Jokowi-Jk?? Kalo aku sih Yes! Gak tau mas anang..

Beberapa hari lalu saat mengecek email, ada satu email berjudul Pilihan Saya…. Email itu berasal dari pak Anies Baswedan yang intinya berisi pernyataan sikap beliau mendukung pasangan Jokowi-Jusuf Kalla sebagai Capres-cawapres. Saat itu memang sudah beredar di media-media online tentang dukungan pak Anies ke Jokowi-JK, sehingga banyak relawan Turun Tangan yang mempertanyakan itu. Tapi gue rasa pertanyaan-pertanyaan relawan itu terjawab sudah di email yang dikirimkan pak Anies bahwa dukungannya ke Jokowi-JK adalah Dukungannya sebagai individu bukan atas nama gerakan #TurunTangan. Jadi gue kadang kesel kalo di twitter atau facebook ada yang mengatakan relawan #TurunTangan adalah relawannya Jokowi-JK. #Pffftt

Yang harus dipahami adalah #TurunTangan bukanlah organisasi atau komunitas sosial, #TurunTangan adalah gerakan sosial yang mengajak kita untuk menjadi pribadi yang Optimis, bukan menjadi pribadi yang pesimis yang selalu mengkritik sana-sini tapi kami memilih untuk Turun Tangan dan membereskan masalah bersama-sama. #TurunTangan juga gerakan yang mendorong agar orang-orang baik ikut terjun ke politik dan mendukung orang-orang yang membawa Gagasan bukan Uang!.

Itu semua sudah dilakukan relawan #TurunTangan di Pemilihan Legislatif kemarin, kami berkomitmen untuk memilih caleg yang menawarkan gagasan bukan yang menawarkan uang, karena kami adalah bukti otentik bahwa masih banyak anak bangsa yg tidak bisa dirupiahkan, yang bisa menjaga harga dirinya. Seperti yang sering dikatakan bahwa relawan tidak dibayar, bukan karena kami tak bernilai tapi karena kami tak ternilai. πŸ™‚

Pilihan akoeh…

Menghadapi Pilpres 2014, gue juga udah nentuin pilihan, bukan mewakili #TurunTangan tapi sebagai Individu yang peduli dengan bangsa ini dan mau ikut mengambil peran untuk turun tangan. Seperti semangat gerakan #TurunTangan, yang harus gue lakukan adalah mendukung orang baik untuk menjalankan pemerintahan, memilih orang yang menawarkan gagasannya untuk Indonesia. Dan untuk Pilpres 2014 gue akan mendukung pasangan pakJoko Widodo – Jusuf Kalla. πŸ™‚

“Hmm… Jadi pak Prabowo Subianto – Hatta Rajasa bukan orang baik?” :/

Haha.. Gak gitu juga sih XD, Pak Jokowi, JK, Prabowo dan Hatta adalah orang-orang baik, mereka adalah putra-putra terbaik bangsa ini. Hanya saja gue lebih tertarik dengan gagasannya pak Jokowi-JK dan pasangan ini memberikan kebaruan, kombinasi generasi Muda dan generasi tua. Belum lagi komitmen beliau yang tidak akan membagi-bagi kursi menteri ke partai dan menempatkan orang-orang profesional di kabinet, gue percaya itu karena sudah dibuktikan di DKI Jakarta tidak ada bagi-bagi jabatan, tapi beliau melakukan lelang jabatan.

Gue juga suka pembawaannya yang kalem, membumi, dekat dengan masyarakat karena suka blusukan. Banyak yang sering nyinyir tentang blusukannya, “Kalo udah jadi presiden pasti susah blusukannya, karena Indonesia ini luas menn..”. Mereka yang sering nyiyir itu mungkin banyak yang gak tahu, Presiden juga bisa blusukan, pak SBY juga sering blusukan di awal-awal pemerintahannya, belum lagi sekarang Indonesia udah punya pesawat kepresidenan, yaah blusukan seluruh Indonesia dalam 5 tahun mah gampang. πŸ˜€

Banyak juga yang bilang pak Jokowi orangnya gak tegas karena bukan dari Militer. Gue mah ketawa aja denger ini, relokasi pedagang kaki lima di Solo, relokasi pedagang Tanah Abang di Jakarta, relokasi penduduk di Waduk Pluit, Ria-rio dan banyak hal lainnya yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat banyak. Semuanya terlaksana tanpa ada konflik, apakah itu bukan ketegasan? Tanpa ketegasan semua itu gak bakal terwujud, ketegasan gak selalu dengan suara keras dan tindakan yang keras.

Gue bukan baru-baru ini aja mengamati pak Jokowi, gue udah ngamatin dia saat jadi Walikota Solo. Kemudian jadi Gubernur DKI Jakarta, gue selalu ngamatin kebijakannya, rapat-rapatnya dari kanal youtubenya. Banyak juga protes tentang beliau yang gak menepati janjinya yang akan memimpin DKI Jakarta selama 5 Tahun karena masih banyak persoalan yang harus diselesaikan dari Kemacetan dan Banjir. Hmm.. Jadi menurut mereka dalam waktu 5 tahun pak Jokowi bisa nuntasin Banjir dan macet?? Ya kaleussss… #pfffttt

Banjir dan Macet di DKI Jakarta gak bakal selesai dalam 5 Tahun, tapi kalo pak Jokowi jadi Presiden malah akan lebih mudah mengurus Jakarta karena memiliki
wewenang terhadap proyek pemerintah pusat di ibukota. DKI Jakarta itu Ibukota negara, permasalahannya gak akan selesai kalo cuma diselesaikan sama pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat juga punya tanggung jawab membenahi Jakarta, karena kewenangan Pemerintah Provinsi tuh terbatas. Jadi gue yakin kalo pak Jokowi jadi Presiden, eksekusi untuk masalah di Jakarta akan cepat. Jokowi gak bakal ninggalin DKI Jakarta, dia bakal tetap membangun Jakarta bukan dari Balai Kota tapi dari Istana Negara. Lagian DKI Jakarta juga bakal dapet Gubernur keren pak Basuki Tjahja Purnama alias AHOK. πŸ˜€

“Oh Jakartans, your city is not the only one in Indonesia that deserve to be taken care of by the best.”

Sebenarnya gue pengen nulis dukungan ke Pak Jokowi-JK tanpa menjelek-jelekan pasangan lain, karena gue kesal dengan kampanye-kampanye hitam yang semakin gak jelas, banyak orang yang gak paham malah ikut-ikutan menyebarkan berita bohong. Misalkan kampanye hitam yang bilang pak Jokowi itu Kristen, keturunan Tionghoa, gak tau cara wudhu. Lah terus kenapa?? Apa orang Kristen gak bisa jadi pemimpin di Indonesia hanya karena mayoritas Muslim dan mereka minoritas?? Kenapa juga kalo keturunan Tionghoa?? Apakah orang-orang keturunan tionghoa adalah ras terkutuk di Indonesia? Kan enggak!!, gak tau cara wudhu?? Yaa kaleuss… Orang udah naik Haji dan umroh berkali-kali masa gak tau wudhu. BERHENTI MENGURUSI KEIMANAN ORANG LAIN!! Kek orang yang paling beriman aja. -_-

Tapi gue salut sama pak Jokowi, beliau menghadapi fitnah-fitnah itu dengan kalem. Untuk orang-orang yang memfitnahnya, beliau menyatakan bahwa ia bukan bagian dari kelompok Islam yang:

“Sesuka hatinya mengafirkan saudaranya sendiri”, “menindas agama lain”, “arogan dan menghunus pedang di tangan dan di mulut”, “suka menjejerkan fustun fustunnya”, “menutupi perampokan hartanya, menutupi pedang berlumuran darah dengan gamis dan sorban”, atau “membawa ayat-ayat Tuhan untuk menipu rakyat” – Joko Widodo

JLEB!! o_O

Gue juga kesel sama kampanye hitam yang menyerang pak Prabowo, apalagi tentang statusnya yang Single. Banyak yang bilang gimana mau jadi Presiden kalo gak punya Ibu Negara. Ya teruss?? Emangnya syarat jadi Presiden harus punya Ibu Negera?? Ya keleess.. Ada lagi tentang Pak Prabowo yang senang mengurus Kuda, lah terus kenapa juga?? Semua orang punya hobi kan! BERHENTILAHLAH MENGURUSI KEHIDUPAN PRIBADI ORANG LAIN!!

Intinya adalah berhentilah menyebarkan kampanye hitam atau Fitnah, gue berharap para pendukung kedua Calon lebih memberikan pemahaman tentang gagasan para capres daripada keburukan para capres. Mencari keburukan mah gampang, cari kebaikan yang……gampang juga sih, tapi banyak orang yang malas untuk mencarinya. πŸ˜›

“Kenapa gak dukung pak Prabowo-Hatta?”

Pak Prabowo-Hatta juga baik, tapi ada masalah pak Prabowo di masa lalu yang gak terselesaikan, yaitu kasus pelanggaran HAM. Ini bukan Kampanye Hitam (Black Campaign) loh, ini mungkin Kampanye Negatif (Negative Campaign) dan kampanye negatif mah wajar-wajar aja. Kalo masih gak ngerti bedanya Black Campaign dan Negative Campaign silahkan baca Disini! biar bisa bedain. ^^’

Capture Koran Kompas Tahun 1998

Capture Koran Kompas Tahun 1998

Fakta bahwa pak Prabowo terlibat kasus penculikan aktivis 1998 adalah beliau diberhentikan/dipecat dari Militer. Mungkin bisa saja orang bilang kasusnya sudah selesai, tapi kenyataannya sudah 7 Tahun, setiap hari Kamis di depan Istana Presiden, keluarga para korban penculikan menuntut keadilan, mempertanyakan dimana anak mereka, saudara mereka kalo masih hidup ada dimana? Kalo meninggal makamnya dimana?. Menuntut agar aktor-aktor intelektual kasus penculikan segera di Hukum!! Pak Prabowo bisa saja tidak bersalah, tapi sikap diamnya selama ini yang tidak membuka siapa-siapa saja yang terlibat bagi gue adalah penghianatan bagi bangsa. 😑

“Tunduk tertindas atau bangkit melawan, Karena Diam adalah sebuah penghianatan. Lebih baik kita hidup dalam sebuah keterasingan daripada hidup dalam sebuah penghianatan.”

Terakhir dari gue adalah gue berharap anak muda ikut berperan mengambil bagian di pilpres tahun ini, gak harus jadi tim kampanye yang tiap hari ngetweet atau nulis postingan kek gini, tapi ikut aktif mencari, mempelajari, mengamati capres yang lo pilih tanggal 9 Juli 2014 nanti. Pilihannya hanya ada 2, pak Jokowi-JK atau pak Prabowo-Hatta.

Mengutip pesan dari pak Anies Baswedan:

“…ayo turun tangan. Anda lihat track-recordnya, kaji rencana kerjanya, kuasai informasi tentang mereka lalu tentukan pilihan. Ajak lingkungan Anda untuk berdiskusi, untuk memilih, untuk menentukan sikap. Jangan cari manusia sempurna. Sebagaimana yang selama ini sering dikatakan, tentukan pilihan serta bantu orang baik yaitu bersih dan kompeten. Apalagi jika orang baik itu bisa membawa kebaruan.”

Yuuk tentukan pilihan, kalopun beda yaa Berbeda pilihan itu biasa, tidak usah risau apalagi bermusuhan, rilex saja. Jangan kita terlibat untuk saling menghabisi. Mari kita jalani proses politik ini dengan damai. πŸ˜‰

Gimana dengan kalian, sudah nentuin Pilihan? Kalo aku sih YES dengan pasangan Jokowi-JK, gak tau deh kalo Mas anang. Tapi kayaknya dia milih Prabowo-Hatta deh. Soalnya mas anang kader Partai Amanat Nasional (PAN). Bhay!

Iklan