PATHcitraan

Sosial media pada masa ini benar-benar dalam masa kejayaannya. Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan penduduk terbanyak di dunia menjadi pasar yang strategis untuk para pengembang. Tidak heran kita menempati peringkat 4 pengguna Facebook terbesar setelah USA, Brazil, dan India. Lalu peringkat 5 pengguna Twitter terbesar di dunia dibawah USA, Brazil, Jepang dan Inggris.

Dan untuk Path, menurut CEO Path Dave Morin (pasti ni orang suka makan roti) pengguna Path Indonesia nomer 1 di Dunia, dengan pengguna 4 jutaan lebih. Menurut gue Path adalah tempat yang bagus untuk pencitraan. Itu kenapa gue namain judulnya PATHcitraan yang merupakan plesetan dari pencitraan.

Pencitraan, image atau citra didefinisikan sebagai a picture of mind, yaitu suatu gambaran yang ada di dalam benak seseorang. Pencitraan bisa yang positif atau negatif terserah bagaimana seseorang mencitrakan dirinya. Dalam hal social media orang-orang tentu mencitrakan dirinya dengan positif.

Orang Indonesia tuh pada dasarnya suka berbagi, faktor ini yang menurut gue kenapa social media digandrungi (halah bahasanya..) oleh orang banyak karena di socmed kita bisa berbagi banyak hal. Balik ke Path lagi, kenapa gue bilang ini adalah tempat yang bagus untuk pencitraan? Karena disinilah panggung agar orang-orang bisa melakukan pencitraan. Pengguna path setiap menit bisa membagikan aktivitasnya, mulai dari musik yang dia denger, film/acara TV yang dia tonton, buku yang dia baca, bisa check in dan bisa berbagi statusnya sedang tidur dan bangun tidur. ๐Ÿ˜

Pengguna Path (sama kayak pengguna sosmed lainnya sih) akan selalu memperlihatkan citra positif dengan memposting foto-foto mereka, musik yang mereka dengar, dan film yang mereka tonton. Mereka menjadikan social media sebagai presentasi diri kepada orang-orang bahwa ini loh “selera gue”. Dan terkadang apa yang diposting di Path tidak selalu menggambarkan social life mereka. Manusia sebagai aktor yang kreatif mampu menciptakan berbagai hal, salah satunya adalah ruang interaksi dunia maya. Setiap individu mampu menampilkan karakter diri yang berbeda ketika berada di dunia maya dengan dunia nyata. Hal ini dalam sosiologi disebut dengan istilah dramaturgi atau presentasi diri (The Presentation of Self ) untuk menjelaskan bagaimana seseorang menampilkan diri pada lingkungan atau panggung tertentu. Di Path saat lu lagi dengerin lagunya kangen band, kalian bisa update “listening to Blink 182 – I miss You” gak ada yang bakal tahu. Makanya Peter Steiner pernah bilang:

“On the Internet, nobody knows you’re a dog” [Wikipedia]

Tapi menurut gue Pencitraan itu penting asalkan gak berlebihan. Gue sendiri di Path kadang memposting musik yang gue denger, film yang lagi gue tonton. Yaa walaupun kadang tujuannya bukan pencitraan, lebih ke gue gak mau dianggap pervert, aneh karena postingan pathnya “0” tapi kalau ada foto cewek cantik selfie paling duluan nge-love 💙. Hahaha.. Kadang kalo dilihat-lihat Path gue udah kayak kostan putri. Isinya ceweekk smua men! Ada cowoknya sih tapi cuma temen-temen waktu di kampus doang. Selain itu kadang gue lebih nyaman bikin status di path, ini karena facebook gue yang udah jadi tempat ngumpulnya keluarga besar mulai dari om, tante,kakak, adik, bahkan tetangga sebelah. #pfft

Bagaimana dengan kalian? Menurut kalian, pencitraan itu penting gak sih? Lalu bagaimana kalian mencitrakan diri di media sosial? ๐Ÿ˜€

[Infographic] Tipe-tipe Pengguna Path by malesbanget[dot]com

image

Referensi:
ยท Pengaruh media sosial terhadap perilaku di kalangan remaja by mudazine[dot]com | Hana Feberia

Posted from WordPress for Android

Iklan

30 thoughts on “PATHcitraan

Add yours

  1. gue si tipe pengguna path yang suka nge add cewek cakep, trus juga suka ngasih emot ๐Ÿ™‚ atau ๐Ÿ˜ฆ ke postingan orang lain itu masuk kategori yang mana ya maserick. ๐Ÿ˜ฆ

    baydewey, postingannya gue setuju. cz on the internet, iam a dog. ๐Ÿ™‚

    1. Kalo kamu tipe yg mencitrakan lucu, konyol mas. Kalo soal nge add cewek cakep kita sama mas… Tipe orang yg bikin kost-kostan putri di path.. Hahaha ๐Ÿ˜‚

      Eh itu ungkapan doang sih, artinya anjingpun bisa menjadibmanusia di Internet dengan memakai akun palsu.. #halah #apatoh ๐Ÿ˜ฅ

  2. Itu apa sih, Dave Morin – suka makan roti. Haha. Nyebut merk ini mah.

    Dulu sempet nge-add orang secara membabi-buta. Tapi ternyata bukan itu fungsi Path. Temennya dibatasin, harusnya buat orang yang ‘kenal’ aja. Kalo buat pencitraan, ya pencitraan sekitar temen aja. Kecuali dicapture, trus di-share di medsos lain.

  3. Gue juga punya path, tapi jarang diapa2in. bawaan dari hape sih.hehe

    yap, meskipn bebas berekspresi di sosmed, tapi sebagai manusia seenggaknya berhati2 biar ga terjadi yg g diinginkan. kalau sekedar pencitraan sih mgkn boleh, asal jangan yg ngawur.

  4. Agak ngulang-ngulang dikit bacanya pas di tengah postingan. Bahasanya bikin otak gue keseleo..hehehe

    Gue pribadi sih jarang post di Path, selain nggak suka “pencitraan” seperti yang lo bilang. Nggak ada juga yang menarik dalam aktifitas gue yang mau gue Path-in..huhuhuhu

  5. Bagiku pencitraan itu gak penting.
    selama kita baik insyaallah semua akan baik pula (tapi gak selalu gitu sih hehee)
    kadang yg kita anggap baik blm tentu baik di mata orang.

    Btw gak heran lagi kalo Indonesia merupakan pengguna sosmed (PATH) soalnya banyak yg memanfaatkannya utk banyak kepentingan. mg2 aja gak kepentingan buat alay hahahaa

    Oya selamat tahun baru Rick

  6. Bg erik lagi pencintraan untuk membuat dirinya manjadi CITRA. “Apaan, ini.”

    Emang kalo orang Indonesia jadi yg pertama soal path gue gak heran, soalnya hampir semuanya di upload, bagikan, dan sebagainya.

    Tapi sayang, di path masih banyak foto kaki doang. -__-

  7. Kayaknya gue belum tertarik pake beginian Rik…
    Iya, gue emang gagal gaul…
    tapi itu lebih mengarah kepada karena gue gak suka pamer aja, jadinya sih gue belum kepikiran nge-path ๐Ÿ˜€

  8. Bener banget, kebanyakan orang punya path cuma buat begituan dan ngetagnya itu loh bikin agak gimana gitu, ya misal “kok aku gak diajak sih” hahaha ๐Ÿ˜€

  9. gue nggak mainan Path bang, gue lebih suka mainan volume radio.
    ‘listening to..’ juga sama bang, kayak semacem curht terselubung gitu lewat alunan lagunya..

    pencitraan emang penting banget apalagi buat calon persiden nanti. karena hal tsb udah kebukti ;)))))

  10. Gue punya akun Path, cuma agak males makenya. Social media yang masih gue sukai itu Twitter, instagram aja gue kurang suka. Temen – temen gue yang cewek sih memang kebanyakan make path dan instagram, trus ngeshare kegiatan di pathnya ke twitter.

    Pencitraan itu perlu banget asal bener.

  11. Menurut gue pencintraan boleh sajaasal membangun cintra ygpositip…tpi ga pake topeng aja…bilang suka film reggae dan nulis di path soal reggaepdahal sjatinya suka dangdut msalnya. y ga gitu juga sih rick… jadi membangu citra ya boleh aja asal bukan pembohongan publik dan dirisendiri. Hihihi

  12. Punya akun Path, cuma jarang dipakai, karena lagi senang kembali ke Facebook.. *eh?* ๐Ÿ˜€ Pencitraan itu penting, namun karena saya sering menemukan banyak sekali pencitraan yang ujungnya “penipuan” (cek blog saya ajalah), kini saya sudah muak sama pencitraan itu sendiri..

  13. Kalau path dipakein buat promo atau meme itu kayanya rada kurang pas, iya gak sih?

    Karena emang kan si path ini diciptakan sbg social media aktifitas sehari-hari gitu.

    Bener gak bang Erick?

    Ada yang punya path? Mau doang temenan di path..
    *MalahPromosi*

Abis baca-baca gak mau komentar dulu nih? Sinilah.. diskusi kita. :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: