3 Elemen Penulisan Kreatif dalam Blog By @radityadika

Sumber Gambar : http://www.thisgreatsociety.com/15/creative_writing_border.gif
Sumber Gambar : http://www.thisgreatsociety.com/15/creative_writing_border.gif

@radityadika, gue yakin beberapa dari kalian yg baca postingan ini tau siapa itu @radityadika. dan mungkin beberapa dari kalian juga bikin blog karena terinspirasi dari sosok penulis Idola anak Muda ini (gue salah satunya). Kali ini gue pengen share ttg Elemen2 penulisan kreatif dalam Blog dan Buku yg pernah juga di share sama @radityadika

@radityadika adalah salah satu Blogger yg bisa dibilang sukses, karena berawal dari cerita-cerita Absurdnya di Blog, sekarang dia udah nerbitin 6 Buku dan 2 Komik. bahkan udah main di 3 film (kalo gak salah).

raditya-dika

dan berikut 3 Elemen Penulisan Kreatif dalam Blog oleh @radityadika yg bisa digunakan dalam membuat sebuah postingan blog :

1. First Sentences yang Menarik

Let’s face it. Di dalam ranah dunia internet, kita semua somewhat terkena ADD (attention disorder deficit). Pembaca punya attention span yang rendah. Jika mereka tidak suka dengan blog kita mereka bisa dengan mudah langsung pindah ke website lain dengan satu kali klik.

Nah, inilah mengapa kita perlu first sentence yang punya dahsyat di dalam entry kita.

Apa yang terjadi jika Anda tersasar ke sebuah blog dan kalimat pertama yang Anda baca seperti ini:
“Gue pagi ini bangun terus gue mandi. Ke sekolah lagi. Males deh.” Kemungkinan besar, Anda berpikir “Yeah, diary anak sekolahan lagi. Biasa banget. Males ah.” Lantas Anda menutup browser tersebut.

Bandingkan jika Anda tersasar ke sebuah blog dan rangkaian kalimat yang pertama Anda baca seperti ini:
“Untuk pertama kalinya saya akan bercerita tentang sejarah “Seratus” dalam hidup saya. Bukan karena cerita itu teramat penting dan besar, tapi justru karena keremehannya yang luar biasa.”

Saya, begitu membaca first sentences barusan akan berpikir, “Apa sih ‘seratus’ ini? Seberapa remeh dia?” Selanjutnya, saya membaca tulisan tersebut sampai habis. Tulisan yang kedua, saya kutip dari blog Dewi Lestari.

Kecermatan dan kepiawaian kita untuk membuat first sentences yang menarik akan membuat pembaca tergelitik untuk membaca kalimat-kalimat berikutnya. Setelah itu, Anda hanya perlu konsisten untuk membuat kalimat-kalimat berikutnya bisa sebaik kalimat yang pertama Anda buat.

Ingat, tulisan Anda harus punya hook. Anda harus punya sesuatu yang merangsang rasa penasaran sekaligus keinginan pembaca yang tiba-tiba tersasar. Tanyakan ini pada diri Anda sendiri: “Jika gue nyasar ke blog gue sendiri dan ngebaca kalimat pertama ini, gue bakal mau baca sampe abis gak ya?”

2. Buatlah Tulisan yang Ekonomis

Robert McKee, seorang lecturer dalam bidang penulisan, pernah berkata “90% of first drafts is shit”. Ini berarti, kebanyakan, tulisan yang pertama Anda buat pertama kali adalah jelek. Tulisan dalam sebuah first draft adalah tulisan yang tidak terstruktur, patah-patah, dan lepas dari otak Anda begitu saja. Kemungkinan besar, tulisan di draft pertama Anda juga adalah tulisan yang verbosal, yaitu tulisan yang terlalu boros kata-kata dan tidak ekonomis.

Nah, sebelum Anda mengklik tombol “post” itu, coba cek kembali apa yang telah Anda tulis. Apakah penggunaan kalimatnya sudah logis? Cek kembali logika kalimat yang salah. Cek kembali ejaan, atau terminologi yang benar. Bunuh semua kata yang tidak perlu. Tulisan yang baik adalah tulisan yang tight: kencang dan sempit. Perhatikan pacing tiap kalimat. Kata demi kata. Apakah tulisan Anda punya tempo yang enak untuk diikuti? Tulisan yang baik adalah tulisan yang seperti musik, ada tempo teratur, ada jeda untuk menarik napas, ada nada yang mengalir.

Baca kembali first draft Anda sebagai seorang pembaca, cek dulu apakah diksi yang Anda gunakan tidak redundan. Misalnya, Anda menemukan kalimat: “gue pergi ke rumah gue pas adek gue pulang dari kampus malem-malem”, ini jelas redundan. Coret semua kata “gue” hingga kalimatnya lebih efektif dan ekonomis, menjadi: “Gue pergi ke rumah, pas adek pulang dari kampus.”

Seperti yang kebanyakan orang bilang, first draft ditulis hanya untuk “mengeluarkan apa yang ada di kepala”. Draft kedua ditulis untuk “memperbaiki apa yang sudah ditulis.” Dan draft ketiga untuk “membuat tulisannya bersinar”. Jangan terburu-buru dalam menulis sebuah tulisan, buatlah menjadi semenarik mungkin.

3. Menemukan dan Menggunakan Voice Anda Sendiri

Pernahkah Anda mengangkat telepon, dan hanya dari mendengar suara orang tersebut Anda mengenali siapa yang sedang berbicara dengan Anda? Setiap manusia diciptakan dengan warna suara yang berbeda-beda. Apa yang cempreng, ada yang berat/husky, ada yang kayak orang kejepit. Apa pun itu, warna suara dapat membedakan antara satu orang dengan orang yang lain.

Setiap Penulis mempunyai Voice masing-masing, sehingga tanpa melihat nama penulis kalian sudah tahu siapa Penulisnya.

Voice yang khas membantu kita untuk mendeferensiasikan diri dari penulis yang lain. Dalam menulis blog, voice yang khas juga akan membuat kita terlihat berbeda dari penulis blog-blog yang lain. Punya voice akan memisahkan kita dari “blogger lainnya” menjadi “blogger yang itu tuh, yang tulisan begini nih…”. Ndoro Kakung, misalnya masuk ke dalam contoh blogger yang punya voice yang sangat khas.

Lantas, bagaimana cara menemukan voice kita sendiri? Jawabannya sederhana: banyak membaca dan berlatih. Dengan membaca banyak buku yang ditulis penulis lain, sambil menganalisa-nya, kita akan dengan sendirinya mengadaptasi gaya-gaya mereka untuk memperkuat personality dan voice kita sendiri. Mengadaptasi, tentu saja, bukan berarti mencuri.

Dengan banyak membaca Anda akan mendapatkan banyak referensi. Di samping itu, dengan banyak berlatih Anda akan tahu cara penyampaian seperti apa yang paling asik untuk Anda. Anda akan memilih diksi yang paling mewakili gaya tulisan Anda. Menulis dan berlatih, dan jadilah berbeda dari orang-orang yang lain.

nah itulah Elemen-elemen penulisan kreatif Oleh @radityadika, menurut gue 3 elemen ini sangat penting bagi gue, karena tulisan2 di blog gue masih banyak kekurangannya. semoga ini bermanfaat untuk kalian juga.

gue jadi ingat pernah nonton salah satu Video talkshow @radityadika di youtube, dia bilang gini…….

……..Orang yg jago nulis daripada loe itu banyak, orang yg lebih lucu nulisnya daripada loe itu banyak, berarti yg harus loe lakukan adalah BUKAN lebih bagus tulisannya, BUKAN lebih lucu tetapi BEDA. Jangan menjadi orang yg “wahh gue mau lebih baik dari @pandji, gue mau lebih baik dari Radit” TAPI “Gue mau lebih BEDA dari @pandji, gue mau lebih Beda dari Radit” Jadilah yg BEDA, karena yg BEDA pasti lebih terlihat……….

referensi:  radityadika.com

Iklan

40 thoughts on “3 Elemen Penulisan Kreatif dalam Blog By @radityadika

  1. Iyaaa.. bener bgt! Sadar ngga banyak blogger sekarang yang ke-Radith-Radith-an, ke-Alitt-Alitt-an dsb dsb dsb. Termasuk gw, cek aja di awal2 postingan gw.

    Mari belajar bareng mencari karakter kita semenarik mungkin. Hidup kan dunia blog lebih hidup!!!

  2. gue sih udah baca ini. dan kalo di baca lagi. masalah typo harusnya masuk hehehehe. karna kalo kita kesasar ke blog yg tulisanya bnyak typo pasti bikin jengkel, yah kaya ke blog gue sih *menghilang*

  3. bener banget, menulis itu emang memecah akal dan kreatifitas supaya pembaca bisa meinkamti tulisan tsb. Good ^^ sangat memberi masukan terutama buat blogger baru sperti gue yang masih amatir hehe

  4. bermanfaat nih postingan lu bang, pengen meluk elu gue bang #gagalfokus
    point penting yang harus gue catet di otak gue, HARUS BEDA! udah itu ajah kalo yang lain sih gue rasa gue bisa dapetin itu di mata kuliah writing.

    Over all keren bang

  5. wih, tulisanmu yang ini keren rick. tuben bisa keren gini 😛
    aku bookmark ah.. trus yang terakhir itu setuju banget. nambahin nih, katanya, kalau mau tulisan berkarakter kuat. kita harus rutin nulis selama 2 tahun..

  6. aku juga salah satu penggemarnya loh, tapi gak addict banget juga sih 😀
    ini aku baru baca, terus? ya gak ada terusannya sih, fyi aja….
    Iya juga ya, kalo dipikir-pikir, karya tulis di awal-awal masa aku suka nulis kaco bgt, rancu bgt. Malah kalau boleh aku nggak mau akuin aja (~^.^)~

    jadi, nulis juga kudu punya jati diri ya. Dan aku belum kayaknya u,u

  7. Tiga hal itu penting dalam menulis blog. Beserta bebarapa hal lainnya juga yang belum ditambahin. Kenapa Erik nggak tambahin yang versi Erik sendiri. Selain nanti bisa saja Raditya Dika nyasar ke blog Erik. Erik juga berjasa karena membagi ilmu menulis blog lainnya dengan pengetahuan yang dimiliki.

    Kalau kamu mampu, dan kamu merasa bisa dengan anugerah Tuhan yang ada, tulis, dan aplikasikan dalam blog kamu ini ya. Orang nggak akan CUMA melihat kamu menulis referensi dari Raditya DIka. Mereka bakal ngelihat kamu juga bisa membuat refrerensi menulis blog yang yahud. So, blog kamu jadi banyak pengunjungnya.:)

    Semangat sukses, blogger anak ayam^^

    1. Wahh.. Kalo itu ditulis di postingan ini gak bosa kak, soalnya ini dr raditya dika, krna ini share karya radit, jd gak boleh ditambahin atau dikurangin 🙂

      Ntar deh, dipostingan selanjutnya, bikin tips pribadi 🙂

    2. Wahh.. Kalo itu ditulis di postingan ini gak boleh kak, soalnya ini dr raditya dika, krna ini share karya radit, jd gak boleh ditambahin atau dikurangin 🙂

      Ntar deh, dipostingan selanjutnya, bikin tips pribadi 🙂

  8. akhirnya WPnya baru bisa terbuka dan aku baru bisa ninggalin koment disini… dari ketiga eliment di atas kayaknya tulisan aku belum ada yang memenuhi kriteria penulisan yang menarik, ekonomis dan punya voice sendiri deh secara baru belajar gtu hehe paling sulit memang mencari kalimat pertama yang menarik, tulisan aku juga masih banyak borosnya… kalau ciri khas.. entahlah? yang jelas tulisanku adalah bahasa hati dan pikiranku sendiri #lho kok komentnya malah bertele-tele….

  9. oh gitu toh. mantap neh dicoba. walau sebenernya saya blogging gak ngikut pakem dan teori mana pun. tapi sesama blogger kan mesti saling mengapresiasi

Abis baca-baca gak mau komentar dulu nih? Sinilah.. diskusi kita. :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s