Logika-logika sesat yang sering dipakai saat berdebat!

Debat.. Debat.. Everywhere!
Bosan gak sih tiap hari lihat orang debat mulai dari TV sampai Twitter? ❓ Gue sih bosan, yaa.. Walaupun gue kadang ikut-ikutan. #ehh. Sebenarnya seru sih lihat orang-orang pada debat tentang pilihan mereka, apalagi debat tentang politik. Itu artinya beberapa orang udah sadar tentang bagaimana berpengaruhnya politik terhadap kehidupan orang banyak, secara semua kebijakan di negara ini diambil dalam keputusan politik, mulai dari harga bahan pokok, harga daging dan banyak lagi keputusan yang diambil dari hasil politik.

Tapi ada satu masalah dari debat-debat itu mulai banyak ngaconya, dari mulai Politisi yang sering muncul di TV sampai Simpatisan pendukung Capres di twitter memakai Logika-logika kampret saat berdebat. Logika-logika yang gak masuk akal, tapi tetap aja dipakai untuk menyanggah argumen lawan debatnya.

Yaaa…kadang gue juga makai logika-logika sesat ini untuk berargumen sih. ^^’ soalnya logika-logika ini bisa dipakai buat ngebodohin orang biar mereka percaya sama argumen kita. Tapi kalo dipikir-pikir lagi argumen yang kita pakai gak masuk akal, syukur-syukur kalo lawan debat kita kemakan argumen kita, lah kalo gak?? Kita yang dianggap bodoh. πŸ™„

Nah! Makanya gue nulis ini untuk ngingetin gue biar gak make logika-logika sesat ini lagi dan untuk kalian yang baca ini bisalah untuk referensi gak make logika sesat ini dan bisa ngenalin apakah lawan debat kita lagi makai argumen sesat ini atau tidak, kalo dia memakai logika sesat ini maka dengan gampang argumennya bisa dipatahin.

Berikut beberapa Logika sesat yang sering dipakai:

1. Strawman
Ini adalah argumen yang mencari kesalahan kita dengan melemahkannya. Hanya karena kita bilang A dan C itu penting, kita dianggap gak peduli dengan B.
Contoh:
Capres A: “Kita harus menganggarkan banyak uang untuk Pendidikan dan Kesehatan karena itu yang sangat diperlukan masyarakat hari ini.”
Capres B: “Kalau seperti itu anda berarti tidak peduli dengan kedaulatan negara, karena menganggarkan banyak uang untuk Pendidikan dan Kesehatan sama saja dengan memotong anggaran Militer.”

Kenapa ini dianggap kesesatan berpikir: Yang dikatakan capres A adalah program prioritas, lagian dalam bernegara sangat jarang pemerintah memotong anggaran militer. Karena ini berhubungan dengan kedaulatan negara.

2. Appeal to Emotion
Argumen ini menggunakan emosi sebagai pengganti dari argumen yang logis. Karena tidak melakukan A, kemudian disuruh memikirkan perasaan si Z yang ada di tempat lain.
Contoh:
Budi: “Aku gak suka makan otak sapi, ini sangat menjijikkan”
Ayah: “Makanlah nak, pikirkanlah nasib anak-anak afrika yang kelaparan, mereka bahkan tak punya makanan sama sekali.”

Kenapa ini dianggap kesesatan berpikir: Harusnya sang Ayah bisa memberikan argumen yg lebih logis, seperti mengatakan “makanan yang ada hanya itu”, “uang gak cukup untuk beli lauk yang lain”. Daripada menggunakan kesusahan orang lain untuk pembenaran. Masalah kelaparan di afrika sudah menjadi masalah internasional, apakah kalo budi gak makan otak sapi itu, anak-anak afrika akan menangis melihat budi seperti itu? Kan tidak. Lebih baik menggunakan alasan yang logis.

3. Slippery Slope
Argumen yang mengatakan kalo membiarkan kejadian A terjadi maka akan diikuti kejadian B. Intinya sih nakut-nakutin, kalo gak mau kejadian B maka gak usah bikin A.
Contoh:
Guru: “Kalo salah satu murid kubiarkan pulang cepat karena ada acara keluarga, maka murid lain akan ikut-ikutan juga”

Kenapa ini dianggap kesesatan berpikir: Karena argumen itu hanya semacam perkiraan, tidak ada data valid yang menunjukan bahwa kalo salah satu murid pulang cepat maka yang lain akan ikut-ikutan.

4. Appeal To Authority
Argumen yang menggunakan Opini dari orang yang berkuasa atau punya pengaruh. Karena si A berkuasa, jadi apa yang dikatakannya selalu benar.
Contoh:
Pendukung Capres A: “Kata Capres A dia bisa menghapus korupsi selama 5 tahun, jadi pasti bisa! Orangnya kan tegas!”
Pendukung Capres B: “Kata Capres B dia bisa memberantas kemiskinan dalam 5 tahun, Jadi pasti bisa! Orangnya kan sangat memperhatikan rakyat miskin!”

Kenapa ini dianggap kesesatan berpikir: Kata-kata mereka yang berkuasa dan punya kedudukan gak selalu benar, bisa saja salah. Bukan berarti mereka orang terpandang apa yang mereka katakan selalu benar.

5. Composition/division
Argumen yang mengatakan bahwa satu sifat berlaku untuk semuanya. Jika A=A, Maka B=A, C=A.
Contoh:
Budi: “Rumahku dibangun di tanah yang sangat luas, sudah tentu kamarku juga luas.”

Kenapa ini dianggap kesesatan berpikir: Ya jelas salah, seperti halnya Manusia, kita pada dasarnya sama. Tapi mempunyai karakter yang berbeda-beda.

6. Ad Hominem
Argumen yang menyerang sifat pribadi, karakter lawan bahkan fisik untuk melemahkan argumen lawan debatnya.
Contoh:
Pendukung Capres A: “Badan kurus gitu kok mau ngurus negara, kita perlu pemimpin yang berbadan tegap!”
Pendukung Capres B: “Ngurus rumah tangga aja gak bisa, masa mau ngurus negara!”

Kenapa ini dianggap kesesatan berpikir: Argumen kayak gini sebenarnya gak ada hubungannya sama sekali. Malah terdengar seperti menghina.

7. Genetic You
Argumen ini dari mereka yang menilai sesuatu itu baik atau buruk atas dasar dari mana asalnya, atau dari siapa itu datang.
Contoh:
A: “Lihat di TV, katanya kelakuan orang itu sangat buruk. Tidak pantas menjadi pemimpin dan berita itu pasti benar.”

Kenapa ini dianggap kesesatan berpikir: Ya jelas, media adalah alat propaganda. Berargumen dari satu sumber yang bisa jadi belum tentu benar adalah salah.

8.Tu Quoque
Argumen yang menjawab argumen lain dengan kritik. Menyalahkan orang yang memberikan kritik, tidak fokus pada masalah dan malah membahas kesalahan yang mengkritik.
Contoh:
A: “Harusnya di papan tadi kau menulis kata HOUSE, bukan HORSE.”
B: “Itu karena tadi kau mengatakannya dengan suara yang sangat kecil!”

Kenapa ini dianggap kesesatan berpikir: Sangat tidak relevan menanggapi kritik orang lain dengan mengkritiknya kembali apalagi tidak ada hubungannya dengan permasalahan.

9. Black or White
Argumen yang seakan-akan mengatakan bahwa dunia itu hanya Hitam dan Putih. Kalo bukan A pasti B.
Contoh:
A: “Kalo kamu Stand on the right side berarti kamu fasis dan kafir!”

Kenapa ini dianggap kesesatan berpikir: Ya iyalah ini sesat bangeeett, bahkan ngaco. Hidup itu gak hanya hitam dan putih, ada banyak warna lain. (Gue punya pengalaman soal ini, next post.) πŸ˜€ )

10. Personal Incredulity
Karena menemukan sesuatu yang sulit dimengerti, atau tidak mengetahui cara kerjanya, maka dibuatlah argumen seakan itu tidak benar.
Contoh:
A: “Gue gak yakin kursi ini dibuat dari Pohon, bagaimana bisa pohon sekecil itu bisa menghasilkan sebuah kursi.”

Kenapa ini dianggap kesesatan berpikir: Kalo ini udah pasti sesatlah, masa sesuatu bisa dibilang salah karena pengetahuan loe yg terbatas. Solusinya sih banyak baca aja. πŸ˜›

Itulah beberapa Logika-logika sesat yang biasa dipakai orang dalam berdebat, pada dasarnya sih ngaco semuanya. Makanya lo harus ngenalin logika-logika ini biar gak dibodoh-bodohin sama teman kalo berdebat.

Gue kalo diskusi bareng teman dan dia mulai make logika-logika kayak gini, kalo lagi mood ya gue ladenin, tapi kalo lagi males ya gue tinggalin, biarin aja dia sama logika-logika sesatnya. Tapi ada beberapa keadaan dimana gue males ngelanjutin diskusi/debat, keadaan itu ketika dia mulai nyerang pribadi atau dia menjawab pertanyaan gue dengan pertanyaan. Kalo udah gitu gue gak akan banyak ngomong lagi, Cukup tau aja. πŸ˜€

Semoga kalian ngerti dengan pembahasan diatas, Sumbernya dari https://yourlogicalfallacyis.com/
. Agak susah mengartikannya, karena websitenya bahasa inggris. Pas baca sih ngerti, tapi waktu mau nulis dan ngejelasinnya agak susah. Jadi kalo masih belum ngerti dengan tulisan ini, bisa langsung buka websitenya. Ada banyak logika sesat yang belum dibahas. Haha πŸ˜€

Referensi:
MalesBanget[dot]com | yourlogicalfallacyis.com.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

22 thoughts on “Logika-logika sesat yang sering dipakai saat berdebat!

Add yours

  1. aih postingan loh tumben berbobot bang erik ? haha
    itu semua sebenernya jarang gue denger (entah gue yg jarang nonton debat mungkin), cuma yg sering dipake orang itu yg nomer 1 itu bang, asli gak nyambung banget..

  2. keren kak tulisannya ;D
    Mentang-mentang mau pemilu, banyak nonton debat capres di tivi, dan sering bikin argumen tentang pilihan kk di twitter jadi nulis ini yaa πŸ˜€ ayo kak kita berdebat pake logika-logika yang di atas πŸ˜€ pasti nanti aku mumet sendiri

  3. Keren ? So pasti bang… Tulisannya mengena di otakku bang, walaupun gak semua tersave dan bisa gue aplikasikan di kehidupan gue nantinya hehehe…

    Ditunggu bang post selanjutnya point “Black or White”…

  4. Oalah, ternyata itu jnis2 logika sesat dlm dbat. gue jadi paham.
    memang sih kita perlu mengkritik/mndebat dengan alasan yang logis. bener juga kalo kita asal ngasih kritik, maka malah kita sndiri yang bakal kelihatan bodoh. nice post πŸ˜€

  5. Waduh, kayak bahasan diktat kuliah, berat banget bagi gue tapi sangat mengena,. Bisa membukakan perspektif tentang logika itu kayak apa.
    Ternyata banyak juga hal yang lebih parah dalam kehidupan. Penerapan dalam keseharian pun sangat banyak. Memusingkan banget kalau sudah berurusan dengan orang yang gunain logika sesat gitu. Sulit dinalar, gak nyambung, bikin angot. Dan sebangsanya.
    Postingan yang sangat membantu untuk memahami fenomena jelang pilpres gini. Gue pusing belum bisa nentuin pilihan.

  6. walaupun udah dikasih contoh masih agak susah memahaminya hahaha
    debat dengan menggunakan logika2 aneh gitu sering gue temuin kalo dulu lagi ikutan yang namanya konferensi sama kongres mahasiswa.. cuma pada pinter ngomong tapi sebenernya gak berbobot..

    btw, postingan ini tjakep.. bisa nambah wawasan. moga keluar di CPNS ya πŸ˜€

  7. meramaikan atmosfer politik ya bang? asik deh . .
    btw, itu istilah dari bahasa mana ya? belum pernah denger sebelumnya
    yg hominem itu kayanya sering terjadi ke aku deh.. aku kan emang kerempeng tuh “eh kurus2 mau ikut lomba lari” laahh.. yang sehat, yang capek, yang ikut kan gue kamprett :#

  8. aaaaaakkkkk bahas politik.. berat berat berat -_-
    bagi vina yang masih bau kencur ini paling nggak ngerti sama yang namanya politik. paling di ngerti ngertiin aja.. mana yang bener bener niat mana yang cuma baiknya pas campaign doang.. setelah dia dapat kedudukan lupa sama omongannya… haaahhh~~ suatu pembahasan yang pooll gilak 😐
    tapi emang mengamati banget ya bang erik ?

    1. Heh bukan politik ini vin.. 😐
      Orang berdebat mah gak hanya di politik, teman sama teman aja kan sering berdebat. πŸ˜›

      Mengamati banget sih gak, postingan ini cuma nerjemahin dari situs bahasa inggris. πŸ˜€

  9. Lagi musim debat sih memang. Ciri nomor 10 tadi itu emang paling sering keluar di Twitter. Menyerang capres-capres tertentu.

    Ad Hominem sama Tu Qouque itu sering aku liat sih disekeliling. Kalo untuk trik Tu Quoque itu paling sering dipake kalo sama temen biasanya. Kalo udah adu mulut tentang sesuatu. Biasanya gak ada yang mau kalah. Apa aja jadi kompetitif.

  10. asem..ternyata bang erick mengauasai 10 bahasa dunia…
    eh..maksudnya permasalahan politik…

    emang benar sih bang,,,,bener banget….
    kesesatan ini harus segera dihentikan..ini seolah membunuh gaya berfikir yang berbeda…kenapa harus mesti sama konsep..kan enggak,,,jadi kenapa harus di sangkal…so…semoga ini tidak berlanjut demi ketentraman bangsa Indonesia dimasa mendatang agar lebih logis tnpa membawa sesat

Abis baca-baca gak mau komentar dulu nih? Sinilah.. diskusi kita. :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: