Jangan panggil saya “Om”

“Om, boleh tanya gak? Sekarang jam berapa”ย Tanya seorang anak yang gue perkirakan kayaknya masih SMA.
“Hah?! ooh jam 9 dek..” kata gue yang sedikit kaget karena gue dipanggil “om”.
“Oh makasih om… ” kata anak SMA itu.

Di lain kesempatan gue juga terlibat percakapan, bedanya yang nanya masih SD atau SMP kayaknya, soalnya masih unyu-unyu gitu.

“Kak, isi pulsa dong?” kata dedek-dedek SD/SMP
“Loh! Saya bukan penjual pulsa dek” kata gue.
“Oh kirain jual pulsa, soalnya pulsanya gak pernah abis kan. Karena gak ada pacar yg ditelponin. *kaboor* 🏃”
“……” #AkuRapopo ๐Ÿ˜

Ada perbedaan panggilan diantara dua kelompok anak sekolahan itu, kelompok anak SMA manggil gue dengan sebutan “om”, sedangkan kelompok anak SD/SMP manggil gue kakak. Sesaat gue berpikir terlihat jelas lingkungan mereka bergaul, yang satu sering bergaul sana “om-om”, yang satu lagi bergaulnya sama seniornya di sekolah. O_o

Perbedaan panggilan itu bikin gue galau berhari-hari karena krisis identitas, gue ini “Om-om” atau kakak-kakak sih. :O

Gue sadar anak-anak sekolahan yang ada sekarang adalah mereka-mereka yang lahir diatas tahun 1998. Mereka baru lahir saat gue udah tau main bola bekel. Masa kecil mereka dimulai sejak awal 2000an. Hari ini kita banyak lihat memetentang permainan anak 90-an. Tentang main petak umpet, gambar-gambaran, tentang betapa jadulnya hape NOKIA. Gue yakin 10-20 tahun lagi anak-anak itu bakal bikin meme tentang betapa jadulnya BLACKBERRY. #pfftt

Saat di depan cermin gue memperhatikan bayangan sendiri, iyasih gue gak kayak dulu lagi. Gue mulai menuaaa..!!! tapi gak tua-tua amat sih. Umur gue baru 23, sedangkan kategori seseorang disebut Pemuda menurut Undang-undang adalah 15-30 tahun, itu artinya gue masih ketegori Pemuda kecepian.

Saat jalan-jalan di sekitar kompleks rumah di minggu pagi, gue banyak melihat teman-teman bermain masa kecil yang jalan pagi membawa anaknya yang masih batita. Saat gue ke masjid, anak-anak kecil yang dulu sering gue jitakin karena sering main waktu sholat sekarang mereka udah pada gede, bahkan mereka lebih tinggi dari gue. Jadinya kalo gue main di masjid mereka yang jitakin gue. #loh!, saat lihat DP BBM teman-teman seangkatan, mereka juga terlihat tua dewasa dengab riasan-riasan mereka saat ke kantor. Ahh waktu terasa cepet banget ya…

Oke..okeh.. di umur segini udah bisa dibilang tua. Karena kita sudah dituntut harus dewasa, bukan waktunya main-main lagi, gue punya tanggung jawab, gue harus mikirin semuanya sendiri. Tapi yaaa tetep aja………..

JANGAN PANGGIL GUE “OM”!

(manggil mas boleh, manggil sayang boleh banget) ^^’

Iklan