Musuh dari musuhmu adalah kawanmu!

“Dibayar berape lu sama Jokowi? Gue aja dukung Prabowo tapi gak pernah pake ava nomor 1.”

Itu adalah pesan yang dikirimkan seorang teman. Cuma karena gue pasang ava “I Stand on the right side” gue dibilang dibayar, karena ava itu juga gue dibilang fasis. Bahkan pernah di twitter gue dibilang kafir sama puluhan orang karena mendukung Jokowi. Gilaa gak tuh! πŸ˜€

Yeah.. Fanatisme. Karena fanatismelah orang bisa jadi frontal kayak gitu. Seperti anak ABG yang ngefans sama BoyBand korea atau CJR, kalo ada yang menghina idolanya maka mereka akan marah. Seperti FansClub Bola, yang kalo tim kesayangannya dikecengin karena kalah mereka akan beringas. Seperti para Wota, yang kalo idolanya JKT48 dikatain maka mereka akan berang. Sama halnya dengan yang terjadi hari ini, bedanya fanatisme hanya berporos pada 2 tokoh, Prabowo dan Jokowi.

Tulisan kali ini akan menjadi rangkuman dari tulisan-tulisan sebelumnya, jawaban-jawaban atas pertanyaan yang selalu gue dapet. πŸ™‚

Kenapa Jokowi-JK?
Kayaknya gue udah jelasin di Postingan Ini!, terus gue juga gak punya pilihan lain. Kalo hari ini yang nyalon pak Anies Baswedan, gue bakal milih beliau karena gue tau kapasitasnya. Kenyataannya cuma ada pak Prabowo dan Jokowi. Gue milih pak Jokowi karena udah tau kapasitasnya. Golput? Gak deh, gue masih peduli sama nasib bangsa ini. πŸ™‚

Kenapa gak Prabowo-Hatta?
Sebelumnya gue pengen bilang bahwa, gue gak benci pak Prabowo, gue juga gak benci pak Hatta. Mereka ini semuanya bapak gue. #halah. Iya, pak Prabowo, pak Hatta, pak Jokowi dan pak JK adalah bapak-bapak gue semuanya dan juga bapak-bapak kalian. Mereka adalah bapak bangsa, calon pemimpin bangsa. Jadi gue heran kalo kalian mendukung salah satu pasangan terus membenci pasangan lain.

Gue gak dukung pak Prabowo karena gue belum lihat kapasitasnya sebagai pemimpin, belum lihat ketegasannya karena belum pernah dibuktikan. Partainya selalu mengkampanyekan ketegasan beliau, tapi gue gak tau ketegasan seperti apa yang dimaksud. Ini hal yang wajar karena beliau belum pernah memimpin instansi atau lembaga. Pernah sih memimpin Kopasus, tapi kepemimpinannya itu berakhir dengan pemecatan/pemberhentian. 😐

Beliau emang berprestasi saat di militer, tapi berhasil memimpin militer tidak akan sama ketika beliau memimpin sipil nantinya. Selain itu beliau terlibat dengan kasus pelanggaran HAM tahun 1998 karena penculikan aktivis (katanya sih bukan diculik, cuma “diamankan”).

Apa bukti Prabowo melakukan penculikan?!
Buktinya ya dia dipecat dari TNI alasan karena penculikan aktivis sesuai surat keputusan DKP (Dewan Kehormatan Perwira) dan itu jelas! Pak Prabowo juga mengakui penculikan itu, katanya untuk mencegah teror.

Prabowo tidak bersalah! Dia hanya mengikuti perintah atasan! Wiranto yang harus bertanggung jawab!
Pak Prabowo, Wiranto dan Soeharto adalah orang yang bertanggung jawab atas penculikan aktivis 1998. Gue dukung pak Jokowi bukan berarti mendukung Wiranto.

Lagian coba lo pikir deh, misalkan gue suruh lo korupsi, terus yang ditangkap KPK malah gue. Sedangkan lo yang ngambil uang gak ditangkap karena cuma ngikutin perintah atasan. Yakali.. Kalo gitu gue bisa dong korupsi banyak-banyak dan tinggal nunjuk orang yang nyuruh dan biarin dia ditangkap KPK. #pffft. Udah tau itu perbuatan buruk, tapi masih dilakuin. Kalo dalam kasus penculikan, gue bisa dong suruh orang buat nyulik, bunuh orang dan hanya bilang gue disuruh. Udah tau itu dosa tapi masih dilakuin. Nurani lo dimanaaaaaaa… #ehmaap.

Okelah kalo itu dilakuin untuk mencegah teror, kalo mereka menebar teror kenapa gak diadili di pengadilan?? Kenapa harus diculik?? Kenapa harus dibunuh?? Dimana jasad mereka?? Tau gak mereka punya keluarga yang masih nunggu mereka pulang ke rumah??

Kalo gitu dikubu Jokowi juga ada pelanggar HAM seperti Wiranto, Muchdi PR. Dan Hendropriyono! Berarti kedua tim sukses sama-sama bermasalah!
Yup! Di kubu pak Jokowi-JK juga ada orang-orang yang bermasalah dan terlibat pelanggaran HAM, karena mereka koalisi dengan pak Jokowi bukan berarti mereka bersih, mereka juga harus bertanggung jawab! KAMI MENOLAK LUPA!

Tapi harus diingat Suporter bermasalah lebih aman daripada Capres bermasalah. Sejujurnya gue gak yakin kalo pak Jokowi jadi Presiden, kasus-kasus pelanggaran HAM bakal selesai. Tapi setidaknya ada harapan kasus-kasus itu segera terungkap siapa aktor-aktor utamanya karena pak Jokowi tidak bermasalah dengan kasus HAM. Tapi sebaliknya gue lebih gak yakin sama pak Prabowo, apakah dia berani mengungkap kasus-kasus pelanggaran HAM sedangkan beliau terlibat? Mampukah dia mengadili dirinya sendiri?. :/

Kalo ngomongin koalisi coba deh lihat koalisinya pak Prabowo-Hatta. Duhh… Itu partai koruptor #ehh ngumpul disitu semuanya. Ckck Hambalang, Century, Korupsi Al-Qur’an, korupsi dana haji, korupsi sapi impor. Gue Menolak Lupa!

Pokoknya Prabowo pilihanku!!
Silahkan.. Tulisan ini bukan untuk mempengaruhi pendukungnya pak Prabowo, apapun yang gue tulis tentang pak Prabowo pasti lo tetep bakal dukung dia. Begitupun gue, apapun yang lo bilang tentang pak Jokowi gue akan tetep dukung beliau, karena menurut penilaian gue dia yang punya kapasitas dan pengalaman. πŸ™‚

Ngebela Jokowi mulu, dibayar berapa sih?
Hahahaha.. πŸ˜€ seperti pertanyaan seorang teman yang gue tulis di awal. Kalo gue sih gak dibayar buat dukung pak Jokowi-JK, kalopun mereka mau bayar, uang mereka gak bakal cukup ngebayar gue. Bukan karena gue gak punya nilai, tapi karena suara gue tak ternilai! #tolongdicatat

Gue seneng ikut berpartisipasi mendukung salah satu pasangan Calon dalam pilpres tahun ini, gue senang jadi bagian dari para relawan. Gue udah memulai ini sejak gabung menjadi relawan Turun Tangan mendukung Pak Anies Baswedan di Konvensi Capres Partai Demokrat, selanjutnya gue daftar di JASMEV dan Generasi Optimis yang merupakan relawan pak Jokowi. Yaa walaupun lebih banyak bergerak di dunia maya karena baru itu yang bisa gue lakuin. Untuk sosialisasi di dunia nyata paling ke beberapa teman doang, kalo untuk masang spanduk dan baliho gue belum mampu. Tapi itulah relawan, kami para pekerja ikhlas. Karena kami senang menjadi bagian dari orang-orang yang optimis dan kreatif. πŸ™‚

Hmm.. Oke, eh tapi gak usah nyebar kampanye hitam juga sih!
Sorry.. Gue bukan fanatik buta yang bela Jagoannya sampe frontal kayak gitu. Gue menolak menjadi bagian dari para fanatik buta. Gue gak suka ketika para fanatik pak Jokowi nyebar kampanye hitam, begitupun sebaliknya. Kampanye hitam memang selalu ada dalam tiap pemilihan, tapi kampanye hitam di pilpres tahun ini udah keterlaluan menurut gue.

Kecuali tentang penculikan aktivis bukanlah kampanye hitam karena itu FAKTA! Dan sudah 8 tahun Ibu-ibu kita memperjuangkannya di depan Istana negara dengan Aksi Kamisan dan 16 tahun mereka kehilangan anak-anak mereka yang entah ada dimana. 😦

Kalo bukan fanatik gak usah pake avatar “I stand on the right side” juga keless. Dasar fasis!
Haha beberapa minggu yang lalu waktu gue buka twitter dan lihat tweet seorang teman yang bilang “I stand on the right side” itu fasis. Gue tersinggung dong, dia tau gak apa itu fasis?? Gue sempet minta klarifikasinya. Dan hasilnya??? Dia cuma denger itu dari temennya. Yaelahh brooo.. Kalo gak paham apa itu fasis mending jangan ikut-ikutan deh. 😐

Fasisme: gerakan radikalΒ ideologi nasionalis otoriter politik. Perhatikan dua kata berbahaya: radikal dan otoriter. Fasis percaya bangsa perlu kepemimpinan yg kuat, identitas kolektif tunggal & kemampuan melakukan kekerasan, berperang utk jadi bangsa kuat. Fasis tidak menerima keberagaman. Fasis meninggikan kekuasaan yang absolut tanpa mengutamakan prinsip demokrasi. Contoh negara fasis adalah Jerman pada saat pemerintahan Hitler. Tau gak dia bunuh orang hanya karena beda Ras, agama dan suku? Makanya gue tersinggung ketika dibilang yang pake ava “I stand on the right side” itu fasis karena sama artinya dia bilang gue Rasis.

Semua menolak fasisme, tidak ada yang mau kembali ke zaman dimana orang dibunuh hanya karena berbeda Agama dan suku. Makanya ketika Ahmad Dhani di video kampanye salah satu capres pake seragam Nazi dikecam banyak orang bahkan dari luar negeri. Menurut gue Ahmad Dhani mungkin gak benar-benar mendukung fasis, dia hanya konyol dan tolol aja pake seragam itu untuk mendukung Capres. Gue juga yakin pak Prabowo bukan orang yang menganut paham Fasisme. (Semoga saja)

Maksud ava “I stand on the right side” adalah penegasan posisi pak Jokowi-JK yang berada di sisi kanan di kertas suara nanti dan penegasan bahwa kita berada disisi orang baik. πŸ™‚

Kenapa gue pake Ava itu? sebagai sikap, bahwa gue udah nentuin pilihan. Gue udah milih yang menurut gue terbaik dan siap dengan semua konsekuensinya. πŸ™‚

Jokowi gak amanah, Solo ditinggalin, sekarang Jakarta juga ditinggalin!
Gini. Janji apapun itu, apalagi janji politik, harus kalah demi kepentingan nasional. Jadi udah deh. Tuduhan gak nepatin janji itu lemah. Indonesia butuh pemimpin yang merakyat. 10 tahun sudah kita dipimpin Jendral yang tunduk pada koalisi partainya. Kita perlu yang mau kerja, bukan hanya kerja ngurusin partai doang.

Lagian siapa bilang pak Jokowi ninggalin Jakarta, satu hal yang lo harus ingat adalah Jakarta itu Ibu kota negara. Harusnya Jakarta lebih bangga karena bakal dapet perhatian khusus dari mantan Gubernurnya. Proyek-proyek yang terhambat oleh pusat bisa langsung dieksekusi.

“Oh Jakartans, your city is not the only one in Indonesia that deserve to be taken care of by the best.”

Dan menurut gue ibaratnya dalam sebuah kelas, hanya murid berprestasi yang sering ditunjuk untuk ikut Lomba. Dan dalam hal ini pak Jokowi ditunjuk karena dia berprestasi. πŸ™‚

Prestasi apa? Macet, banjir di Jakarta masih ada aja tuh!
Terlalu naif kalo dibilang gak ada yang dikerjain, Pembangunan MRT, sterilisasi jalur Busway adalah bagian dari mengatasi kemacetan, hanya memang perlu waktu. Sterilisasi waduk pluit, waduk ria-rio adalah bagian dari mengatasi banjir karena mengembalikan fungsi waduk. Pekerjaannya di Solo juga udah bisa dilihat, jadi menurut gue pak Jokowi berprestasi, pak Prabowo saja mengakui itu, makanya pak Prabowo adalah salah satu tokoh yang mendorong pak Jokowi jadi Gubernur di Ibu Kota karena beliau tahu kapasitas seorang Jokowi. Bahkan dalam salah satu tulisan pak Prabowo bilang pak Jokowi yang mampu membawa perubahan bagi Indonesia. πŸ™‚

Tapi Jokowi itu agen asing, agen kristen, agen yahudi, agen syiah, agen komunis. Pokoknya banyak orang yang punya kepentingan di belakangnya.
Yaelah broh.. Isu aja dipercaya. Dari awal pak Jokowi mencalonkan diri jadi Gubernur, beliau udah di serang dengan berbagai macam isu sampai isu SARA. Tapi lo perhatiin gak kenapa jadi banyak banget isu? Karena semuanya gak bener. Orang nyerang pak Jokowi dengan isu agen asing, ketika itu tidak terbukti diganti lagi jadi agen yahudi, tidak terbukti diganti lagi dan begitupun seterusnya sampai sekarang disebut agen komunis. #pffftt. Orang-orang yang nyebar isu itu gak bisa nemuin kelemahan pak Jokowi makanya diserang dengan isu murahan.

Dan untuk anak muda janganlah memilih karena terpengaruh hal-hal kayak gini, isu-isu ini bakal ilang dengan sendirinya setelah Pilpres. Mending lo milih karena lihat dari track recordnya. Lebih jelas dan lebih valid. πŸ™‚

Jokowi mah pencitraan doang, di Metro TV aja beritanya tentang yang baik mulu!
Orang mah kalo pencitraan doang paling hanya bertahan 1-2 tahun abis itu keluar deh aslinya. Pak Jokowi udah 15 tahun ini bekerja untuk rakyat dan orangnya gitu-gitu aja. Karena itu bukan pencitraan tapi dia emang orang baik. πŸ™‚

Gue juga kesel sama Metro TV, TV One apalagi. Kedua media berita itu udah keterlaluan dalam mendukung Pasangan Capres. Jadi lo kesel sama Metro TV, kita sama. Kita mengutuk para media Partisan seperti Metro TV dan TVOne. Tapi kalo lo pendukung pak Prabowo seneng nonton TV One dan kesel nonton Metro TV? Berarti lo fanatiknya pak Prabowo dan hanya suka berita yang ngangkat kebaikan pak Prabowo. Not cool! πŸ˜›

Eh tapi tunggu dulu, kalo Prabowo bersalah di kasus HAM. Kenapa dia diangkat Megawati jadi Calon Wakil Presiden di 2009? Kenapa hayoo??
Bisa lihat hasil Pilpres 2009, Ibu Megawati dan Pak Prabowo gak terpilih, pak JK dan pak Wiranto juga gak kepilih. Karena emang kedua Calon Capres-Cawapres itu bermasalah. Orang-orang lebih memilih pak SBY dan pak Boediono yang gak bermasalah dengan pelanggaran HAM.

Tahun 2009 pertama kali gue memberikan suara, waktu itu gue milih pak SBY-Boediono, salah satu alasan gue gak milih Ibu Megawati-pak Prabowo dan Pak JK-Wiranto ya karena kasus pelanggaran HAM kedua calon Cawapres. Walaupun info yang gue dapet saat itu baru sedikit. Dan sejak itu gue konsisten gak milih orang yang bermasalah dengan pelanggaran HAM. πŸ™‚

Gak usah bingung kenapa hanya kasus penculikan yang mencuat. Jawabannya sederhana: karena pelakunya mau jadi presiden. Clear? Setelah Pilpres nanti juga akan terlihat, siapa yang masih menyuarakan isu HAM dan siapa yang berhenti. HAM itu adalah kehidupan. Bagaimana lo bisa terpukau dengan program pendidikan dan kesehatan gratis, tapi nyawa bisa diambil kapan saja? πŸ™‚

Hmm.. Oke, walaupun beda pilihan kita tetep harus SATU HATI!
Gak deh, satu hati mah motor Honda, gue sih Persatuan dan perdamaian nomer 1, Presidennya Nomer 2. #Salam2Jari #TegasPilih2 πŸ˜‰

Benci banget ya sama pak Prabowo?
Haha enggak sih, diawal udah gue bilang. Pak Prabowo, Hatta, Jokowi, JK itu adalah bapak-bapak gue. Mereka itu panutan gue, hanya ya yang baik gue ikutin, yang buruk gue gak ikutin. πŸ˜€

Asal tau aja Pemilihan Legislatif tanggal 9 April kemaren, gue nyoblos 2 kader Gerindra untuk DPR-RI dan DPRD. Yang artinya sama aja gue ngasih suara biar pak Prabowo bisa nyalon jadi Presiden. Gue bahkan gak milih PDIP yang notabene partai pak Jokowi. Gue nyoblos kader Gerindra karena gue tau kapasitas kadernya dan mereka orang baik. Tapi ditingkatan Pilpres, gue dukung Pak Jokowi karena beliau orang baik. πŸ™‚

Wah parah! Berarti pak Prabowo dan pak Hatta bukan orang baik dong!
Gak gitu juga sih, pak Prabowo dan pak Hatta orang baik juga. Hanya saja kriteria orang baik dalam memilih beda lagi, ini menyangkut kompetensi, apakah dia bersih dan apakah dia menawarkan kebaruan, dari situ gue pilih pak Jokowi-JK. πŸ™‚

Wuihh.. Jangan terlalu mendukung broh, kalo pak Jokowi-JK kalah sakit hati loh. Wkwk
Pilpres ini adalah sebuah kompetisi, sudah pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Kalo misalkan pak Jokowi-JK kalah, gue mungkin akan sedih. Tapi gue juga akan bangga karena udah ngasih suara ke orang yang tepat. Seperti yang udah gue jelasin diatas, gue senang jadi bagian dari orang-orang baik dan kreatif melawan kumpulan para koruptor. πŸ™‚

Hmm..
Apalagi?? :O

Gak.. Penutup aja deh!
Terakhir dari gue buat para pendukung fanatik, udahlah gak usah saling nyerang. Gak usah nyebarin info-info yang bahkan lo sendiri gak tau kebenarannya, gak usah bicara yang lo gak pahami. Kalo mau dukung Capres jagoan lu ya sebarin berita positif tentang dia. Kampanye dengan kreatif! Kalo ada pendukung lawan nyerang lo, ya biarin aja gak usah serang balik.

Buat yang belum nentuin pilihan, ayo cepet nentuin pilihan jangan sampe golput! Cara paling mudah adalah Jangan percaya dengan isu yang beredar kecuali itu benar (Contoh: Pelanggaran HAM pak Prabowo bukan ISU, Pak Jokowi agen komunis itu baru ISU ). Yang kedua lihat kedua capres dari 3 Hal ini: Bersih, kompeten, menawarkan kebaruan. Pelajari visi dan misi mereka, lihat siapa saja yang ada di sekeliling mereka. Kata Guru gue sih, lingkungan dan pergaulan yang buruk bakal bikin kita jadi buruk juga. Kalo udah, dukung dia dan Coblos tanggal 9 Juli 2014 nanti! Sip! πŸ˜‰

Jangan memilih karena emosi atau kebencian, Gue memilih pak Jokowi bukan karena benci dengan pak Prabowo. Gue gak mau memilih karena emosi, keputusan mendukung pak Jokowi setelah mempelajari visi-misinya dan membandingkannya. Gak usahlah saling membenci, lo belum tahu mereka aja. πŸ™‚

Seperti yang udah gue tulis di awal, pak Prabowo dan pak Jokowi itu bapak-bapak gue. Mereka akan jadi panutan gue, ada Bapak yang siap kerja dan berani mengambil tanggung jawab karena dia mampu dan ada bapak yang gak berani bertanggung jawab atas kesalahannya dimasa lalu. Jadi untuk kali ini gue dukung Bapak gue yang siap kerja dan berani mengambil tanggung jawab karena dia mampu dan dipercaya oleh anak-anaknya πŸ™‚

Melihat panasnya Pemilu tahun ini, ada yang sampe unfriend, unfollow temennya hanya karena beda pilihan. Gak usahlah sampe kayak gitu, jangan sampai gara-gara pilpres pertemanan bisa putus, pacaran bisa putus, pernikahan bisa cerai, hutang bisa lunas (kalo ini mah enak!)

Pemilu bisa bikin kawan jadi lawan, pertanyaannya apakah setelah pemilu ada tali silaturahmi yg putus? Semoga tidak. πŸ™‚

Terakhirrrr… Ingat! Musuh dari musuhmu adalah kawanmu, ketika musuh kita para koruptor pemburu kekuasaan itu memusuhi Pak Jokowi-JK. Jadi….Jokowi-JK, you’re my bro! πŸ™‚

“I totally care with this country. Let start to decide where to stand, and i stand on the right side” πŸ™‚ #Salam2Jari

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

29 thoughts on “Musuh dari musuhmu adalah kawanmu!

Add yours

  1. Wow… gue angkat topi atas tuliasan ini bang,,, gue bisa menerima semua maksud dan tujuan yang tertulis didalamnya…

    Izin share ya bang …

  2. Hmmm.. kalau ngebahas soal Calon Presiden vina speechless deh..
    banyak kampanye hitam dimana.. yang satu jelekin jokowi yang satu jelekin prabowo itu udah berserak di beranda facebook dan timeline twitter.
    statsiun televisi bahkan berbagai media juga sudah menunjukan pilihan dengan berita yang di sebarkan.. herannya pilpres musin ini kenapa sampai sebegitunya?

    berbeda dengan tahun tahun kemarin yang lebih elegan mungkin. tapi setidaknya ngggak sampai memanas seperti tahun ini..

    apa indonesia akan bubar satu-satu’? ntahlah.. 😦

    pokoknya dan intinya vina speechless 😐

  3. Uhhhh panjang lebar tentang capres kali ini yah, mungkin asemua nya berhak memilih pilihannya masing-masinh, tanpa tekanan dari orang lain. Tu baca di atas post nya bang Erick bener juga. Tapi kalo gue sihhh tetep milih bapak Jokowi??

    Apaa jokowi?? gak salah. *Nggak lah*
    Mungkin pilihan orang itu pasti berbeda-beda, jadi pilih sesuka hatimu aja lah. Dan bener juga kata mbak vina, baru kali ini capres yang ribut banget dan masuk di socmed dan tv debat kek, atau apalah, hmmm dulu aja nggak kayak seperti ini. Entahh karena apa kok bisa rame kek gini, pakek acara majalah Obor rakyat lah, kampanye hitam.

    Ngerii banget capres kali ini.

    1. Dulu juga kayak gini kok, kampanye hitam dan fitnah beredar ke capres, cuma emang tahun ini lebih rame karena hanya ada 2 Calon yg maju. Kalo ada 3 atau 4 mah gak bakal serame ini. Tapi ada positifnya juga loh.. Anak muda banyak yg mau bicara politik. Yuuk.. Jangan anti dengan politik, karena Buta Politik adalah buta yang paling parah. πŸ™‚

  4. Ulasannya dalem amat, Erick. Salut karena bisa berlogika dengan pendebat kusir yang seperti mengedepankan emosi. Dari dulu gue bimbang mau pilih mana. Bete karena banyak opini kampanye hitam sampai pembunuhan karakter bertebaran. ‘kan itu membingungkan. Gue gak fanatik partai meski gue dari dulu pilih PKS. tapi gue keberatan kalau yang dipilih malah bermasalah.
    Semoga saja dengan tulisanmu ini, gue bisa nentuin pilihan.
    Makasih.

  5. wah udah lama ni ric gua gak mampir kesini, dulu sering baca tentang #NgobrolBarengErr, tampilan blog lu jga udah beda. Udah ah balik ke topiik …. πŸ˜€

    kalo ngomongin presiden gini gua gak jago banget, tapi dengan baca postingan lu ini menambah ilmu pengetahuan gua tentang calon mana yang pantas, dan gua bisa mempertimbanginya skrang. sebelumnya gua juga sering ngebaca tentang para calon, yg pastinya ada kekurangan dan kelebihan di antara mereka.
    gua belum bisa pastiin bakal milih siapa, yang pasti gua bakal milih mereka dari sini *nunjuk ke hati* wkwkk :))

  6. widiih.. suka banget kata2 yang “tidak harus membenci lawan”
    berhubung aku cuma sedikit ngerti yang beginian dan aku milih nomor satu, aku acungin dua jari deh bang.. dua jari #peace, damai, sejahtera, adil, sentosa πŸ˜€

    siapapun yang jadi presiden toh kita tetep jadi blogger. kalo ada perang yah ikutan dong. πŸ˜€

  7. Gue ada dikubu lo juga rick, seperti mas Anies bilang saya memilih orang yang gak ada beban dan tekanan waktu saya memilih. Gue jadi tahu ternyata fasis itu setelah baca ini.

    Kalo menurut gue gak menepati janji sama kasus pelanggaran HAM masih gak ada apa-apa, gak menepati janji tapi kerja mulu buktinya program yg dijalankan jokowi udah dijalanin, kalo pelanggaran HAM, berat banget keknya. Itu sih menurut gue, kalo ada yang salah mohon dikoreksi

    Jokowi itu, santai, merakyat dan sederhana. Seperti yang lo bilang, kita udah tahu kapasitas beliau.

  8. Ini adalah tulisan politik yang paling santai, yet juga berisi yang pernah saya baca. Bagus, Rick. Jujur sampai saat ini saya masih bingung mau milih siapa. Tapi sedikit demi sedikit yakin ke salah satu kubu, belum mau golput. Sebagai orang Makassar, saya sangat mengagumi Pak JK, tapi di satu sisi rasanya juga menyayangkan kenapa beliau ingin kembali ke ranah politik setelah mengabdi di PMI sebagai relawan *curhat*
    Btw saya senada nih sama beberapa perhitungan kamu, karena masih bingung mau pilih calon yang mana, belakangan ini saya cuma melihat kubu mana yang lebih banyak orang baiknya.
    Soal black campaign ane absen dulu lah, Pak Prabowo dan Pak Jokowi adalah bapak yang (mudah-mudahan) ingin membawa negeri ini ke arah yang lebih maju. Sebelum memilih alangkah baiknya kita berdoa dulu untuk kedua kubu ini. Haha.

  9. Melongo deh apa yang diomongin sama Bang Erick. Serius banget nih kamu kalo udah ngomongin politik. Di twitter juga gencar banget kampanye online. Salut deh sama Bang Erick.

    Aku jujur masih bingung banget apalagi aku termasuk orang yang labil. Belum bener-bener yakin. Postinganmu bisa aku jadiin renungan dan sumber-sumber lainnya. Kayaknya perlu sholat istikharah buat nentuin 2 pilihan itu haha.

    Setuju nih aku sebel banget sama kampanye hitam. Kenapa coba ya mereka harus saling ngejelekin-jelekin dan nyebar isu-isu nggak penting. Sama pacar aja pasti ngambek kalo dijelek-jelekin. *yaiyalah* *gak nyambung*

  10. walopun gue pikir judulnya nggak selaras dengan isinya, tapi gue #salam2jari bingit deh sama kamu Rick, karena gue juga pendukung Jokowi. Gue baru saja ngeliat debat terakhir dan benar benar pak Jokowi menunjukkan cakar cakarnya. Ini adalah debat beliau yang paling spektakuler pokoknya. I love him, I adore him a lot!!! Dan seumur umur gue belum pernah begitu antusias pingin nyoblos seantusias ini!! Doain semoga dengan berbekal KTP asa gue bisa nyoblos di domisili gue sekarang, Bekasi…Gue cuman manggut manggut baca postingan lu karena memang gue stuju abisss…

    Semoga Next President kita adalah pasangan Pak JOKOWI-JK yaaa…aamiin ya robbal alamin πŸ™‚

    1. Haha makasih kritikannya kak mey.. πŸ˜€
      Tapi judulnya itu sebenarnya pengantar aja, terus di postingannya bakal ngejelasin musuh dan di akhir orang bisa ngambil kesimpulan siapa musuh kita dan siapa kawan kita. Haha tapi makasih.. πŸ™‚

      Amiinnn… πŸ™‚

  11. Dulu gue lebih dukung yang katanya tegas itu, tapi sekarang udah jelas bakal milih siapa. Diliat dari koalisinya, cara kampanyenya. Gue udah mantap nentuin siapa dan gak mau menyia-nyiakan kesempatan.

    Gue sangat setuju sama opini lo tentang yang dibilang-bilang “gak amanah”.
    Kalo untuk kebaikan bersama dan lebih luas, itu lebih bijaksana πŸ™‚

  12. Hahaha barangkali kalau capres-cawapresnya ada 3, kita semua nggak akan seketat ini ‘gontok-gontok’annya. Tapi setuju, seluruh Indonesia membutuhkan Jokowi IMHO, jadi masyarakat Jakarta sebaiknya bijaksana karena Indonesia bukan hanya Jakarta ‘kan πŸ™‚

Abis baca-baca gak mau komentar dulu nih? Sinilah.. diskusi kita. :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: