Luntang-lantung!

image

Hidupilah hidupmu sendiri, kawan. Tidak ada yang lebih nyaman dari itu. [Luntang-lantung, Roy Saputra]

Siapa yang tidak mau hidup dari penghasilan sendiri? Tentu semua orang pengen hidup dari usahanya sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Tapi apakah sebegitu mudahnya dapet kerja dan dapat penghasilan? Menurut saya dapet kerja itu mudah, menjadi sulit ketika harus disesuain sama kemauan kita. Pengen kerja disini, disitu, gajinya harus segini, gajinya harus segitu. Sulit! Dan ini yang saya rasakan sekarang, alasan saya masih menganggur adalah mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemauan. Kalo masalah gaji sih saya gak terlalu mikirin. Soalnya saya belom nikah, gak punya pacar, jadi kebutuhan saya sebagai jomblo gak banyak-banyak amat. Palingan tiap minggu cuma butuh sabun doang…… ya buat mandi.

Saya pengen dapet kerjaan sesuai kemuauan dan sesuai jurusan pas kuliah ya karena itu tadi, saya belom punya banyak kebutuhan jadi gak terlalu di pusingkan dengan harus beli ini, beli itu. Tujuan awalnya pengen nyari pengalaman aja. Makanya tiap wawancara kerja kalo ditanyain berapa gaji yang diminta, saya jawabnya sesuai standar perusahaan. Karena saya lebih butuh pengalamannya, soal gaji nanti-nantilah. Lagian kalo kerja kita bagus masa perusahaan tega gak ngasih gaji dan tunjangan. 😜

Menjadi pengangguran membuat saya jadi rajin mengecek lowongan di koran, mengecek email ataupun HP, kalau-kalau ada panggilan kerja saya bisa langsung tahu. Setelah gagal di Seleksi CPNS saya sudah memasukan lamaran di beberapa perusahaan BUMN dan beberapa perusahaan swasta lainnya. Dan dari beberapa lamaran itu saya sudah dihubungi perusahaan sebanyak 2 kali, yang pertama di PT. ANEKA GAS INDUSTRI (SAMATOUR GRUP), Lalu salah satu perusahaan pembiayaan PT. FINANSIA MULTI FINANCE. (KREDIT PLUS).

Di perusahaan pertama prosesnya cukup lama, saya harus menunggu 2 bulan sejak memasukan lamaran sampai kemudian dipanggil untuk wawancara. Saya saja sampai lupa nama perusahaannya ketika ditelpon. 😄

“Halo dengan bapak Erick Yanto Paramata”
“Tergantung pak, kalo bapak tujuannya mau nagih utang berarti pak Erick nya gak ada. Tapi kalo bukan kemungkinan sih ada.”
“Errr..saya bukan mau nagih utang pak, saya mau nagih tanggung jawabmu. Aku hamil mas! 😦 ”
“………………….”
“Pak… halo pak Erick. Saya Becanda pak. Hehe”
“Oh hahaha bapak ini bisa aja, awas tak sentil ya kalo ketemu. Uwuwu”
“Jadi gini pak, saya dari PT. AGI. Bapak bisa datang hari Jumat, tanggal 6 februari di kantor kami jalan Mayor Dullah no.23 untuk tes dan wawancara?”
“Oh bisaa..bisaa pak!”
“Oke datang sendirian ya pak, jangan hubungi polisi, bawa uang tebusan 100juta rupiah”
“………………………”
“Saya Becanda pak. Haha”
“Oh Hehe..bapak ini suka becanda ya.”
“Jangan lupa bawa alat tulis ya pak karena ada tesnya. Terima kasih ”
“Iya makasih pak.” πŸ˜€
“Emm kamu dong tutup telpon duluan…”
“………………….”
Tut…..tut……tut……

Setelah telpon itu baru saya mikir, itu perusahaan apa ya? Kapan saya masukan lamaran? Sampai kemudian saya ngecek email terkirim dan baru ingat saya memasukan lamaran di perusahaan itu 2 bulan yang lalu. Tidak hanya proses pengajuan lamaran saja yang memakan waktu lama, proses tes dan interview juga bisa dibilang lama karena ada tes psikologi, tes kompetensi dan wawancara. Saat tes psikologi saya benar-benar pusing karena baru pertama kali ikut. Belom lagi saat menggambar,saya gak jago gambar. 😦

Saya beruntung saat tes kompetensi akuntansi, karena soalnya bisa dibilang mudah. Hanya membuat jurnal dan laporan rugi/laba. Sebagai anak akuntansi sejati keterlaluan jika saya tidak bisa mengerjakan soal itu. 😌 berikutnya saat wawancara pun saya cukup nyaman, suasana tegang saat interview kerja tak terasa karena Pimpinan Perusahaan dan Direktur SDMnya setelah melihat riwayat organisasi saya beberapa kali menanyakan tentang dunia mahasiswa. Karena memang latar belakang mereka yang dulu juga aktivis kampus. 1 bulan sudah saya menunggu pengumuman tapi belum ada juga. Saya hanya bisa bersabar dan banyak berdoa. 😄

Di perusahaan kedua saya ditelpon sampai 2 kali, telpon pertama seminggu yang lalu mereka langsung menawarkan saya untuk menjadi collector tapi saya menolak. Dan baru saja tadi pagi mereka menelpon lagi dan tetap menawarkan menjadi collector, lagi-lagi saya menolak. Sampai akhirnya mereka bilang akan menghubungi lagi jika ada lowongan yang sesuai dengan jurusan saya. πŸ™‚

Saya bukannya menolak pekerjaan, seperti yang saya bilang diawal, saya sedang mencari pengalaman, saya bisa kerja apa saja jika saya mau,tapi saya butuh pekerjaan yang sesuai dengan keahlian. Biar bisa menjadi bekal untuk pekerjaan-pekerjaan saya berikutnya.

Gak ada yang bilang bahwa menganggur itu enak, saya pun kadang terganggu dengan status ini. Omongan tetangga, omongan teman yang mengomentari status kita sering menjadi gangguan dalam hidup. Sering ada omongan bahwa “Pendidikan tinggi gak menjamin bisa jadi kaya”. Itu benar, saya sepakat dengan itu, orang ya kalau pengen kaya ya kerja atau usaha, sedangkan pendidikan bagi saya adalah tanggung jawab kita terhadap peradaban. Makanya bagi saya pendidikan itu penting. 😁

Saya mencoba menikmati status ini, semuanya udah ada yang ngatur kita hanya harus menggapai itu. Yang selalu menjadi motivasi saya adalah teman-teman. Mereka setelah wisuda butuh waktu selama satu tahun bahkan lebih untuk dapat pekerjaan mereka sekarang, masa saya baru 6 bulan jadi pengangguran udah nyerah. Hehe.. saya percaya Semua ada waktunya… ^^’

“Karena waktu punya semuanya dan semua ada waktunya” ~Hari (@sebuahego)

β€œSesungguhnya aku ini seorang penganggur.
Aku lebih banyak bingung dan menyibukkan diri dengan perkara-perkara remeh hanya untuk menjaga penampilanku di hadapanMu.
(Penganggur,1989)”
― Joko Pinurbo

Posted from WordPress for Android

Iklan