Ketika Para Lawyer Berkumpul

Menonton berita jadi suatu hal yg wajib, memantau berita-berita tentang politik, hukum, ekonomi seperti membuka mata bahwa ternyata banyak masalah yang sedang dihadapi bangsa ini.

Setiap selasa jam 19.30 pasti gue udah duduk di depan TV dan menunggu acara yang menurut gue keren. Dimana para Pengacara-pengacara berkumpul dan mendiskusikan Topik-topik yang sedang hangat diperbincangkan, baik itu di berita TV, Media Online, bahkan di twitter. Indonesian Lawyers Club atau biasa disebut ILC adalah salah satu Program acara di TV One yang dipandu oleh Seorang wartawan senior Karni Ilyas.

Gue senang nonton ini, karena pada dasarnya suka dengan acara yg ada Debat-debatnya gitu. Yaaaa walaupun.. Pak Karni Ilyas sebagai Pembawa Acara suaranya agak serak dan kadang artikulasinya gak jelas. Hehe.. :p

Menonton ILC akan membuat gue menarik kesimpulan dari suatu Masalah. Misalkan topik yg dibahas adalah tentang Kenaikan Harga BBM, kalo cuma nonton di Berita TV doang, gue akan mengambil kesimpulan bahwa Pemerintah salah! Gak memperdulikan rakyat kecil! Menyusahkan rakyat!. Nah! Ketika Nonton ILC akan ada diskusi tentang itu, akan ada pihak Pro dan pihak yang Kontra. Kedua pihak akan mengeluarkan argumennya masing-masing, sehingga penonton tidak hanya melihat dari satu pihak saja tapi dari dua pihak kemudian penonton akan bisa menarik kesimpulannya sendiri.

Walaupun gue suka dengan acara ini, tapi gue gak nonton acaranya sampai habis. Gue akan berhenti nonton dengan mematikan TV atau pindah ke chanel lain apabila diskusi itu mulai kekanak-kanakan. Ketika pihak-pihak yang berdebat gak ada yg mau ngalah dan ngomong terus padahal gak dikasih kesempatan berbicara sama host.

Pernah nonton video youtube ILC waktu Ruhut sitompul berdebat dengan Hotman Paris Hutapea? Gilaaa malesss banget.. Mereka berdebat kek anak SD tau gak! Udah ngomongnya sambil teriak2, bahkan sampe bahas masalah pribadi. Pfft

ILC sebagai program acara TV yang bisa dibilang ratingnya tinggi dan ditonton seluruh masyarakat indonesia harusnya bisa mencontohkan gimana cara berdiskusi yang baik dan benar. Apalagi narasumber2 yang diundang disitu kan rata-rata Profesinya pengacara, mereka-mereka yang punya gelar Sarjana Hukum.

ILC sebagai acara unggulan TV One bukan berarti gak pernah kena masalah, ILC pernah dilaporkan oleh IMW (Indonesia Media Watch) ke KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) karena sering melanggar aturan penyiaran, terutama tentang Hak Asasi Manusia.

Pernah dalam suatu Diskusi ada Pengacara yang menyerang secara pribadi ke salah satu peserta diskusi, pak Karni Ilyas sebagai host tidak menghentikan hinaan yang dilakukan oleh pengacara-pengacara itu padahal menurut gue itu udah keterlaluan karena menghina fisik.(Beritanya Disini).

Kalau debatnya udah menghina fisik atau pribadi udah gak mendidik lagi dong, apalagi yang melakukan itu adalah orang-orang yang paham dengan hukum.

Saran gue untuk program itu sih, kalo bisa Host harus lebih jeli melihat diskusi-diskusi yang sudah keluar dari Topik kemudian mengentikannya. Jangan kemudian membiarkannya hingga akhirnya berujung konflik. KAMI INGIN ACARA TV YG CERDAS! ‘O’)9

“Esensi sebuah perdebatan adalah sebuah nilai kebersamaan. Nilai hakiki bahwa sebagai manusia, makhluk sosial, kita tidak mampu hidup tanpa berdampingan dengan orang lain. Kita memiliki kebergantungan dengan pribadi-pribadi lain di luar diri kita sendiri. Berbeda bukan lawan, karena sama
juga tak selamanya kawan.”

————————————————-

β€œTulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Kolonialisasi Media Televisi! Yuk ikut Mengkritisi Program Televisi~”

Iklan