Susahnya menulis komedi

Beberapa hari ini semangat gue untuk menulis seperti pejuang 45′, setiap ada waktu luang gue sempetin untuk membuka aplikasi wordpress di HP kemudian menulis. Banyak ide-ide tulisan yang ada di kepala, banyak topik-topik tulisan yang gue catat di notes. Tapi setelah gue perhatikan topik-topik tulisan gue kok agak serius ya. Padahal kalo diinget-inget awal gue mengenal blog karena membaca buku Raditya Dika yang Kambing Jantan dan tulisan-tulisan di buku yang diangkat dari blog itu bergenre Komedi.

Harus diakui tulisan-tulisan gue di blog agak menjadi serius karena terpengaruh tulisan-tulisannya bang Pandji Pragiwaksono, tulisan-tulisannya yang serius tapi diangkat dengan santai menurut gue keren dan gue terinspirasi, tapi disisi lain gue juga sangat terinspirasi dengan Raditya Dika, tulisan-tulisan komedinya gak garing. Kalo kata Alitt Susanto (Shitlicious), raditya dika memperkenalkannya bagaimana Menulis komedi pake hati.

Makanya gue pengen nyoba lagi nulis komedi, masa header blog gue udah unyu-unyu gambar burung hantu terus tulisannya tentang politik dan hal-hal yang serius. Tapi harus juga gue akui bahwa menulis komedi itu gak gampang, Karena Komedi itu hal yang serius.

Iya, gue juga baru tau kalo komedi itu hal yang serius. Dan bener juga sih, menurut gue komedi yang digarap dengan serius akan menciptakan tawa, sedangkan komedi yang asal-asalan hanya menciptakan kegaringan, keheningan dan kesepian #ehh. Banyak yang gak tau kalo menulis komedi tuh gak hanya sekedar menulis kejadian lucu. Lengkapnya Raditya Dika bilang gini:

β€˜Menulis komedi itu bukan menulis sebuah kejadian lucu. Tapi melihat sesuatu dari sudut pandang yang lucu. Menemukan sisi komedik dari sesuatu yang menurut orang lain tak lucu pun adalah bagian dari menulis komedi.’

Nah! Ini yang gue gak punya, gue selalu berpikir bahwa penulis buku-buku komedi seperti Raditya Dika, Alitt Susanto, dan penulis komedi lainnya hidupnya tuh kek nya enak banget, banyak lucunya jadi mereka buat nulis komedi tuh gampang-gampang aja. Tapi sebenarnya gak gitu, penulis-penulis komedi itu sebenarnya hanya mempunyai kemampuan menangkap sisi komedi dari suatu kejadian atau peristiwa. Ini nih yang gue harus pelajari, kemampuan menangkap sisi komedi.

Oke, sekarang gue paham. Sensitifitas gue dalam menangkap sisi komedi harus lebih sering diasah lagi, tapi…. Gue banyak baca blog yang punya tulisan komedi. Dan kadang komedi yang mereka berikan bisa dibilang baru dan segar, itu artinya mereka menangkap sisi komedi. Tapi kadang ada tulisan-tulisan yang terkesan garing, gue tau dalam tulisannya coba melucu tapi komedinya gak ketangkep sama pembaca. Itu artinya gak hanya sensitifitas menangkap sisi komedi yang diperlukan seorang penulis komedi. Terus? 😐

Menulis komedi ternyata sama kek Stand Up Comedy, jadi ada Setup dan punchline. Kalo kata Raditya Dika (again!): πŸ˜€

“Pada dasarnya sebuah komedi tuh terdiri dari dua buah kompenen dasar. Pertama setup, yaitu penjelasan dari sebuah joke, bagian dari joke Itu sendiri yang tidak untuk ditertawai tapi menjadi sebuah eksposisi atau pengantar dari joke itu sendiri. Setup akan mengarah kepada punch line, ini adalah bagian yang lucu dari sebuah joke.

Yup, ternyata komedi memang harus dikerjakan dengan serius sehingga bisa menghasilkan tawa, yang harus kita tahu adalah menulis komedi itu gak cuman bermodal “genetik” dan “bakat” ngelucu aja. Emang sih, ada orang yang punya bakat untuk bisa membuat orang ketawa dengan kelakuannya atau cara bicaranya, tapi sebenernya komedi itu lebih banyak ke arah seni dibandingkan science. Nah, seperti kebanyakan seni, teknik-tekniknya bisa dipelajari. πŸ™‚

Mungkin itu aja dulu, gue juga lagi mau coba mempelajari tentang bagaimana menulis komedi yang baik. Bagaimana dengan kalian, tertarik untuk menulis komedi?? πŸ˜€

Boleh nih dibaca: β€’Sebuah soal menulis komedi dengan raditya dika oleh @windyariestanty (editornya Raditya Dika)
β€’Studying Comedy oleh Raditya Dika
β€’Humor dan relasi implementasi terhadap komedi oleh Dwi Kresnoadi

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan