Berpikir seperti introvert

Belakangan ini beberapa social media menurut saya tidak menyeenangkan lagi. Timeline twitter saya tiap hari ngomonginnya Bola-Politik-Bola-Politik-bola. Sama halnya dengan facebook,  beranda saya dipenuhi dengan postingan politik dan hujatan pada Presiden Jokowi. Saya suka ngomongin Politik dan Bola, tapi lama-lama jenuh juga karena makin kesini yang diomongin hal gak penting semua. Topik politik ngomongin Partai Golkar yang pecah menurut saya tidak penting. Topik Bola yang ngomongin boleh tidaknya GBK dipake konser atau tidak, lebih gak penting lagi.

Ingin coba menanggapi, tapi males. Sejak selesai Pilpres kemaren saya sedang mencoba untuk menjadi orang yang tidak terlalu reaktif menanggapi sesuatu. Saya tidak ingin menyesali kata-kata bodoh yang saya keluarkan karena terlalu reaktif. Terkadang saya lupa bahwa saya adalah seorang Introvert, harusnya saya berpikir sebagai seorang Introvert, yaitu menganalisa, melakukan observasi, dan bersuara pada saat yang tepat.

Ingin rasanya tutup akun di semua social media. Hmmm… tapi tidak dengan Path, karena saya butuhkan untuk cuci mata. Di path saya adalah bapak kost asrama putri. πŸ™„

Posted from WordPress for Android

Iklan