Politik???

The Politik

sumber gambar : google.com

“Yam, pemilihan walikota kemaren loe pilih siapa??”

“Pilih Haji Muhidin dong, orangnya kan Jujur, Adil, Rajin Menabung, Baik Hati, Gak sombong, Bersih lagi karena mandinya 5 kali sehari”

“Wah tega lo Yim, katanya kita sahabat!! Kenapa loe gak milih Bokap gue Haji Sulam??!!! *sambil nangis* Oke Mulai hari ini persahabatan kita PUTUSSS TUSS sampe disini!”

“Ohh jadi Haji Sulam itu Bokap loe Yim, gue pikir Bokap loe yg Jualan Nasi Goreng!” “Iya, Haji Sulam itu Bokap gue, dulu emang jualan nasi goreng skrng jualan bubur, loe Lupa ya?! koq loe gak milih bokap gue sih. Katanya kita Sahabat.”

“LOE TUH YG LUPA!! Haji muhidin itu bokap gue juga!! Oke Mulai sekarang PERSAHABATAN KITA PUTUSSS TUSS!!!”

(Sambil melepas cincin Persahabatan dan Melemparnya ke Muka si Ayim)

“ADUUHHH!!

(Ternyata Cincin yg dilempar si ayam masuk ke hidungnya si Ayim sampe2 lubang Hidung kanannya lebih besar dari yg kiri)

(Si Ayam pun pergi meninggalkan si Ayim, tanpa mengucapkan Assalamualaikum)

 

Percakapan antara si Ayam dan Si Ayim diatas adalah contoh dimana perbedaan Pilihan bisa memutuskan Tali persahabatan yg sudah dibangun sejak kecil. Nah ini yg terjadi sama gue saat ini dimana perbedaan Pilihan dalam politik bisa menimbulkan suatu konflik dalam Pertemanan, Tempat kerja, Bahkan Keluarga.

Kali ini gue bakal bicara tentang POLITIK *wiihhh Beraat* jadi yg gak Kuat Lambaikan tangan Ke Komputer atau Laptop. Tanggal 28 maret kemaren adalah pesta Rakyat untuk warga Kota Gorontalo karena akan Memilih Walikota Baru Untuk 5 tahun Kedepan. Yup seperti Pesta-pesta yg ada, dimana Orang-orang bersuka ria menyambut Pesta rakyat ini. Sama halnya di Gorontalo setiap ada pesta Rakyat pasti ada aja yg Rusak, ada yg Dibakar, ada yang Dipukul, ada yang sakit Hati, ada yg ditinggalin pacarnya, ada yg JOMBLO, Bahkan ada Baru dapat Pacar Baru saat kampanye.

Tapi bukan berarti gue ngejelek-jelekin Kota Gorontaloku Tercinta, tapi kadang suka Gemesss sendiri melihat kelakuan para politisi di Kota Gorontaloku Tercinta, apalagi melihat kelakuan para politisi di Kantor DPR-RI pengen gue Cubit-cubitin tuh Pipinya satu-satu Gemeesss. (ˇεˇ)-c<´-`), Belum lagi yg Berkantor di Istana Negara Huuuuhhh pengen gue Gelitikin sampe ketawa 7 hari 7 malam.

Entah apa yg salah di dunia Perpolitikan kita, setiap orang berlomba-lomba mendapatkan kekuasaan, padahal apa bagusnya jadi Penguasa??!! Lebih enak jadi JOMBLO gak ada yg Ngatur, Bisa Nabung, karena gak harus beliin pacar Kaos, rok, Daster, BH. #Okesip

Politik hari ini menurut gue sudah lari dari koridornya yg harusnya digunakan untuk memperjuangkan kepentingan Rakyat, sekarang malah digunakan memperjuangkan Kepentingan Partai Politik, bahkan Kepentingan Pribadi.   Oke gue balik lagi ke cerita tentang Pemilihan walikota di Kota Gorontaloku, gue sebenarnya mau Nulis banyak-banyak tentang dunia perpolitikan di indonesia namun apa daya Jari Jempol gue bisa bengkak-bengkak. Kalo gue nulisnya pake laptop sih gak apa2. FYI gue nulis postingan ini Pake BB (OOHH YAAA?!!) Iya pake BlackBerry, berhubung Laptop lagi gak ada jadi terpaksa nulisnya pake aplikasi “Document To Go” AAHHH Sudahlah gak perlu panjang Lebar lagi gue jelasin tentang Aplikasi ini. Karena Kalo Lebar Mulutnya Siapaa?? TUKULLLL!!! Kalo Jelek mukanya siapaa?? TUKUL!! Tetap di Bukan Empat Mata! ( ˘ з˘ )

Bicara tentang pemilihan walikota di Kota Gorontaloku Tercinta suasananya memang sudah terasa Panas sejak Beberapa Bulan yg lalu, tapi Panas itu mencapai puncaknya saat Seminggu sebelum Pencoblosan (wah Mau dong dicoblos! #ehk) Bahkan saking panasnya suasana politik di Gorontalo Es di Kutub Utara Mencair!! Kekeringan dimana2!! Jomblo2 mati Kehausan!! #Tragis

Dari suasana yg memanas di pemilihan walikota gorontalo ada satu hal yg menurut gue GAK HARUS TERJADI, yaitu Kekerasan Terhadap PERS. Hal ini terjadi karena ada pemberitaan dari salah satu TV (TVRI Gorontalo) yg memberitakan Bahwa ada salah satu pasangan calon yg Gugur dan tidak bisa mengikuti Pemilihan Walikota. Dannnn Bisa ditebak para pendukung salah satu pasangan calon yg tidak terima dengan pemberitaan itu kemudian mendatangi kantor TVRI Gorontalo mereka Marahhhh!!! Murkaaaaa!!! Mencreeett!! #ehk karena tidak terima dengan pemberitaan itu. Hingga terjadi insiden yg tidak diinginkan oleh Seluruh Umat dan Masyarakat Indonesia #lebay yaitu KEKERASAN TERHADAP WARTAWAN. Menurut berita di TV yg gue Baca, sempat terjadi pemukulan terhadap salah satu wartawan dari METRO TV.

(Loh, katanya di Kantor TVRI?? Kenapa yg dipukul malah wartawan METRO TV??)

“Lahh Mana gue tauuu, mungkin mereka lagi singgah buat Ngopi Bareng kaleee…!”

Dan analisis gue sebagai Aktivis Kampus Gagal adalah Buat Tim Sukses Pasangan Calon yg diberitakan Gugur dalam Pencalonan, harusnya bisa mengkaji info-info yg masuk, bukan kemudian Langsung Tidak Terima dan Bertindak Anarkis. Gue yakin dan percaya, para tim sukses dari setiap pasangan Calon adalah orang-orang yg Cerdas dalam mengambil Keputusan dan tidak anarkis.

Dan untuk Media Massa, harusnya juga tidak sembarangan memberitakan suatu hal tanpa ada info dr Lembaga yg bersangkutan seperti KPU. Kan KPU belum mengeluarkan Keputusannya untuk Menggugurkan salah satu calon. Gue juga Yakin dan Percaya orang-orang yg bekerja di Media Massa adalah orang-orang yg Cerdas yg mengkaji lebih dulu sebelum mengeluarkan sebuah berita.   Harapan terbesar gue adalah semoga kejadian seperti ini gak bakal terjadi lagi. kita harusnya lebih dewasa dalam berpolitik.

mengutip kata2 senior saya, kanda Elnino M. Husein Mohi, S.T., M.Si.:

“Politik adalah medan terbaik untuk usaha memunculkan masyarakat yang beradab.”

dan itu benar harusnya politik bukan untuk menciptakan masyarakat yang saling menjatuhkan satu sama lainnya. ya politik memang kejam, busuk. tapi ketika kemudian kita terjebak di dalamnya maka terjunlah (Soe Hok Gie).

yang diperlukan masyarakat saat ini tidak hanya tentang pendidika karakter, pendidikan korupsi. tapi kita harusnnya belajar tentang pendidikan Politik.

oke yang terakhir, semoga Kota Gorontaloku tercinta tetap Damai, Aman, dan Tentram dan para Jomblo tetap sejahtera #ehk.

(っ˘з˘)っ#SaveGorontaloku

Iklan

24 thoughts on “Politik???

  1. Hahahahhaa.. Itu percakapannya bikin gue ngakak, beneran deh 😀

    Ngomongin soal politik, emang gitu…
    Penuh intrik..
    Temen bisa jadi lawan gara2 dukung calon yang berbeda…

    Semoga reporter, jurnalis, kong aklis, sipilis, ceriwis semuanya bisa semakin lebih baik. Jangan asal comot berita.

  2. emang berat ngmongin soal politik… itu digorontalo kejadian pemukulan pada wartawan salah satunya karena budaya berpolitik yang kurang santun yg diperlihatkan para elit politik kepada pendukungnya yg mayoritas pemikirannya rendah

  3. org gorontalo trnyata 🙂
    sy nda trlalu trtrik sm yg nmanya politik, wlwpn dlm kshrian tnpa sy sdari sy tlah brpolitik. kata2 yg dkluarkn para politisi bkin menggelitik.ckckckckc
    dunia in lucu.

  4. yah begitulah yang namanya politik, teman aja bisa jadi lawan.
    kebanyakan lebih mementingkan partai dan pribadi daripada rakyat.. politik indonesia lumayan kejam.. hha

    kasian juga ya para wartawan yg dipukuli itu, ckck

  5. Aku gak terlalu seneng ngomongin politik. ilfil sama pelaku-pelakunya.
    semuanya, nggak caleg, nggak pendukungnya. hemmm
    aku juga sebel kalo liat kekerasan di mana2.
    Dalam pemilu kan pasti ada yg menang dan ada yg kalah. Harusnya semua bisa menerima apapun hasilnya. gak ngamuk2 semuanya dirusak. apa untungnya sih? emang bisa merubah keadaan? ngerusak keadaan iya. sayang uangnya tau… ihhh bener tuh ngegemesin tapi ga cuma pengen nyubit tapi pengen tak jewer, pukul, semuanya deh. hhe emosi

  6. Kemarin sudah mau komentar gara-gara error gak jadi hehe .. 😀

    Ngomoni politik gak bakalan habisnya bila menyangkut Pro dan kontra, Kekuasaan dan partai.

    Semoga Indonesia move on dari jerat politik yang kurang sehat (⌣́_⌣̀) . Amin … (/-,-\)

  7. dududu~ klo bahas politik memang bgt jadinya.
    teman jadi lawan. ga dimana-mana, yaa ini lah Indonesia kita 😀

    tp dibalik semua itu, sy yakin. suatu politik kita bisa lebih baik lagi..

  8. stelah baca tulisan kanda susahserius, menurut ana rik, memang cocok ngn erik jadi “mahasiswa gagal” wkwkwkwkwk…. harusnya ngn maso jurusan politik bkn akuntasi, makanya nggk lulus-lulus 🙂

Abis baca-baca gak mau komentar dulu nih? Sinilah.. diskusi kita. :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s