Susahnya menulis komedi

Beberapa hari ini semangat gue untuk menulis seperti pejuang 45′, setiap ada waktu luang gue sempetin untuk membuka aplikasi wordpress di HP kemudian menulis. Banyak ide-ide tulisan yang ada di kepala, banyak topik-topik tulisan yang gue catat di notes. Tapi setelah gue perhatikan topik-topik tulisan gue kok agak serius ya. Padahal kalo diinget-inget awal gue mengenal blog karena membaca buku Raditya Dika yang Kambing Jantan dan tulisan-tulisan di buku yang diangkat dari blog itu bergenre Komedi.

Harus diakui tulisan-tulisan gue di blog agak menjadi serius karena terpengaruh tulisan-tulisannya bang Pandji Pragiwaksono, tulisan-tulisannya yang serius tapi diangkat dengan santai menurut gue keren dan gue terinspirasi, tapi disisi lain gue juga sangat terinspirasi dengan Raditya Dika, tulisan-tulisan komedinya gak garing. Kalo kata Alitt Susanto (Shitlicious), raditya dika memperkenalkannya bagaimana Menulis komedi pake hati.

Makanya gue pengen nyoba lagi nulis komedi, masa header blog gue udah unyu-unyu gambar burung hantu terus tulisannya tentang politik dan hal-hal yang serius. Tapi harus juga gue akui bahwa menulis komedi itu gak gampang, Karena Komedi itu hal yang serius.

Iya, gue juga baru tau kalo komedi itu hal yang serius. Dan bener juga sih, menurut gue komedi yang digarap dengan serius akan menciptakan tawa, sedangkan komedi yang asal-asalan hanya menciptakan kegaringan, keheningan dan kesepian #ehh. Banyak yang gak tau kalo menulis komedi tuh gak hanya sekedar menulis kejadian lucu. Lengkapnya Raditya Dika bilang gini:

β€˜Menulis komedi itu bukan menulis sebuah kejadian lucu. Tapi melihat sesuatu dari sudut pandang yang lucu. Menemukan sisi komedik dari sesuatu yang menurut orang lain tak lucu pun adalah bagian dari menulis komedi.’

Nah! Ini yang gue gak punya, gue selalu berpikir bahwa penulis buku-buku komedi seperti Raditya Dika, Alitt Susanto, dan penulis komedi lainnya hidupnya tuh kek nya enak banget, banyak lucunya jadi mereka buat nulis komedi tuh gampang-gampang aja. Tapi sebenarnya gak gitu, penulis-penulis komedi itu sebenarnya hanya mempunyai kemampuan menangkap sisi komedi dari suatu kejadian atau peristiwa. Ini nih yang gue harus pelajari, kemampuan menangkap sisi komedi.

Oke, sekarang gue paham. Sensitifitas gue dalam menangkap sisi komedi harus lebih sering diasah lagi, tapi…. Gue banyak baca blog yang punya tulisan komedi. Dan kadang komedi yang mereka berikan bisa dibilang baru dan segar, itu artinya mereka menangkap sisi komedi. Tapi kadang ada tulisan-tulisan yang terkesan garing, gue tau dalam tulisannya coba melucu tapi komedinya gak ketangkep sama pembaca. Itu artinya gak hanya sensitifitas menangkap sisi komedi yang diperlukan seorang penulis komedi. Terus? 😐

Menulis komedi ternyata sama kek Stand Up Comedy, jadi ada Setup dan punchline. Kalo kata Raditya Dika (again!): πŸ˜€

“Pada dasarnya sebuah komedi tuh terdiri dari dua buah kompenen dasar. Pertama setup, yaitu penjelasan dari sebuah joke, bagian dari joke Itu sendiri yang tidak untuk ditertawai tapi menjadi sebuah eksposisi atau pengantar dari joke itu sendiri. Setup akan mengarah kepada punch line, ini adalah bagian yang lucu dari sebuah joke.

Yup, ternyata komedi memang harus dikerjakan dengan serius sehingga bisa menghasilkan tawa, yang harus kita tahu adalah menulis komedi itu gak cuman bermodal “genetik” dan “bakat” ngelucu aja. Emang sih, ada orang yang punya bakat untuk bisa membuat orang ketawa dengan kelakuannya atau cara bicaranya, tapi sebenernya komedi itu lebih banyak ke arah seni dibandingkan science. Nah, seperti kebanyakan seni, teknik-tekniknya bisa dipelajari. πŸ™‚

Mungkin itu aja dulu, gue juga lagi mau coba mempelajari tentang bagaimana menulis komedi yang baik. Bagaimana dengan kalian, tertarik untuk menulis komedi?? πŸ˜€

Boleh nih dibaca: β€’Sebuah soal menulis komedi dengan raditya dika oleh @windyariestanty (editornya Raditya Dika)
β€’Studying Comedy oleh Raditya Dika
β€’Humor dan relasi implementasi terhadap komedi oleh Dwi Kresnoadi

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

86 thoughts on “Susahnya menulis komedi

Add yours

  1. Beberapa waktu yang lalu saat beberapa temen nanyain ke aku mana yang lebih susah antara nulis serius (semacam cerpen) sama nulis komedi.. dengan sangat yakin aku jawab nulis komedi itu lebih susah.

    Kalo mau nulis serius, pekerjaan kita cuma memainkan alur, diksi, menggambarkan latar tokoh waktu dengan detail, cerita sudah bisa hidup. Dan untuk inspirasi cerita sendiri bisa diangkat dari kisah pribadi.

    Sedangkan menulis komedi.. yang selalu menjadi teorinya memang harus terdiri dari setup, dan punchline. Tapi semua itu bener2 enggak membantu banyak kalo kita enggak peka atau sensitifitas komedi kita payah. Kita harus nyari2 premis yang disetujui banyak orang, lalu membuat persepsi yg menghancurkan premis itu dalam bentuk punchline..

    hehe. panjang banget jadinya.

    1. Nah! Seperti hal nya dalam stand up comedy, premisnya harus PAS. Kalo premisnya kepanjangan orang bakal bosan, premis kependekan pun orang bakal kaget dan gak menikmati komedinya. Haha.. πŸ˜€

  2. btw lo ngefans sama Raditya Dika sama Panji? terus lo ngefans sama aku kapan? hah? kapaaaaaan?
    hahahaa
    setuju banget, menulis cerita komedi itu susah banget, karena kita harus bisa menemukan sudut pandang dan sisi sebelah mananya suatu cerita
    jadi ada tuh kadang yg sengaja nulis lucu tapi malah garing banget, pengin mengajak pembaca hanyut eh malah jadinya bosen
    memang setiap hal perlu diasah Erick, seperti jg dalam menulis komedi, tsaaaah πŸ™‚

    1. Maaf kak, aku tak mau merusak rumah tangga orang.. #halah XD
      Nah iya kak, unsur komedi dalam tulisan emang harus pas. Kalo dari tulisan awal dia ngelucu terus dan garing, ya pembaca bakal bosan. πŸ˜€

      1. hhahahaa akh tau aja sih kamu, hihihii
        aku sayang suamiku, aku ga sayang kamu. titik!

        nah bener tu, rasa bosen pasti ada, apalagi kalo salah pilih genre tulisan, ngelucu tapi duuuuh garing malahan
        harus pinter2 nih

  3. Kenapa gue nulis? itu karena gue suka komedi, karena gue tau hidup itu bukan hanya soal yang serius2 doang, tapi kadang harus berpikir beda dan jenius hingga menghasilkan ketawa yang berkualitas, btw, rdika dan pandji juga gue emang suka^^ Semangat ya nulisnya:D Oh ya sedikit saran, bisa gak klarifikasi datanya di nonaktifan aja males ngetiknya–“

    1. Yeaayy semua orang pasti suka komedi. πŸ˜‰

      Klarifikasi data? Ngisi data email dan website maksudnya? Itu emang fitur dari wordpress. Hehe.. Emang beda sama blogspot cara komentarnya. πŸ˜€

  4. woh keren postingannya rick.. aku juga lagi belajar supaya bisa nemuin kepekaan itu.
    tapi kayaknya semakin seting nulis semakin bagus juga tullisannya. tulisanku se enggaknya lebih rapi daripada tahun 2012 lalu hehehe

    kadang kadang tulisanku juga nggak mengenal setup sama punchline.

    belajar sama edotz tuh rick, tulisannya lucu banget..

  5. lagi semangat-semangatnya buat nulis ya rick, enak banget ada aplikasi wordpress buat hp. jadi kamu bisa nulis kapanpun tanpa ngandelin pc ataupun laptop. keren. aplikasi bolgger malah gak ada. atau mungkin guenya aja yang gak tau.
    nulis komedi itu emang gak gampang. gue pernah baca buku bergenre komedi hasil minjem dari temen yang isinya gak lucu-lucu amat. ada bagian yang lucunya bikin ngakak, tapi banyakan yang lucunya garing. itu nunjukin bahwa seorang penulis yang udah berhasil nerbitin buku pun ada yang gak sukses dalam membuat pembacanya tertawa.
    gak hanya nulis kisah romantis yang mesti bener-bener pakai hati, tapi nulis komedi juga mesti pakai hati dan mesti cerdas menangkap sisi komedi sebuah kejadian. semangat buat belajar nulis komedinya ya rick. πŸ˜‰

    1. Nah! Iya bener, sempat ada yang tweet semalam. Katanya Banyak buku yang seperti blog dan Blog yang seperti buku. Artinya tidak semua yang udah nerbitin buku komedi, bagus tulisannya malah garing banget. Sebaliknya ada yang malah nulis di blog tulisannya bagus dan komedinya gak garing. πŸ˜€

  6. iya bang, nulis komedi itu emang menulis yang serius. Susah nyari jokes yang pas dan kalo salah, malah garing kan. Genre tulisan gue dari juga emng udah comedy, tapii nggak tau sih lucu apa nggak -_-”
    Kalo mau tips tentang menulis komedi, buka blognya mbak Windy Ariestanti, dia ngasih tipps. cuma gue lupa linknya πŸ˜€ haha

  7. tertarriiiiikkkk… rik… rikk..#teriakan gue bergema gitu ceritanya

    iya bener banget, nulis komedi itu susah, dan ada tekniknya. gue dulu pernah ikut grup belajar nulis komedi gitu di fb. dan alhamdulilah sampe sekarang belom berhasil nerapinnya. susaahh..

    ya emang dari hati juga sih harusnya, kalo nggak dari hati nggak bakal berhasil.

    anak-anak di Blogger energy yg udah keliatan jiwa nulis komedinya itu ada edotz, dll. asik gueh bacanya πŸ™‚

  8. Bener banget bang, menulis komedi itu nggak mudah. karena ada momen yang harus kita raih dari pembaca, yaitu “ketawa”. Dan menurut gue, melucu di dunia nyata itu jauh lebih mudah dari pada melucu lewat tulisan. Tapi, menulis komedi jadi tantangan tersendiri bagi pelakunya..eheheh

  9. menulis itu emang harus pake hati dan serius, meskipun itu menulis tentang politik, fiksi, atau komedi sekalipun. karena suatu hal akan mencapai kesuksesan apabila kita kerjakan dengan serius dan pake hati , bukan hanya asal-asalan doang.

    gue ambil contoh nih, kesuksesan yang bisa kita raih dalam menulis komedi yaitu bisa membuat si pembaca tertawa, kesuksesan yang kita raih dalam menulis fiksi tentang percintaan bisa membawa si pembaca larut dalam cerita nya dan ikut merasakan apa yang di rasakan oleh tokoh di dalam cerita. dan semua itu emang harus di kerjakan make hati dan serius.

    emang sih menulis komedi itu ga gampang, karena harus mencari dan menangkap sisi komedi dalam seuah kejadian.

    terus belajar yaa bro, semoga lo bisa nulis komedi yang lucuu hehee. lo pasti bisa kok

  10. kalo kata alitt lagi, nulis komedi itu bisa dilatih..
    jadi kita juga perlu membiasakan diri tiap hari buat nulis komedi, biar akhirnya bisa dapet feelnya..
    bisa dilihat sendiri dari buku prtama Alitt, Shitlicious.. sumpah, bukunya garing banget dan tulisannya alay. tapi waktu skripshit keluar bisa keren banget..

    kebanyakan juga kadang nulis komedi, penulisnya enggak bisa menakar komedinya.. seringnya malah jadi, lucu menurut diri sendiri tapi enggak buat orang lain..

    gue juga masih sering bikin komedi yan garing.. tapi yaudahlah, nikmatin prosesnya daripada enggak nulis.

    1. Nah! Iya bener dot, penulis kadang susah menakar apakah tulisannya itu lucu ato gak. Kalo kata raditya dika sih, kita harus baca tulisan kita berulang-ulang dan memposisikan diri sebagai orang lain. Apakah ketika kita membaca tulisan sendiri langsung ketawa atau malah males bacanya. πŸ˜€

  11. Kalau aku pribadi sih… menulis komedi itu lebih mudah dari menulis genre lainnya… Soalnya komedi itu bisa kita buat bahkan hanya dengan membayangkan sesuatu yang lucu… Nggak perlu repot – repot pakek hati… Kalau pakek hati mah buat genre romance…

    Lagian nulis komedi itu nggak terikat ama bahasa yang baku ato susunan kalimat yang sistematis, bahasa gaul dan bahasa keseharian pun bisa jadi pion kuat untuk mengembangkan tulisan komedi. Beda ama tulisan romance dan yang lainnya, kita harus lebih jeli menyusun tiap kalimat dan jenis bahasa yang dipakai…

    Gitu sih menurutku…

    1. Iya, ada yang bilang menulis komedi itu mudah dan ada yang bilang menulis komedi itu susah. Wajar aja sih hehe.. Namanya juga pandangan pribadi. πŸ˜€

      Hmm.. Gak gitu juga sih, semua genre tulisan menurut gue nulisnya harus pake hati biar pesannya nyampe. “Pake Hati” disini gak selalu tentang percintaan loh.. πŸ˜€
      Loe pernah baca buku-bukunya raditya dika gak sih? Haha.. Kalo lo udah baca buku-bukunya baru lo ngerti apa itu nulis komedi pake hati. πŸ™‚

      Kalo soal susunan bahasa baku atau gak emang bebas, cerpen aja ada yang gak pake bahasa baku kok. Mengapa menulis komedi itu susah karena lo harus bikin pembaca ketawa dengan tulisan lucu, kalo cuma menceritakan cerita lucu mungkin didunia nyata bisa dapat ketawa tapi kalo dalam bentuk tulisan? Susah vroh.. Contohnya Sule di dunia nyata orangnya lucu, apakah saat dia nulis komedi tulisannya bakal lucu? Belum tentu. Hehe.. Gitu.. πŸ˜€

  12. iya, susah banget… waktu baca yg diposting mbak Windy, ternyata beliau jugamerasa nulis komedi itu susah. Respect buat mereka yg dengan tulisan bisa membuat tertawa.

  13. Kok sama ya bang. gue juga tertarik nulis komedi gara2 baca buku Raditya Dika. Perkiraan gue,. Kemungkinan banyak banget blogger di Indonesia yang terpengaruh dari Raditya Dika, dkk. untuk menulis dengan gaya komedi.

    tapi semakin hari gue sadar, gue gak mungkin ngikutin gaya bang radit. dan sampai sekarang gue masih mencari jati diri gue sebagai penulis..

    blognya mantap bang, cepat loadingnya πŸ™‚

  14. karyanya bang Raditya Dika memang keren2.. kisah komedinya dikemas dengan rapi, menghasilkan cerita yang kocak tapi ngga garing. patut dijadikan contoh juga, yang penting jangan plagiat πŸ˜€

    aku juga pengen sih bisa buat tulisan komedi, tapi aku tau.. nulis komedi itu susah.. bahasanya harus mudah dipahami pembaca, biar para pembaca bisa menangkap sisi kelucuan dari tulisan komedi itu. tuh kan, susah banget.. harus banyak berlatih nih πŸ˜€

  15. bisa karena terbiasa,
    mungkin itu juga penting, biasakan diri untuk menulis hal yang biasa menjadi lucu dengan unsur komedi yang tersurat.

    memang sangat susah untuk menulis komedi, kadang menurut kita sudah lucu, namun terlihat garing, jika dibaca orang lain.
    *pengalaman :v

  16. Gw tau kok kalo tulisan lo akhir akhir ini terinspirasi sama Pandji banget, iya BANGET!!! ;))

    Setuju banget sih, utk menulis komedi harus bikin setup yg bener bener bisa dipahami sehingga punch line nya bisa meledak kayak kompor gas. itu yg orang kurang memperhatikan. Namun ada juga sih kayak tulisannya Alitt sering nyeletuk hal-hal yang terkesan lebay seperti ” Supri adalah cowok yg ganteng, putih, tinggi, telinganya lebar, hidungnya panjang….” kadang bikin senyum senyum sendiri tulisan kayak gitu :))

    Selamat berjuang menulis komedi deh, semoga bisa ngena dan sapa tau bisa di simulasikan dalam stand up comedy atau mungkin tertarik mau bikin vlog kayak di Nyunyudotcom. Hehehe…

    1. Haha tapi gue seneng juga nulis kayak pandji bang, soalnya kalo nulis tentang pemuda atau indonesia tuh nulisnya semangat. XD

      Kalo bang alitt gue akui dia kerenn, dia bisa menciptakan tokoh supri dan ningsih yang bisa bikin ketawa. Tapi sebenarnya tekniknya sama sih, ada setup dan punchline. πŸ˜€

  17. Sepertinya saya tidak berbakat menulis komedi, Rik. Secara tahu lah tulisan saya seperti apa. Hehehe.

    Genre komedi buat yang muda muda saja lah yang masih banyak ide dan segar dalam berkarya (berasa tua:p).

    Semoga Erik bisa menjadi komedian ke sekian setelah Raditya Dika πŸ˜€

  18. kayaknya mending nggak tertarik deh bang kalau saya….nggak bakat…..
    temen-temen yang lain di BE yang keren abis kalau bikin beginian….

    saya mah yang normal aja…

    saya tunggu tyulisan komedinya

  19. Keren nih.. Ilmunya bisa diaplikasiin meskipun bukan berniat bikin tulisan dengan genre komedi.. Karena tulisan itu beda dengan lisan, apapun genrenya ngegarapnya emang mesti serius.. Thanks ya.. Ditunggu loh tulisannya.. πŸ˜‰

  20. Ini dia Rick. Kayaknya kita lagi ada diposisi yang sama deh, di beberapa tulisan terakhir tulisanku juga enggak berbau komedi malah terkesan serius. Padahal jatuh cinta abis sama komedi dan pengen dikenal sebagai blogger yang suka melucu. Belakangan ini aku suka diracuni tulisan-tulisan yang sarkas. Jadi sekarang lagi ngikut pengen protes mulu. Semacam menyampaikan pemikiran gitu,

    Oh iya, nulis komedi memang enggak mudah. Aku sendiri ngerasain banget soal ini. Kadang harus berkutat beberapa kali baru bisa nemu candaan yang pas dan enggak garing. Tapi balik lagi, kalo sering diasah, menjadi lucu itu nanti akan datang dengan sendirinya.

  21. Yang jelas menulis komedi itu lebih susah ketimbang melakukan komedi secara verbal (karena bisa menggunakan mimik, act, dan intonasi). Gue sih sekarang lagi demen-demennya ngebedah sitkom Men Behaving Badly. Sekadar berbagi, ini ada tulisan di blog gue tahun lalu tentang apa itu humor dan pembagiannya. πŸ™‚

  22. iya, aku salah satu orang yang pingin bingittt bisa berkemampua untuk nulis komedi..akhir akhir ini juga udah mule nuliss…dan makasih bingittt tuh ilmunya mau langsung aku buka…iye aku tunggu juga tulisan tulisan komedimu wahay anak mudaaaa…

  23. sebenernya semua genre itu susah. nulis serius (cerpen, novel, dll) sama nulis komedi itu punya tingkat keesulitan sendiri-sendiri. nggak ada yang mudah kalo ingin jadi penulis yang keren, sih. aku sampai sekarang niatnya nulis komedi nggak pernah lucu πŸ˜€
    aku tunggu perkembangan tulisan komedimu, kawan!

  24. Menangkap hal lucu dari kejadian yang biasa itu susah loh. Gua sering liatin orang lagi perform standup comedy, materi mereka baru semua, mereka punya isnting menemukan hal lucu. Gua kalo lagi perform SUC aja kadang malu kalo materi gak lucu.

    Btw Nice post bro..

    1. Para stand up comedian memang punya kemampuan menangkap sisi komedi. Haha.. Apa aja mungkin bisa dibikin komedi. Bahkan hal yang serius sekalipun. Thanks vrooh.. πŸ˜€

      1. Hal serius yang bisa dibikin komedi sering diutarakan presiden @Standupindo yaitu om Sammy Not a Slim Boy sama bg Pandji dan komika yang udah show tunggal.

        gua belum bisa :))

  25. Ih aku gak suka ngekomen blognya Bang Erick. Nggak ada fotonya malah gambar-gambar aneh haha becanda.

    Iya bener kadang kalo lagi baca sesuatu tiba-tiba suka terinspirasi. Buktinya emang blog kamu jadi agak serius Kak isinya. Ya beberapa kali mampir di promo kalo dibanding dulu emang sedikit berubah. Gak konsisten :p

    Tapi iya ya komedi juga susah. Aku juga nggak bisa nulis komedi. Nggak bisa nangkep sisi lucunya. Kayaknya sih kalo diasah mungkin bisa. Tapi seenggaknya kita harus punya personal branding dulu.

  26. Bener juga ya bang, kalo nulis yg ber genre komedi tapi gak serius dengan nyoba melucu di tulisannya hasilnya malahan jadi garing
    Alitt susanto di tweetnya dulu, entah kapan gue baca, malah belajar stand up biar bisa nulis komedi yg lebih baik

  27. Nulis komedi itu emang agak susah. Dulu, postingan blog gue juga garing-garing. Gak ada lucunya sama sekali malah menurut gue. Tapi, akhirnya gue menemukan dan mendapatkan apa kata raditya dika bahwa,

    ‘Menulis komedi itu bukan menulis sebuah kejadian lucu. Tapi melihat sesuatu dari sudut pandang yang lucu. Menemukan sisi komedik dari sesuatu yang menurut orang lain tak lucu pun adalah bagian dari menulis komedi.’

    Ya, akhirnya gue bisa menceritakan sesuatu yang ‘tidak lucu’ menjadi cukup ‘lucu’ untuk dibaca semua orang. Ya, contohnya gue pernah buat segmen di blog gue tentang surat cinta yang gue kasih buat gebetan gue (dan berahir tragis tentunya). Akhirnya banyak yang ngakak bacanya, temen-temen gue juga ada suka dan ketawa-ketawa sendiri (sampai dikira gila sama orang tuanya).

    Gue akhirnya berhasil. Apa yang harus ditertawai dengan surat cinta ?. Ya, lumayan deh. Setidaknya gue pernah bikin orang ketawa puas baca tulisan gue.

    Eh, kunjungan pertama neh!. Mampir ke blog gue juga ya! http://rifqiakram.blogspot.com πŸ™‚

  28. hahaha pas banget nih sama gua. Sekarang gua juga lagi belajar stand up comedy buat bikin postingan di blog, biar tambah lucu aja :). doain ya semoga gua berhasil πŸ™‚

  29. Terlepas dari emang komedi itu sebenernya kerjaan serius.
    tapi emang sekarang komedi lebih kearah ngasih tahu sesuatu bukan sekedar nyeplasnyeplos doank sih

    1. Iya nas, sekarang komedi udah dijadiin sebagai kritik sosial dan ngasih informasi dengan cara santai. Haha.. Tapi masih banyak yg belum ngena sih sarkasnya. Hanya ada beberapa stand up comedian yg bagus sarkasmenya. πŸ˜€

  30. serius, nulis komedi selain harus tau setup – punchline juga mesti ngerti ‘sela’ nya. Baca bukunya Bang Dika yang Creative Writing perlu juga tuh. Walaupun unsur komedinya dikit dibahas disana.

    Keren bang.

    Numpang buang komentar. Salam Kenal

  31. Yoooosh…, komedi is favourite genre.
    Bang Erick ngomonin Radit, Panji, Alitt, yang menurut gue adalah orang-orang yang luar biasa di dunia entertein. Radit terutama, apapun karya yang dia hasilkan pasti banyak orang yang menyukainya, tak terkecuali gue. Hahaha

    Btw, blogny keren, Bang,. heheu

Abis baca-baca gak mau komentar dulu nih? Sinilah.. diskusi kita. :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: