebih suka ayam goreng apa gulai kambing?
M : Ayam goreng
W1 : Pakai tepung atau tidak pak?
M : Pakai tepung
W1 : Model ayam goreng KFC ya pak
M : Ya kurang lebih mirip begitulah..
Headline : Menteri M lebih suka ayam goreng KFC model Amerika dan tidak suka gulai kambing tradisional Indonesia..

W2 menulis di berita online :
Terlaluu! Gaya Hidup Menteri M Kebarat-baratan

Si B bikin status FB :
Hati-hati Menteri M mendukung bisnis liberal kapitalis daripada pertumbuhan ekonomi kerakyatan

W3 menulis berita online abal-abal yang mencatut nama islam
Menteri M Benci Pada Daging Kambing Makanan Kesukaan Rasulullah SAW

Si A tweeting :
Astagfirullah.. Ada upaya penyesatan akhlaq, Kambing yang disukai Rasulullah SAW dianggap tidak baik oleh Menteri M. Kita akan digiring ke cara pandang kafir

Si C menulis dalam blog
Seperti yang sudah kita duga, industri kecil dan menengah lokal akan segera disingkirkan karena tidak menguntungkan pemerintah

Kelompok X Merencanakan Demo Penyesatan Akhlaq
Kelompok Y Merencanakan Demo Membela UKM

Menteri M menerima summary berita hari ini dari sekretarisnya
“Pak ini rangkuman berita-berita tentang anda seminggu ini”
M : ##!??/
Penasehat : Bagaimana kalau untuk meluruskan ini besok kita undang seluruh wartawan makan bersama dengan hidangan kambing Pak..
M : Budget-nya?
Penasehat : Tentu dengan budget kementrian, kan untuk menjaga nama baik bapak..
Tetooot … ..:mrgreen::mrgreen:

Penasehat 2 : Sepertinya kita harus belajar teknik komunikasi yang paling meminimalisir peluang disesatkan wartawan Pak. Hemat tenaga, biaya dan aman
M : Sepertinya cuma anda yang mikirnya bener di jaman ini. (Sumber)

Kalian termasuk orang yang mikir dulu baru bicara atau bicara aja dulu, ntar juga paham ndiri. ❓

*Update 15 April 2015, 8:23PM
Posted from WordPress for Android

Iklan