Hal yang Pasti datang!

Kemaren malam cukup terkejut ketika mendapat SMS bahwa seorang kawan baru kehilangan Ayahnya untuk selama-lamanya. Gue gak terlalu kenal sama Ayahnya sih, tapi pernah sekali bertemu waktu singgah di rumahnya. Tapi gue tau bagaimana kedekatan Kawan gue dan Ayahnya, karena kadang dia sering bercerita tentang Ayahnya.

Kejadian ini kemudian mengingatkan gue tentang meninggalnya seorang Teman beberapa bulan lalu, meninggalnya Ibu dari senior gue, meninggalnya ayah dari Adik tingkat. Orang-orang yang gue kenal sedang diuji dengan kehilangan Sosok-sosok berarti dalam Hidupnya.

Entah kenapa beberapa minggu ini gue berpikir tentang Kematian. Sereem sih, tapi kematian akan menghampiri semua orang kan?. Entah bagaimana cara kita harus menyikapi Kematian. Apakah harus takut? Atau dengan biasa-biasa saja, karena kita tahu suatu saat dia akan datang.

Gue gak ngerti sama Orang yang takut mati, Kematian itu Pasti. Ketika seseorang takut dengan kematian bukankah dalam hidupnya akan dipenuhi dengan ketakutan? Menurut gue suatu saat ketakutannya itulah yang membawa dia pada kematian.

Gue juga gak ngerti sama orang yang biasa-biasa aja menghadapi kematian. Bagaimana jika dia meninggal dalam keadaan yang mengenaskan? Keadaan yang mungkin aja lebih buruk dari Tikus yang mati ketabrak di tengah jalan. Bagaimana mungkin seseorang tetap tenang padahal kematian mengintainya setiap waktu.

Hal-hal ini terus berputar di dalam kepala, hingga kemudian gue sadar yang harus gue lakuin adalah Mempersiapkan Kematian gue yang bisa datang kapan saja. Caranya? Dengan menerima Takdir itu, dan bertaubat. #hazeeg

Kita semua bersepakat bahwa ada kehidupan yang kekal setelah kehidupan di Dunia ini selesai. Tapi pernah kepikiran gak sih, sebelum lo meninggalkan dunia pasti ada hal-hal yang pengen lo lakuin.

Gue punya hal-hal yang pengen gue lakuin sebelum meninggal nanti, mulai dari hal yang serius, absurd, kampret dan Banyak hal lainnya. Itu semua nantinya bakal gue tulis di rubrik baru blog gue.

“Kita butuh distraction, kita butuh ilusi dan penipuan-diri, untuk menghindarkan kita terhadap “kenyataan menyakitkan dari hidup”. Kenyataan, bahwa apa yang kita punya sekarang hanyalah sementara. Engga ada kekal, engga ada yang selamanya.” (Mark Conrad)

Ilusi kesenangan tiap orang bisa banyak hal. Inilah yang nantinya akan gue tulis di Blog. πŸ™‚

“Before I Die..”

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan