JANGAN BERANTEM WOY!!

Waktu membaca tweet diatas gue antara kaget dan pengen ketawa. Kaget karena kok bisa sampe berantem gitu dan pengen ketawa karena bayangin gimana ekspresi penumpangnya (Iya, gue bayanginnya mereka berdebat dalam perjalanan terus tabrak-tabrakan becak kayak di film + adegan tembak-tembakan). Gue bener-bener gak bisa bayangin deh gimana mereka berantem, pasti sadis abizzzz.

————————————–

“Pada suatu hari ada 2 orang sahabat yang berprofesi sebagai tukang becak bernama Suto dan Saleh. Menghadapi pemilihan Presiden, ternyata Suto dan Saleh mempunyai pilihan yang berbeda. Suto adalah pendukung Capres Jokowi-JK, sedangkan Saleh adalah pendukung Capres Prabowo-Hatta. Disaat sedang mangkal menunggu penumpang bersama teman-teman se profesi, terjadilah percakapan antara Suto dan Saleh:

Saleh: “Mz Suto di Pilpres nanti milih siapa?”
Suto: “Pilih Jokowo-JK dong mz..”
“Mz Suto yakin? Kalo kepilih nanti pak Jokowi gak akan kuat mimpin Indonesia. Soalnya badannya kurus dan mudah sakit-sakitan.” XD
“Paan sich mz!” πŸ˜•
“Wkwkwk, Nanti kalau jadi presiden, tiga hari setelah dilantik pak Jokowi akan meninggal dunia loh mz karena gak kuat
Mikirin Indonesia. Wkwk” XD

“Iiih Mz Saleh jangan asal ngomong ya! 😑 pak Jokowi pasti kuat mimpin Indonesia karena banyak mantan tentara dan polisi serta kiai yang dukung, juga karena ada pak Jusuf Kalla yang mantan Wakil Presiden! Hih!”
“Aaah Mz Suto gitu aja marah. Wkwk” ^^’ *Colek dagu Mz Suto*
“Heh! Mz Saleh jangan colek-colek aku ya! Emangnya aku Sabun! Di colek-colek! Hih! 😑 sekali lagi nyolek-nyolek aku sentil nih tit*tnya!!”

Suasana pangkalan becak saat itu semakin panas, Suto yang KZL karena Capres pilihannya dihina masih gak terima. Saat suasana yang memanas itu, teman-teman Suto dan Saleh yang juga tukang becak bukannya melerai mereka tetapi malah memanas-manasi keduanya dengan mengatakan:

“Wah! Kalau capres saya yang dihina, akan saya pukul yang menghina mz Suto” :mrgreen:

Mendengar kata teman-temannya itu Suto semakin panas dan memaki-maki Saleh, suasana pun bertambah panas hingga akhirnya Suto tak bisa menahan emosinya dan menyentil tit*t Saleh. Saleh pun berteriak kesakitan dan teman-teman mereka pun melerai mereka agar perkelahian tidak berlanjut.

Setelah dilerai, Suto masih emosi dan Saleh pun pergi mengayuh becaknya meninggalkan pangkalan karena tidak ingin perkelahian berlanjut. Saleh pun pulang dengan tit*t yang membengkak.” TAMAT!

⭐ CATATAN!: Cerita ini diangkat dari kisah nyata, kecuali bagian sentil tit*t itu karangan. Cerita sebenarnya silahkan klik Link berita yang ada pada tweet diatas atau klik LINK INI!

————————————–

Hampir tiap hari di twitter dan facebook, gue selalu nemuin perdebatan tentang capres. Debat-debat di socmed semakin lama makin gak sehat. Orang-orang mendukung capres pilihannya dengan segala cara, bahkan sampai menghina fisik dan yang lebih parah adalah menghina pendapat orang lain. Seperti kasusnya selebtwit @zarryhendrik , mungkin ada yang masih inget saat dia membuat tulisan di blognya yang berisi dukungan ke Capres pak Prabowo. Si Zarry di bully karena pilihannya sampai-sampai dia sempet non-aktifin akun twitternya. Bahkan sempat ada tulisan di salah satu situs yang mengkritik pendapatnya Zarry dengan sangat frontal (Belakangan zarry dan penulis yang mengkritiknya itu sudah bertemu dan berdamai, tulisan kritik itu pun diedit dan mengganti kata-kata yang dianggap kasar).

Gue heran dengan orang-orang yang berbeda pendapat terus sampe berantem, mungkin orang-orang kayak gitu lupa kalo dia gak hidup sendirian di dunia ini, dia lupa kalo ada milyaran manusia di dunia ini, dan setiap manusia mempunyai karakter yang berbeda dan pemikiran yang berbeda. Jadi menurut gue beda pendapat itu wajar-wajar aja sih, yang kita harus lakukan adalah menghargai pendapat orang lain.

Di daerah gue Gorontalo, yang bisa bikin orang berantem itu adalah politik. Sesama warga bisa berantem hanya karena berbeda dukungan. Kami di Gorontalo gak pernah berantem soal Agama, gue berani bilang Gorontalo adalah Provinsi yang sangat toleran terhadap umat beragama. Kami menghargai perbedaan Agama, gak pernah ada konflik antar Agama Seperti yang biasa terjadi di Jawa. Kayak kasus baru-baru ini penyerangan yang terjadi di Jogja. Tapi kalo soal Politik, wahh.. Setahun yang lalu waktu pemilihan Walikota Gorontalo aja, pulang dari TPS gue lihat Ibu-ibu saling ejek di jalan, mereka teriak-teriak mendukung salah satu pasangan, untungnya waktu itu gak sampe berantem jambak-jambakan. 😐

Kalo gue pribadi sih gak masalah dengan orang yang beda pendapat, gue sangat menghargai pendapat orang lain. Karena balik ke itu tadi bahwa kita gak hidup sendirian di dunia ini, gue gak bisa memaksakan pendapat gue ke orang lain asalkan pendapatnya masuk akal dan gak menyerang pribadi ya gue terima. Kalaupun gue sering berdebat ya itu karena gue pengen denger pendapat orang lain aja, karena pendapat gue gak selalu benar. Berdebat akan membuka pemikiran gue, mendapatkan pandangan baru. Seperti kata pak Anies Baswedan “Lawan itu beda dengan musuh, Lawan Badminton itu teman berolahraga, Lawan Debat itu Teman Berfikir”.

Gue belajar menghargai pendapat orang saat berorganisasi, saat berorganisasi lo dihadapkan dengan teman-teman yang selalu berbeda pandangan. Berbagai macam karakter dikumpulkan dalam organisasi dan harus mempunyai tujuan yang sama dan harus mempunyai kesepakatan bersama. Orang-orang yang pernah berorganisasi atau berkomunitas adalah orang yang berjiwa besar, bukan orang yang egois. Selama pendapat teman masih masuk akal dan tidak mengada-ada, pendapatnya akan selalu diterima.

Di pilpres ini gue udah nentuin bakal dukung Jokowi-JK, gue menghargai pilihan orang lain. Gue gak benci pak Prabowo-Hatta, gue gak benci para pendukungnya. Karena berbeda pilihan itu biasa. Walau kadang gue sering debat di twitter karena ada tweet-tweet yang berisi fitnah, menghujat, gue berdebat untuk sekedar mengklarifikasi. Kadang gue nemuin orang yang ngetweet keburukan salah satu capres mulu dan mendukung capres lainnya. Kalo lo mendukung salah satu capres karena benci dengan capres lainnya, berarti lo memilih dengan emosi dan itu gak baik. Lo harus milih berdasarkan pengamatan atas visi misinya bukan karena lo benci capres lainnya. πŸ™‚

Intinya adalah coba untuk menghargai Pendapat/pandangan/pilihan orang lain, pendapat lo gak selalu benar dan gak selalu salah. Sering-seringlah berdiskusi dengan pikiran terbuka, mendengar pendapat orang lain akan membuka pandangan lo dari sisi yang berbeda.

“Jangan lihat siapa yang berbicara, tapi lihatlah apa yang dia bicarakan.”

Terakhir Kalo Soal pilihan capres, urusan masing-masing, tak perlu menghina/ menjelekkan yg lain. Suka dgn si A, bukan berarti harus benci terhadap B. Silahkan puji jagoan masing2, beri bukti-bukti agar kita sehat membacanya.

Mereka aja temenan, masa kita berantem. ;)

Mereka aja temenan, masa kita berantem. ❀ πŸ˜‰

Pemilu itu pesta rakyat, gak perlu berantem. Jangan terlibat untuk saling menghabisi. Mari jalani proses politik ini dengan damai. (^^)V

Kalo kalian pernah gak berantem gara-gara beda pendapat? ❓

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan